Wall Street ditutup beragam
Selasa, 22 Desember 2020 7:53 WIB
Tetesan air hujan di papan tanda untuk Wall Street di luar Bursa Efek New York di Manhattan di New York City, New York, AS, 26 Oktober 2020. REUTERS / Mike Segar / File Photo/pri.
New York (ANTARA) - Saham-saham di Wall Street beragam pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena kekhawatiran atas virus baru yang lebih menular dari COVID-19 di Inggris membayangi perkembangan stimulus fiskal di Amerika Serikat yang telah lama dinantikan.
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 37,40 poin atau 0,12 persen menjadi berakhir di 30.216,45 poin. Indeks S&P 500 berkurang 14,49 poin atau 0,39 persen menjadi ditutup di 3.694,92 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir turun 13,12 poin atau 0,10 persen, menjadi 12.742,52 poin.
Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir dengan warna merah, dengan sektor energi dan utilitas ditutup masing-masing jatuh 1,8 persen dan 1,26 persen, memimpin kerugian. Sektor keuangan dan teknologi menguat masing-masing 1,24 persen dan 0,07 persen, hanya dua kelompok yang naik.
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada Sabtu (19/12/2020) mengumumkan pembatasan yang lebih ketat untuk London dan bagian lain Inggris untuk memerangi lonjakan infeksi yang mengkhawatirkan terkait dengan jenis baru virus yang lebih ganas.
Saham-saham terkait perjalanan berada di bawah tekanan ketika lebih banyak negara mengumumkan rencana untuk melarang penerbangan dari dan ke Inggris.
"'Reli Santa' harus menunggu," kata David Carter, kepala investasi di Lenox Wealth Advisors di New York seperti dikutip Reuters. “jalan di depan mungkin bergelombang dan tidak pasti."
Wall Street juga melihat pembaruan tentang tambahan stimulus fiskal AS. Kongres AS mencapai kesepakatan tentang paket bantuan COVID-19 yang telah lama ditunggu-tunggu setelah berbulan-bulan gagal dalam negosiasi.
Paket bantuan 900 miliar dolar AS diatur untuk mencakup putaran pembayaran bantuan langsung tunai lainnya untuk individu, tunjangan pengangguran federal, dan lebih banyak dana untuk Program Perlindungan Gaji guna mendukung bisnis kecil.
"Rencana stimulus fiskal tampaknya cukup besar untuk menahan resesi, tapi tidak lama," tambah Carter. “Namun, meskipun tidak sebesar yang diharapkan oleh banyak pelaku pasar, ini mencakup banyak tindakan bermakna yang dapat mendukung pasar.”
Untuk pekan yang berakhir Jumat (18/12/2020), Dow naik 0,4 persen, sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masing-masing naik 1,3 persen dan 3,1 persen.
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 37,40 poin atau 0,12 persen menjadi berakhir di 30.216,45 poin. Indeks S&P 500 berkurang 14,49 poin atau 0,39 persen menjadi ditutup di 3.694,92 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir turun 13,12 poin atau 0,10 persen, menjadi 12.742,52 poin.
Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir dengan warna merah, dengan sektor energi dan utilitas ditutup masing-masing jatuh 1,8 persen dan 1,26 persen, memimpin kerugian. Sektor keuangan dan teknologi menguat masing-masing 1,24 persen dan 0,07 persen, hanya dua kelompok yang naik.
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada Sabtu (19/12/2020) mengumumkan pembatasan yang lebih ketat untuk London dan bagian lain Inggris untuk memerangi lonjakan infeksi yang mengkhawatirkan terkait dengan jenis baru virus yang lebih ganas.
Saham-saham terkait perjalanan berada di bawah tekanan ketika lebih banyak negara mengumumkan rencana untuk melarang penerbangan dari dan ke Inggris.
"'Reli Santa' harus menunggu," kata David Carter, kepala investasi di Lenox Wealth Advisors di New York seperti dikutip Reuters. “jalan di depan mungkin bergelombang dan tidak pasti."
Wall Street juga melihat pembaruan tentang tambahan stimulus fiskal AS. Kongres AS mencapai kesepakatan tentang paket bantuan COVID-19 yang telah lama ditunggu-tunggu setelah berbulan-bulan gagal dalam negosiasi.
Paket bantuan 900 miliar dolar AS diatur untuk mencakup putaran pembayaran bantuan langsung tunai lainnya untuk individu, tunjangan pengangguran federal, dan lebih banyak dana untuk Program Perlindungan Gaji guna mendukung bisnis kecil.
"Rencana stimulus fiskal tampaknya cukup besar untuk menahan resesi, tapi tidak lama," tambah Carter. “Namun, meskipun tidak sebesar yang diharapkan oleh banyak pelaku pasar, ini mencakup banyak tindakan bermakna yang dapat mendukung pasar.”
Untuk pekan yang berakhir Jumat (18/12/2020), Dow naik 0,4 persen, sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masing-masing naik 1,3 persen dan 3,1 persen.
Pewarta : Apep Suhendar
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
IHSG diprediksi lanjutkan pelemahan, pasar tunggu negosiasi RI-Amerika Serikat
09 April 2025 9:18 WIB, 2025
Saham Wall Street ditutup lebih tinggi, Dow bukukan kenaikan hari kedelapan
20 July 2023 7:41 WIB, 2023
Saham-saham Wall Street Sabtu pagi berakhir turun tajam tertekan kecemasan penularan bank
18 March 2023 6:47 WIB, 2023
Saham-saham Wall St Selasa pagi sebagian besar turun terseret saham bank, Nasdaq menguat
14 March 2023 7:09 WIB, 2023
Saham-saham Wall Street Kamis pagi beragam, investor bidik data pekerjaan mendatang
09 March 2023 7:11 WIB, 2023
Saham-saham Wall St Rabu pagi anjlok imbas Powell isyaratkan kenaikan suku bunga lebih tajam
08 March 2023 6:28 WIB, 2023
Saham-saham Wall Street Selasa pagi ditutup beragam jelang kesaksian Powell, laporan pekerjaan
07 March 2023 6:34 WIB, 2023
Saham-saham Wall Street Jumat pagi menetap lebih tinggi setelah imbal hasil obligasi melemah
03 March 2023 6:20 WIB, 2023
Saham-saham Wall Street Kamis pagi beragam di tengah imbal hasil obligasi meningkat
02 March 2023 6:58 WIB, 2023
Saham-saham Wall St Sabtu pagi turun tajam, catat kerugian mingguan terbesar 2023
25 February 2023 7:51 WIB, 2023