Wall Street tumbang
Jumat, 4 September 2020 8:13 WIB
Ilustrasi - Pialang sedang bekerja di lantai Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat. ANTARA/REUTERS/Andrew Kelly/pri. (ANTARA/REUTERS/Andrew Kelly)
New York (ANTARA) - Saham-saham di Wall Street tumbang pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi), karena aksi jual tajam pada saham teknologi menyeret pasar yang lebih luas, setelah indeks-indeks utama mencatat rekor penutupan tertinggi sehari sebelumnya.
Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 807,77 poin atau 2,78 persen, menjadi berakhir pada 28.292,73 poin. Indeks 30 saham unggulan atau blue chips merosot lebih dari 1.000 poin atau sekitar 3,5 persen, di posisi terendah.
Sementara itu, indeks S&P 500 terpuruk 125,78 poin atau 3,51 persen, menjadi berakhir di 3.455,06 poin, dan Indeks Komposit Nasdaq terperosok 598,34 poin atau 4,96 persen menjadi ditutup pada 11.458,10 poin.
Saham Apple dan Microsoft masing-masing rontok 8,0 persen dan 6,2 persen, memimpin penurunan di Dow. Saham raksasa teknologi AS lainnya termasuk Amazon, Netflix, dan induks perusahaan Google, Alphabet juga menurun drastis.
Semua 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih rendah, dengan sektor teknologi jatuh 5,8 persen, merupakan kelompok dengan kinerja terburuk.
Di sisi data, Indeks Manajer Pembelian (PMI) sektor jasa AS turun menjadi 56,9 persen pada Agustus dari angka Juli sebesar 58,1 persen, Institute for Supply Management (ISM) melaporkan pada Kamis (3/9/2020), menunjukkan laju pertumbuhan yang lebih lambat.
Klaim pengangguran awal warga Amerika Serikat, cara kasar untuk mengukur PHK, turun menjadi 881.000 pada pekan yang berakhir 29 Agustus, menyusul revisi naik 1,01 juta pada pekan sebelumnya, kata Departemen Tenaga Kerja.
Penurunan klaim baru terutama berasal dari perubahan besar dalam metodologi penyesuaian secara musiman dan pasar tenaga kerja menunjukkan sedikit kemajuan tanpa adanya perubahan tersebut, menurut analis.
Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 807,77 poin atau 2,78 persen, menjadi berakhir pada 28.292,73 poin. Indeks 30 saham unggulan atau blue chips merosot lebih dari 1.000 poin atau sekitar 3,5 persen, di posisi terendah.
Sementara itu, indeks S&P 500 terpuruk 125,78 poin atau 3,51 persen, menjadi berakhir di 3.455,06 poin, dan Indeks Komposit Nasdaq terperosok 598,34 poin atau 4,96 persen menjadi ditutup pada 11.458,10 poin.
Saham Apple dan Microsoft masing-masing rontok 8,0 persen dan 6,2 persen, memimpin penurunan di Dow. Saham raksasa teknologi AS lainnya termasuk Amazon, Netflix, dan induks perusahaan Google, Alphabet juga menurun drastis.
Semua 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih rendah, dengan sektor teknologi jatuh 5,8 persen, merupakan kelompok dengan kinerja terburuk.
Di sisi data, Indeks Manajer Pembelian (PMI) sektor jasa AS turun menjadi 56,9 persen pada Agustus dari angka Juli sebesar 58,1 persen, Institute for Supply Management (ISM) melaporkan pada Kamis (3/9/2020), menunjukkan laju pertumbuhan yang lebih lambat.
Klaim pengangguran awal warga Amerika Serikat, cara kasar untuk mengukur PHK, turun menjadi 881.000 pada pekan yang berakhir 29 Agustus, menyusul revisi naik 1,01 juta pada pekan sebelumnya, kata Departemen Tenaga Kerja.
Penurunan klaim baru terutama berasal dari perubahan besar dalam metodologi penyesuaian secara musiman dan pasar tenaga kerja menunjukkan sedikit kemajuan tanpa adanya perubahan tersebut, menurut analis.
Pewarta : Apep Suhendar
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
IHSG diprediksi lanjutkan pelemahan, pasar tunggu negosiasi RI-Amerika Serikat
09 April 2025 9:18 WIB, 2025
Saham Wall Street ditutup lebih tinggi, Dow bukukan kenaikan hari kedelapan
20 July 2023 7:41 WIB, 2023
Saham-saham Wall Street Sabtu pagi berakhir turun tajam tertekan kecemasan penularan bank
18 March 2023 6:47 WIB, 2023
Saham-saham Wall St Selasa pagi sebagian besar turun terseret saham bank, Nasdaq menguat
14 March 2023 7:09 WIB, 2023
Saham-saham Wall Street Kamis pagi beragam, investor bidik data pekerjaan mendatang
09 March 2023 7:11 WIB, 2023
Saham-saham Wall St Rabu pagi anjlok imbas Powell isyaratkan kenaikan suku bunga lebih tajam
08 March 2023 6:28 WIB, 2023
Saham-saham Wall Street Selasa pagi ditutup beragam jelang kesaksian Powell, laporan pekerjaan
07 March 2023 6:34 WIB, 2023
Saham-saham Wall Street Jumat pagi menetap lebih tinggi setelah imbal hasil obligasi melemah
03 March 2023 6:20 WIB, 2023
Saham-saham Wall Street Kamis pagi beragam di tengah imbal hasil obligasi meningkat
02 March 2023 6:58 WIB, 2023
Saham-saham Wall St Sabtu pagi turun tajam, catat kerugian mingguan terbesar 2023
25 February 2023 7:51 WIB, 2023