Rupiah Jumat melemah dibayangi percepatan pengetatan moneter The Fed
Petugas menata tumpukan uang kertas saat melakukan persiapan pengisian ATM di cash center PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), Jakarta, Kamis (20/12/2018). Demi optimalisasi layanan selama libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, BNI menyiapkan uang tunai rata-rata sebesar Rp16,6 triliun per minggu untuk memenuhi kebutuhan uang tunai di mesin ATM dan outlet. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/foc.
Rupiah pagi ini bergerak melemah 22 poin atau 0,16 persen ke posisi Rp14.310 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.288 per dolar AS.
"Nilai tukar rupiah masih berpotensi melemah hari ini terhadap dolar AS. Sentimen potensi percepatan pengetatan moneter di AS masih menjadi pendorong penguatan dolar AS terhadap nilai tukar lainnya," kata pengamat pasar uang Ariston Tjendra saat dihubungi di Jakarta, Jumat.
Selain itu, lanjut Ariston, penguncian atau lockdown di Eropa karena meningginya kasus COVID-19 juga bisa menjadi penekan rupiah karena kekhawatiran tersebut mendorong pelaku pasar keluar dari aset berisiko.
Dari dalam negeri, keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengabulkan sebagian gugatan terhadap UU Cipta Kerja bisa menjadi sentimen negatif ke rupiah. Apalagi bila tidak ada tindak lanjut dari pemerintah dan DPR untuk memperbaiki UU sesuai arahan MK.
"Bila UU dibatalkan, bisa memberikan persepsi negatif untuk investor terutama investor luar negeri karena aturan yang terus berubah," ujar Ariston.
Sementara itu, jumlah kasus harian COVID-19 di Tanah Air pada Kamis (25/11) kemarin mencapai 372 kasus sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 4,25 juta kasus.
Sedangkan jumlah kasus meninggal akibat terpapar COVID-19 mencapai 16 kasus sehingga totalnya mencapai 143.782 kasus.
Adapun untuk jumlah kasus sembuh bertambah sebanyak 293 kasus sehingga total pasien sembuh mencapai 4,1 juta kasus. Dengan demikian, total kasus aktif COVID-19 mencapai 8.040 kasus.
Untuk vaksinasi, jumlah masyarakat yang sudah disuntik vaksin dosis pertama mencapai 136,71 juta orang dan vaksin dosis kedua 92,27 juta orang dari target 208 juta orang yang divaksin.
Ariston mengatakan rupiah hari ini masih akan berpotensi melemah ke arah Rp14.330 per dolar AS dengan potensi penguatan di kisaran Rp14.250 per dolar AS.
Pada Kamis (25/11) lalu, rupiah ditutup melemah 23 poin atau 0,16 persen ke posisi Rp14.288 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.265 per dolar AS. (*)
Pewarta : Citro Atmoko
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Sabtu (14/02/2026) hari ini, emas UBS Rp2,961 juta per gr, Galeri24 Rp2,938 juta per gr
14 February 2026 6:25 WIB
Jumat (13/02/2026) pagi emas UBS Rp3,008 juta/gr dan Galeri24 Rp2,992 juta/gr
13 February 2026 8:29 WIB
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB
Harga emas Antam Selasa (10/02/2026) hari ini naik Rp14.000 menjadi Rp2,954 juta/gram
10 February 2026 10:00 WIB
Selasa (10/02/2026) hari ini emas UBS Rp2,993 juta/gr dan Galeri24 Rp2,979 juta/gr
10 February 2026 9:02 WIB