Rupiah menguat seiring kasus harian COVID-19 turun
Selasa, 24 Agustus 2021 11:00 WIB
Karyawan melayani pembelian uang dolar Amerika Serikat (AS) di sebuah tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (20/11/2020). Nilai tukar rupiah melemah 10 poin (0,07 persen) terhadap mata uang Negeri Paman Sam tersebut dan ditutup pada level Rp14.165 per dolar AS. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/aww.
Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi bergerak menguat seiring kasus harian COVID-19 di Indonesia yang kini telah turun signifikan hingga di bawah 10.000 kasus.
Rupiah dibuka menguat 20 poin atau 0,14 persen ke posisi Rp14.393 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.413 per dolar AS.
"Penguatan rupiah terhadap dolar AS berpeluang berlanjut hari ini dengan bertahannya sentimen positif terhadap aset berisiko di pasar dan isu tapering yang mereda," kata pengamat pasar uang Ariston Tjendra saat dihubungi di Jakarta, Selasa.
Pagi ini indeks saham regional bergerak naik mengikuti penguatan indeks saham AS semalam. Kenaikan saham AS dipicu oleh kabar vaksin Pfizer mendapatkan persetujuan penuh dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) yang bisa meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk vaksinasi.
Semalam, data survei aktivitas sektor manufaktur dan jasa AS pada Juli dirilis di bawah ekspektasi pasar. Data turun menunjukkan kondisi ekonomi AS belum stabil akibat meningkatnya kasus COVID-19.
Ariston mengatakan lemahnya data tersebut dipandang pelaku pasar tidak mendukung isu tapering pada akhir tahun ini.
"Selain itu dari dalam negeri, penguatan rupiah juga akan didukung oleh PPKM yang sudah diturunkan di beberapa daerah pusat ekonomi seperti Jabodetabek, Surabaya, dan kabupaten/kota lainnya di Jawa dan Bali. Pelonggaran PPKM meningkatkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat," ujar Ariston.
Dari dalam negeri, jumlah kasus harian COVID-19 telah menurun signifikan di mana pada Senin (23/8) mencapai 9.604 kasus sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 3,99 juta kasus.
Sedangkan jumlah kasus meninggal akibat terpapar COVID-19 sudah di bawah 1.000 kasus yaitu mencapai 842 kasus sehingga totalnya mencapai 127.214 kasus. Sementara itu, jumlah kasus sembuh bertambah sebanyak 24.758 kasus sehingga total pasien sembuh mencapai 3,57 juta kasus. Dengan demikian, total kasus aktif COVID-19 mencapai 290.764 kasus.
Ariston mengatakan rupiah hari ini akan bergerak menguat ke kisaran Rp14.350 per dolar AS dengan potensi resisten di kisaran Rp14.430 per dolar AS.
Pada Senin (23/8) kemarin, rupiah ditutup menguat 40 poin atau 0,28 persen ke posisi Rp14.413 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.453 per dolar AS.
Rupiah dibuka menguat 20 poin atau 0,14 persen ke posisi Rp14.393 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.413 per dolar AS.
"Penguatan rupiah terhadap dolar AS berpeluang berlanjut hari ini dengan bertahannya sentimen positif terhadap aset berisiko di pasar dan isu tapering yang mereda," kata pengamat pasar uang Ariston Tjendra saat dihubungi di Jakarta, Selasa.
Pagi ini indeks saham regional bergerak naik mengikuti penguatan indeks saham AS semalam. Kenaikan saham AS dipicu oleh kabar vaksin Pfizer mendapatkan persetujuan penuh dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) yang bisa meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk vaksinasi.
Semalam, data survei aktivitas sektor manufaktur dan jasa AS pada Juli dirilis di bawah ekspektasi pasar. Data turun menunjukkan kondisi ekonomi AS belum stabil akibat meningkatnya kasus COVID-19.
Ariston mengatakan lemahnya data tersebut dipandang pelaku pasar tidak mendukung isu tapering pada akhir tahun ini.
"Selain itu dari dalam negeri, penguatan rupiah juga akan didukung oleh PPKM yang sudah diturunkan di beberapa daerah pusat ekonomi seperti Jabodetabek, Surabaya, dan kabupaten/kota lainnya di Jawa dan Bali. Pelonggaran PPKM meningkatkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat," ujar Ariston.
Dari dalam negeri, jumlah kasus harian COVID-19 telah menurun signifikan di mana pada Senin (23/8) mencapai 9.604 kasus sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 3,99 juta kasus.
Sedangkan jumlah kasus meninggal akibat terpapar COVID-19 sudah di bawah 1.000 kasus yaitu mencapai 842 kasus sehingga totalnya mencapai 127.214 kasus. Sementara itu, jumlah kasus sembuh bertambah sebanyak 24.758 kasus sehingga total pasien sembuh mencapai 3,57 juta kasus. Dengan demikian, total kasus aktif COVID-19 mencapai 290.764 kasus.
Ariston mengatakan rupiah hari ini akan bergerak menguat ke kisaran Rp14.350 per dolar AS dengan potensi resisten di kisaran Rp14.430 per dolar AS.
Pada Senin (23/8) kemarin, rupiah ditutup menguat 40 poin atau 0,28 persen ke posisi Rp14.413 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.453 per dolar AS.
Pewarta : Citro Atmoko
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB
Harga emas Antam Selasa (10/02/2026) hari ini naik Rp14.000 menjadi Rp2,954 juta/gram
10 February 2026 10:00 WIB
Selasa (10/02/2026) hari ini emas UBS Rp2,993 juta/gr dan Galeri24 Rp2,979 juta/gr
10 February 2026 9:02 WIB
Harga emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Senin (09/02/2026) hari ini, simak daftarnya
09 February 2026 9:06 WIB
Minggu (08/02/2026) hari ini, Harga emas UBS Rp2,972 juta per gr, Galeri24 Rp2,958 juta per gr
08 February 2026 9:00 WIB