Pemkot Solok ikuti vicon kebijakan proses belajar 2020/2021
Selasa, 7 Juli 2020 9:48 WIB
Wali Kota Solok Zul Elfian mengikuti video conference (vicon) dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bertempat di E-Gov Monitoring Room Balai Kota Solok. (Antara/ist)
Solok (ANTARA) - Wali Kota Solok Zul Elfian mengikuti video conference (vicon) dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bertempat di E-Gov Monitoring Room Balai Kota Solok, yang terhubung dengan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, para Kepala OPD terkait di lingkungan Pemprov Sumbar, serta seluruh kepala daerah di Provinsi Sumatera Barat.
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dalam paparannya, melalui Vicon, Senin mengatakan kebijakan terhadap proses belajar mengajar di tahun ajaran 2020/2021 sepenuhnya diberikan wewenang kepada bupati dan wali kota untuk mengambil keputusan.
"SMA sederajat yang wewenangnya berada di Pemprov Sumbar, juga akan mengikuti keputusan kepala daerah. Jika mulai tatap muka kami akan membuka juga," ujar dia.
Selain itu, ia mengharapkan proses pembelajaran akan dilakukan secara daring sampai Desember 2020, sambil melihat kondisi-kondisi ke depannya.
Ada tiga kondisi yang sudah disiapkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, yakni pembelajaran Tatap Muka, Tatap Maya dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Luring.
Untuk itu, diharapkan sebelum mengambil keputusan, Bupati dan Walikota benar-benar telah melakukan kajian mendalam dan persiapan yang matang agar dapat berjalan dengan baik.
Di samping itu, Wali Kota Solok Zul Elfian dalam diskusi Vicon tersebut mengatakan keselamatan siswa merupakan hal utama yang harus diperhatikan. "Jangan sampai kita korbankan mereka hanya untuk kepentingan sesaat," kata dia.
"Anak-anak kita tetap memerlukan pendidikan. Tapi di kondisi pandemi saat ini kita tidak harus melakukan tatap muka, sudah ada metode daring (online) dalam melakukan proses pendidikan," katanya.
Sementara itu, untuk daerah yang tidak terjangkau jaringan, diminta ada tenaga khusus yang akan berkunjung ke satu rumah, dengan mengumpulkan maksimal 5 orang yang berdekatan rumahnya dan tetap memperhatikan protokol kesehatan COVID-19.
Adapun yang menjadi kebanggaan di Provinsi Sumatera Barat, kita semua bersatu dalam satu kesatuan untuk memerangi pandemi COVID-19.
"Dalam proses pembelajaran ini kita berharap tetap dalam satu kesatuan. Jangan ada yang terpisah. Kami di Kota Solok siap menerima dan melaksanakan anjuran dari Gubernur," tutup dia.
Vicon tersebut membahas empat topik utama yakni Kajian epidemiologi COVID-19 di Sumatera Barat, evaluasi pelaksanaan Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman COVID-19 (TNB-PAC), Tindakan pengendalian Covid-19 di masa TNB-PAC, dan kebijakan terhadap proses belajar mengajar di Tahun Ajaran 2020/2021.
Turut mendampingi, Sekretaris Daerah Kota Solok Syaiful A, Kepala Dinas Pendidikan Kota Solok Rosavella YD, Kepala OPD terkait lainnya. (*)
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dalam paparannya, melalui Vicon, Senin mengatakan kebijakan terhadap proses belajar mengajar di tahun ajaran 2020/2021 sepenuhnya diberikan wewenang kepada bupati dan wali kota untuk mengambil keputusan.
"SMA sederajat yang wewenangnya berada di Pemprov Sumbar, juga akan mengikuti keputusan kepala daerah. Jika mulai tatap muka kami akan membuka juga," ujar dia.
Selain itu, ia mengharapkan proses pembelajaran akan dilakukan secara daring sampai Desember 2020, sambil melihat kondisi-kondisi ke depannya.
Ada tiga kondisi yang sudah disiapkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, yakni pembelajaran Tatap Muka, Tatap Maya dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Luring.
Untuk itu, diharapkan sebelum mengambil keputusan, Bupati dan Walikota benar-benar telah melakukan kajian mendalam dan persiapan yang matang agar dapat berjalan dengan baik.
Di samping itu, Wali Kota Solok Zul Elfian dalam diskusi Vicon tersebut mengatakan keselamatan siswa merupakan hal utama yang harus diperhatikan. "Jangan sampai kita korbankan mereka hanya untuk kepentingan sesaat," kata dia.
"Anak-anak kita tetap memerlukan pendidikan. Tapi di kondisi pandemi saat ini kita tidak harus melakukan tatap muka, sudah ada metode daring (online) dalam melakukan proses pendidikan," katanya.
Sementara itu, untuk daerah yang tidak terjangkau jaringan, diminta ada tenaga khusus yang akan berkunjung ke satu rumah, dengan mengumpulkan maksimal 5 orang yang berdekatan rumahnya dan tetap memperhatikan protokol kesehatan COVID-19.
Adapun yang menjadi kebanggaan di Provinsi Sumatera Barat, kita semua bersatu dalam satu kesatuan untuk memerangi pandemi COVID-19.
"Dalam proses pembelajaran ini kita berharap tetap dalam satu kesatuan. Jangan ada yang terpisah. Kami di Kota Solok siap menerima dan melaksanakan anjuran dari Gubernur," tutup dia.
Vicon tersebut membahas empat topik utama yakni Kajian epidemiologi COVID-19 di Sumatera Barat, evaluasi pelaksanaan Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman COVID-19 (TNB-PAC), Tindakan pengendalian Covid-19 di masa TNB-PAC, dan kebijakan terhadap proses belajar mengajar di Tahun Ajaran 2020/2021.
Turut mendampingi, Sekretaris Daerah Kota Solok Syaiful A, Kepala Dinas Pendidikan Kota Solok Rosavella YD, Kepala OPD terkait lainnya. (*)
Pewarta : Tri Asmaini
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wako Fadly Amran : Pemerintah salurkan Rp4,53 miliar untuk bantu rumah rusak ringan dan sedang akibat bencana di Padang
13 February 2026 12:10 WIB
Perpusda Kota Padang resmi beroperasi, Wako Fadly Amran : Komitmen daerah perkuat literasi masyarakat
12 February 2026 15:10 WIB
Menuju Kota Gastronomi, Wako Fadly Amran : Subsektor kuliner jadi lokomotif kreatif Padang
09 February 2026 17:27 WIB
Wako Solok tinjau dan salurkan bantuan korban kebakaran di Simpang Rumbio
05 February 2026 19:43 WIB
Wako Fadly Amran : Rakornas FKUB strategis untuk perkuat sinergi dan harmonisasi dalam kemajemukan
04 February 2026 19:18 WIB
Narasumber DPMK-TFI, Wako Fadly Amran sampaikan pentingnya pengalaman berorganisasi bagi generasi muda
04 February 2026 17:10 WIB