IHSG dibuka melemah jelang rilis data inflasi Agustus
Senin, 3 Agustus 2020 10:15 WIB
Ilustrasi - Sejumlah pengunjung duduk berlatar belakang pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aa)
Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin pagi melemah jelang rilis data inflasi Agustus 2020 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) siang nanti.
IHSG dibuka melemah 7,65 poin atau 0,15 persen ke posisi 5.141,97. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 1,96 poin atau 0,24 persen menjadi 801,05.
"IHSG diperkirakan menguat pada perdagangan hari ini, yang ditopang oleh sejumlah sentimen," kata Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah di Jakarta, Senin.
Dari domestik, angka Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Juli membaik menjadi 46,9, naik dari 7,8 poin dibandingkan Juni 39,1.
Selain itu, inflasi Juli 2020 diperkirakan stabil dan saham regional Asia diperkirakan menguat, terimbas dari pasar AS yang menguat pada perdagangan Jumat (31/7) lalu.
Dari eksternal, bank sentral AS The Fed kembali berjanji untuk menggunakan berbagai instrumen untuk mendukung perekonomian.
Sementara itu, obat antivirus dari Gilead Sciences Inc dipercaya dapat mengobati COVID-19.
Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei menguat 459,05 poin atau 2,11 persen ke 22.169,05, indeks Hang Seng turun 16,46 poin atau 0,07 persen ke 24.578,89, dan indeks Straits Times melemah 21,49 atau 0,85 ke 2.508,33.
IHSG dibuka melemah 7,65 poin atau 0,15 persen ke posisi 5.141,97. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 1,96 poin atau 0,24 persen menjadi 801,05.
"IHSG diperkirakan menguat pada perdagangan hari ini, yang ditopang oleh sejumlah sentimen," kata Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah di Jakarta, Senin.
Dari domestik, angka Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Juli membaik menjadi 46,9, naik dari 7,8 poin dibandingkan Juni 39,1.
Selain itu, inflasi Juli 2020 diperkirakan stabil dan saham regional Asia diperkirakan menguat, terimbas dari pasar AS yang menguat pada perdagangan Jumat (31/7) lalu.
Dari eksternal, bank sentral AS The Fed kembali berjanji untuk menggunakan berbagai instrumen untuk mendukung perekonomian.
Sementara itu, obat antivirus dari Gilead Sciences Inc dipercaya dapat mengobati COVID-19.
Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei menguat 459,05 poin atau 2,11 persen ke 22.169,05, indeks Hang Seng turun 16,46 poin atau 0,07 persen ke 24.578,89, dan indeks Straits Times melemah 21,49 atau 0,85 ke 2.508,33.
Pewarta : Citro Atmoko
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Jumat (13/02/2026) pagi emas UBS Rp3,008 juta/gr dan Galeri24 Rp2,992 juta/gr
13 February 2026 8:29 WIB
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB
Harga emas Antam Selasa (10/02/2026) hari ini naik Rp14.000 menjadi Rp2,954 juta/gram
10 February 2026 10:00 WIB
Selasa (10/02/2026) hari ini emas UBS Rp2,993 juta/gr dan Galeri24 Rp2,979 juta/gr
10 February 2026 9:02 WIB