Mayoritas warga Jepang masih menentang Olimpiade Tokyo
Selasa, 9 Februari 2021 9:07 WIB
Logo Olimpiade Tokyo 2020 yang ditunda hingga 2021 karena wabah penyakit coronavirus (COVID-19), terlihat melalui rambu lalu lintas di gedung Kantor Pemerintah Metropolitan Tokyo di Tokyo, Jepang 22 Januari 2021. ANTARA/REUTERS / Issei Kato/pri. (REUTERS/ISSEI KATO)
Jakarta (ANTARA) - Dalam sebuah jajak pendapat yang dilakukan media lokal, diketahui mayoritas warga Jepang tetap menentang penyelenggaraan Olimpiade Tokyo pada saat pandemi virus corona masih mengganas.
Laporan Reuters, yang mengutip hasil jajak pendapat Yomiuri Shinbun, melaporkan bahwa 61 persen responden gabungan menginginkan olimpiade ditunda atau dibatalkan sama sekali.
Namun persentase individu yang tidak setuju mengalami penurunan secara signifikan dari jajak sebelumnya sebesar 20 persen. Pada jajak pendapat sebelumnya, ketidaksetujuan pelaksanaan olimpiade mencapai 80 persen.
Hanya 36 persen dari publik yang mendukung penyelenggaraan Olimpiade Tokyo musim panas ini, di mana 28 persen tidak ingin ada penonton, sementara sisanya delapan persen tetap mendukung adanya penonton.
Olimpiade Tokyo ditunda tahun lalu karena pandemi COVID-19 dan dijadwalkan ulang untuk berlangsung tahun ini mulai 23 Juli.
Sekitar 56 persen responden memperkirakan pandemi virus corona tetap tidak berubah di musim panas, sementara 37 persen mengantisipasi perbaikan dan tiga persen melihatnya semakin buruk. Sekitar 70 persen percaya vaksinasi akan membantu menyelesaikan situasi, melebihi mereka yang tidak melihat pembatasan. (*)
Laporan Reuters, yang mengutip hasil jajak pendapat Yomiuri Shinbun, melaporkan bahwa 61 persen responden gabungan menginginkan olimpiade ditunda atau dibatalkan sama sekali.
Namun persentase individu yang tidak setuju mengalami penurunan secara signifikan dari jajak sebelumnya sebesar 20 persen. Pada jajak pendapat sebelumnya, ketidaksetujuan pelaksanaan olimpiade mencapai 80 persen.
Hanya 36 persen dari publik yang mendukung penyelenggaraan Olimpiade Tokyo musim panas ini, di mana 28 persen tidak ingin ada penonton, sementara sisanya delapan persen tetap mendukung adanya penonton.
Olimpiade Tokyo ditunda tahun lalu karena pandemi COVID-19 dan dijadwalkan ulang untuk berlangsung tahun ini mulai 23 Juli.
Sekitar 56 persen responden memperkirakan pandemi virus corona tetap tidak berubah di musim panas, sementara 37 persen mengantisipasi perbaikan dan tiga persen melihatnya semakin buruk. Sekitar 70 persen percaya vaksinasi akan membantu menyelesaikan situasi, melebihi mereka yang tidak melihat pembatasan. (*)
Pewarta : Roy Rosa Bachtiar
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Atlet Olimpiade Tokyo asal Jawa Barat Melani Putri kembali berjaya
13 September 2024 11:26 WIB, 2024
Atlet Olimpiade Tokyo pastikan satu tempat di partai final dayung PON
08 September 2024 18:58 WIB, 2024
Mutiara Rahma Putri jadikan pengalaman Olimpiade Tokyo motivasi di PON
08 September 2024 18:57 WIB, 2024
Indonesia tawarkan kerja sama tangani zoonosis dengan perguruan tinggi Jepang
23 June 2023 7:47 WIB, 2023
Terpopuler - Olahraga
Lihat Juga
Klasemen BRI Super League pekan ke-21 Jumat (13/2/2026), Malut pepet Persija, Semen Padang tetap ke-16
13 February 2026 21:24 WIB
Malut United jamu Persijap Jumat (13/2/2026) dan pengaruhnya ke posisi Semen Padang FC
13 February 2026 17:36 WIB
Persib vs Borneo batal bentrok di pekan ke-21, klasemen papan atas tak bergeser
12 February 2026 7:55 WIB