Conor McGregor kalah dari Dustin Poirier akibat kakinya patah
Minggu, 11 Juli 2021 13:37 WIB
Conor McGregor menerima perawatan medis saat laga melawan Dustin Poirier dalam laga kelas ringan UFC 264 di T-Mobile Arena, Las Vegas, AS, Sabtu (10/7/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Steve Marcus/foc.
Jakarta (ANTARA) - Pertarungan trilogi Sabtu malam (Minggu WIB) antara Dustin Poirier dan Conor McGregor berlangsung keras hingga cedera aneh menghentikan segalanya.
Petarung Irlandia McGregor (22-6) gagal memukul pada detik-detik terakhir ronde pembuka pertarungan utama kelas ringan UFC 264 di T-Mobile Arena di Las Vegas itu, kemudian pergelangan kaki kirinya patah ketika ia mundur.
Dokter di pinggir ring meminta pertarungan dihentikan, sehingga pertarungan tersebut dicatat sebagai TKO pada menit 5:00 dan dimenangi oleh Poirier (28-6), yang memenangi dua pertarungan terakhir dari tiga duel mereka.
Seperti disiarkan Reuters, Minggu, McGregor harus meninggalkan arena dengan tandu.
Itu merupakan akhir antiklimaks atas ronde yang penuh aksi, di mana McGregor mengawali dengan berbagai tendangan cepat, kemudian memberikan cekikan guillotine. Poirier melawan Ia lalu memanfaatkan posisi yang di atas pada matras untuk menghujani pukulan keras dengan tangan dan sikunya. Mereka baru kembali berdiri pada momen-momen terakhir ketika cedera fatal itu terjadi.
Setelah pertarungan, Poirier menangkis omong kosong McGregor menjelang pertarungan, saat mantan juara kelas ringan dan kelas bulu UFC itu menyatakan akan membunuh Poirier dan membuat komentar tidak pantas tentang istrinya.
"Ia mengatakan kepada saya ia akan mematikan saya, membunuh saya, Anda jangan berkata seperti itu, Bung," kata Poirier, yang menang untuk kedelapan kali dalam sembilan pertarungan terakhirnya. "Orang itu kantong sampah. Karma tidak b----, ia sebuah cermin."
Pertarungan lainnya malam itu, bisa digambarkan sebagai masalah taktik, saat petarung Brazil Gilbert Burns menghadapi mantan penantang gelar kelas welter Stephen Thomson asal South Carolina. Burns (20-4) menggunakan permainan grapplingnya untuk menahan Thompson (16-5-1) dari menerapkan permainan kickboxingnya, yang bagus untuk menang dengan keputusan bulat dengan skor 29-28.
Penonton pada umumnya tidak puas dengan kurangnya aksi dari pertarungan tersebut, yang terjadi satu pertarungan setelah pertarungan liar.
Petarung kelas berat Australia Tai Tuivasa (13-3) hanya membutuhkan 67 detik untuk mencetak KO keras atas mantan NFL All-Pro dan terpidana pelaku kekerasan domestik Greg Hardy (7-4). Pukulan keras ke rahang lah yang melakukannya.
Petarung Irlandia McGregor (22-6) gagal memukul pada detik-detik terakhir ronde pembuka pertarungan utama kelas ringan UFC 264 di T-Mobile Arena di Las Vegas itu, kemudian pergelangan kaki kirinya patah ketika ia mundur.
Dokter di pinggir ring meminta pertarungan dihentikan, sehingga pertarungan tersebut dicatat sebagai TKO pada menit 5:00 dan dimenangi oleh Poirier (28-6), yang memenangi dua pertarungan terakhir dari tiga duel mereka.
Seperti disiarkan Reuters, Minggu, McGregor harus meninggalkan arena dengan tandu.
Itu merupakan akhir antiklimaks atas ronde yang penuh aksi, di mana McGregor mengawali dengan berbagai tendangan cepat, kemudian memberikan cekikan guillotine. Poirier melawan Ia lalu memanfaatkan posisi yang di atas pada matras untuk menghujani pukulan keras dengan tangan dan sikunya. Mereka baru kembali berdiri pada momen-momen terakhir ketika cedera fatal itu terjadi.
Setelah pertarungan, Poirier menangkis omong kosong McGregor menjelang pertarungan, saat mantan juara kelas ringan dan kelas bulu UFC itu menyatakan akan membunuh Poirier dan membuat komentar tidak pantas tentang istrinya.
"Ia mengatakan kepada saya ia akan mematikan saya, membunuh saya, Anda jangan berkata seperti itu, Bung," kata Poirier, yang menang untuk kedelapan kali dalam sembilan pertarungan terakhirnya. "Orang itu kantong sampah. Karma tidak b----, ia sebuah cermin."
Pertarungan lainnya malam itu, bisa digambarkan sebagai masalah taktik, saat petarung Brazil Gilbert Burns menghadapi mantan penantang gelar kelas welter Stephen Thomson asal South Carolina. Burns (20-4) menggunakan permainan grapplingnya untuk menahan Thompson (16-5-1) dari menerapkan permainan kickboxingnya, yang bagus untuk menang dengan keputusan bulat dengan skor 29-28.
Penonton pada umumnya tidak puas dengan kurangnya aksi dari pertarungan tersebut, yang terjadi satu pertarungan setelah pertarungan liar.
Petarung kelas berat Australia Tai Tuivasa (13-3) hanya membutuhkan 67 detik untuk mencetak KO keras atas mantan NFL All-Pro dan terpidana pelaku kekerasan domestik Greg Hardy (7-4). Pukulan keras ke rahang lah yang melakukannya.
Pewarta : Fitri Supratiwi
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Manchester United amankan kemenangan meyakinkan atas Crystal Palace
27 September 2023 9:34 WIB, 2023
Meski unggul selisih dua gol, Lopetegui minta Sevilla tetap waspadai Dinamo Zagreb
25 February 2022 6:08 WIB, 2022
Bukan masalah uang, ini alasan Anthony Martial putuskan pindah ke Sevilla
27 January 2022 5:49 WIB, 2022
Kepindahan Anthony Martial ke Sevilla dinilai tepat untuk dapat bermain reguler
27 January 2022 5:33 WIB, 2022
Manchester United setuju pinjamkan Anthony Martial ke Sevilla untuk sisa musim ini
25 January 2022 7:41 WIB, 2022
Telan kekalahan 1-2 , Manchester United terjerembab di markas Istanbul Basaksehir
05 November 2020 5:53 WIB, 2020
Raup kemenangan telak 6-1, Tottenham jadikan Manchester United bulan-bulanan
05 October 2020 6:52 WIB, 2020
Terpopuler - Olahraga
Lihat Juga
Klasemen BRI Super Legue pekan ke-21, Sabtu (14/2/2026), edisi tuan rumah kalah
14 February 2026 21:28 WIB
Klasemen BRI Super League pekan ke-21 Jumat (13/2/2026), Malut pepet Persija, Semen Padang tetap ke-16
13 February 2026 21:24 WIB
Malut United jamu Persijap Jumat (13/2/2026) dan pengaruhnya ke posisi Semen Padang FC
13 February 2026 17:36 WIB