Begini perkirakan kondisi ekonomi Sumbar pada 2022, menurut pengamat dari Unand
Senin, 7 Desember 2020 15:10 WIB
Pengamat ekonomi Unand Padang, Efa Yonedi. (antarasumbar/Ikhwan Wahyudi)
Padang (ANTARA) - Pengamat ekonomi Universitas Andalas (Unand) Padang, Efa Yonedi Phd memperkirakan ekonomi Sumatera Barat (Sumbar) akan pulih pada 2022 setelah mengalami kontraksi akibat pandemi Corona Virus Disease (COVID-19).
"Berdasarkan hasil riset Fakultas Ekonomi Unand, ekonomi Sumbar mulai tumbuh kembali pada 2021 dengan angka sekitar 2,5 persen," kata dia di Padang, Senin.
Ia menyampaikan hal itu pada pemaparan Kondisi Sektor Jasa Keuangan dan Outlook Perekonomian Provinsi Sumbar 2021 digelar OJK Sumbar.
Menurutnya untuk kembali ke kondisi ekonomi sebelum COVID-19 akan tergantung kepada seberapa efektif kebijakan kesehatan yang diambil pemerintah termasuk sudah mulai ditemukan vaksin.
"Ini butuh koordinasi dan sinergi kebijakan dari berbagai pihak agar lebih efektif," ujarnya yang saat ini menjabat sebagai Dekan Fakultas Ekonomi Unand.
Efa menilai butuh waktu sekitar dua tahun untuk menumbuhkan kembali ekonomi Sumbar agar kembali normal.
"Koordinasi dan sinergi kebijakan menjadi kunci utama, tapi yang lebih penting adalah eksekusi," kata dia.
Ia melihat salah satu faktor yang menyebabkan pemulihan ekonomi bisa menjadi lebih cepat adalah COVID-19 muncul setelah internet hadir di tengah kehidupan manusia.
"Bisa dibayangkan kalau COVID-19 muncul saat internet belum hadir, maka sektor ekonomi akan benar-benar anjlok karena tidak bisa melakukan aktivitas sama sekali," kata dia.
Berdasarkan informasi yang dihimpun pada triwulan II 2020 ekonomi Sumbar minus 4,28 dan triwulan III minus 2,38.
Akan tetapi, ia meyakini pertumbuhan ekonomi Sumbar kurvanya berbentuk huruf V yang sedang turun kemudian naik kembali.
Salah satu strategi mempercepat pertumbuhan ekonomi adalah meningkatkan penyaluran kredit dengan mengoptimalkan peran perbankan, katanya.
Kemudian mengoptimalkan digitalisasi pada sektor perbankan karena ini merupakan suatu keharusan karena jika tidak akan ditinggal nasabah.
Selain itu meningkatkan konsumsi rumah tangga, hingga memperbaiki kinerja ekspor dan membangkitkan kembali sektor pariwisata menjadi strategi mempercepat pemulihan ekonomi Sumbar.
"Berdasarkan hasil riset Fakultas Ekonomi Unand, ekonomi Sumbar mulai tumbuh kembali pada 2021 dengan angka sekitar 2,5 persen," kata dia di Padang, Senin.
Ia menyampaikan hal itu pada pemaparan Kondisi Sektor Jasa Keuangan dan Outlook Perekonomian Provinsi Sumbar 2021 digelar OJK Sumbar.
Menurutnya untuk kembali ke kondisi ekonomi sebelum COVID-19 akan tergantung kepada seberapa efektif kebijakan kesehatan yang diambil pemerintah termasuk sudah mulai ditemukan vaksin.
"Ini butuh koordinasi dan sinergi kebijakan dari berbagai pihak agar lebih efektif," ujarnya yang saat ini menjabat sebagai Dekan Fakultas Ekonomi Unand.
Efa menilai butuh waktu sekitar dua tahun untuk menumbuhkan kembali ekonomi Sumbar agar kembali normal.
"Koordinasi dan sinergi kebijakan menjadi kunci utama, tapi yang lebih penting adalah eksekusi," kata dia.
Ia melihat salah satu faktor yang menyebabkan pemulihan ekonomi bisa menjadi lebih cepat adalah COVID-19 muncul setelah internet hadir di tengah kehidupan manusia.
"Bisa dibayangkan kalau COVID-19 muncul saat internet belum hadir, maka sektor ekonomi akan benar-benar anjlok karena tidak bisa melakukan aktivitas sama sekali," kata dia.
Berdasarkan informasi yang dihimpun pada triwulan II 2020 ekonomi Sumbar minus 4,28 dan triwulan III minus 2,38.
Akan tetapi, ia meyakini pertumbuhan ekonomi Sumbar kurvanya berbentuk huruf V yang sedang turun kemudian naik kembali.
Salah satu strategi mempercepat pertumbuhan ekonomi adalah meningkatkan penyaluran kredit dengan mengoptimalkan peran perbankan, katanya.
Kemudian mengoptimalkan digitalisasi pada sektor perbankan karena ini merupakan suatu keharusan karena jika tidak akan ditinggal nasabah.
Selain itu meningkatkan konsumsi rumah tangga, hingga memperbaiki kinerja ekspor dan membangkitkan kembali sektor pariwisata menjadi strategi mempercepat pemulihan ekonomi Sumbar.
Pewarta : Ikhwan Wahyudi
Editor : Hendra Agusta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Harga emas Antam Sabtu (14/02/2026) hari ini naik Rp50 ribu jadi Rp2,954 juta per gram
14 February 2026 9:44 WIB
Sabtu (14/02/2026) hari ini, emas UBS Rp2,961 juta per gr, Galeri24 Rp2,938 juta per gr
14 February 2026 6:25 WIB
Jumat (13/02/2026) pagi emas UBS Rp3,008 juta/gr dan Galeri24 Rp2,992 juta/gr
13 February 2026 8:29 WIB
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB