Rupiah Kamis terkoreksi dibayangi tapering dan perlambatan manufakftur China
Kamis, 30 September 2021 9:57 WIB
Teller Bank Mandiri menunjukkan uang pecahan Dolar AS dan Rupiah di Bank Mandiri KCP Jakarta DPR, Senin (7/1/2019). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/ama/pri.
Jakarta, (ANTARA) - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi terkoreksi dibayangi sentimen tapering oleh The Fed dan perlambatan data manufaktur China.
Rupiah pagi ini bergerak melemah 22 poin atau 0,16 persen ke posisi Rp14.315 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.293 per dolar AS.
"Tapering masih menjadi sentimen yang bisa menekan nilai tukar rupiah hari ini," kata pengamat pasar uang Ariston Tjendra saat dihubungi di Jakarta, Kamis.
Menurut Ariston, pelaku pasar mengantisipasi potensi perubahan kebijakan moneter AS ke arah yang lebih ketat dengan masuk kembali ke aset dolar AS.
Selain itu, lanjut Ariston, pelemahan data indeks aktivitas manufaktur China pada September juga bisa memberikan tekanan ke rupiah.
"Pelambatan manufaktur bisa China bisa menekan permintaan dan menekan harga komoditi yang menjadi produk ekspor indonesia," ujar Ariston.
Dari dalam negeri, jumlah kasus harian COVID-19 pada Rabu (29/9) bertambah 1.954 kasus sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 4,21 juta kasus.
Sedangkan jumlah kasus meninggal akibat terpapar COVID-19 mencapai 117 kasus sehingga totalnya mencapai 141.826 kasus.
Sementara itu, jumlah kasus sembuh bertambah sebanyak 3.077 kasus sehingga total pasien sembuh mencapai 4,03 juta kasus. Dengan demikian, total kasus aktif COVID-19 mencapai 37.412 kasus.
Untuk vaksinasi, jumlah masyarakat yang sudah disuntik vaksin dosis pertama mencapai 89,82 juta orang dan vaksin dosis kedua 50,41 juta orang dari target 208 juta orang yang divaksin.
Ariston mengatakan rupiah hari ini berpotensi melemah ke kisaran Rp14.320 per dolar AS dengan potensi penguatan di kisaran Rp14.280 per dolar AS.
Pada Rabu (29/9) lalu, rupiah ditutup melemah 20 poin atau 0,14 persen ke posisi Rp14.293 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.273 per dolar AS.
Rupiah pagi ini bergerak melemah 22 poin atau 0,16 persen ke posisi Rp14.315 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.293 per dolar AS.
"Tapering masih menjadi sentimen yang bisa menekan nilai tukar rupiah hari ini," kata pengamat pasar uang Ariston Tjendra saat dihubungi di Jakarta, Kamis.
Menurut Ariston, pelaku pasar mengantisipasi potensi perubahan kebijakan moneter AS ke arah yang lebih ketat dengan masuk kembali ke aset dolar AS.
Selain itu, lanjut Ariston, pelemahan data indeks aktivitas manufaktur China pada September juga bisa memberikan tekanan ke rupiah.
"Pelambatan manufaktur bisa China bisa menekan permintaan dan menekan harga komoditi yang menjadi produk ekspor indonesia," ujar Ariston.
Dari dalam negeri, jumlah kasus harian COVID-19 pada Rabu (29/9) bertambah 1.954 kasus sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 4,21 juta kasus.
Sedangkan jumlah kasus meninggal akibat terpapar COVID-19 mencapai 117 kasus sehingga totalnya mencapai 141.826 kasus.
Sementara itu, jumlah kasus sembuh bertambah sebanyak 3.077 kasus sehingga total pasien sembuh mencapai 4,03 juta kasus. Dengan demikian, total kasus aktif COVID-19 mencapai 37.412 kasus.
Untuk vaksinasi, jumlah masyarakat yang sudah disuntik vaksin dosis pertama mencapai 89,82 juta orang dan vaksin dosis kedua 50,41 juta orang dari target 208 juta orang yang divaksin.
Ariston mengatakan rupiah hari ini berpotensi melemah ke kisaran Rp14.320 per dolar AS dengan potensi penguatan di kisaran Rp14.280 per dolar AS.
Pada Rabu (29/9) lalu, rupiah ditutup melemah 20 poin atau 0,14 persen ke posisi Rp14.293 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.273 per dolar AS.
Pewarta : Citro Atmoko
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Harga emas Antam Sabtu (14/02/2026) hari ini naik Rp50 ribu jadi Rp2,954 juta per gram
14 February 2026 9:44 WIB
Sabtu (14/02/2026) hari ini, emas UBS Rp2,961 juta per gr, Galeri24 Rp2,938 juta per gr
14 February 2026 6:25 WIB
Jumat (13/02/2026) pagi emas UBS Rp3,008 juta/gr dan Galeri24 Rp2,992 juta/gr
13 February 2026 8:29 WIB
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB