Dolar AS jatuh, mata uang komoditas menguat saat sentimen risiko membaik
Selasa, 9 Juni 2020 7:26 WIB
Dolar Amerika Serikat. ANTARA/REUTERS/pri. (ANTARA/REUTERS)
New York, (ANTARA) - Dolar AS jatuh dan mata uang komoditas menguat pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena selera risiko meningkat didukung optimisme pemulihan ekonomi dari pandemi Virus Corona setelah laporan pekerjaan AS untuk Mei lebih baik dari yang diperkirakan.
Mata uang safe-haven yen Jepang menguat terhadap dolar, membalikkan kerugian beberapa hari terakhir karena sentimen risiko naik seiring dengan meningkatnya harapan pemulihan ekonomi.
"Pelonggaran negatif ini telah ada sejak minggu terakhir Mei, khususnya spekulasi negatif AS-China," kata Kepala Strategi Valas Exchange Bank of Canada, Erik Bregar di Toronto.
Mata uang komoditas seperti dolar Australia, Selandia Baru, dan Kanada adalah tawaran bagus. Dolar Selandia Baru, misalnya, naik ke level tertinggi dalam empat bulan setelah Selandia Baru mengatakan telah menghentikan penularan virus corona di dalam negaranya.
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Arden pada Senin (8/6/2020) mengatakan negara itu akan mencabut semua tindakan pengendalian virus selain dari kontrol perbatasan, menjadikannya salah satu negara pertama yang melakukannya.
Tetapi ketika Amerika Serikat dan ekonomi di seluruh dunia dibuka kembali, ada keraguan yang merisaukan ke mana arah pemulihan.
"Inggris, misalnya, berencana untuk membuka kembali dan salah satu hal yang perlu dipertimbangkan adalah Brexit," kata Juan Perez, pedagang mata uang di Tempus Inc di Washington.
"Setelah kami menetapkan bahwa Brexit adalah salah satu dari masalah 2019 yang perlu diselesaikan, kita bisa melihat reli besar dalam euro berada di bawah tekanan karena pasar dapat fokus sekali lagi pada jenis kemitraan apa yang akan dimiliki Eropa dengan Inggris," dia menambahkan.
Dalam perdagangan sore indeks dolar turun 0,1 persen menjadi 96,641 dalam perdagangan berfluktuasi.
Dolar turun tajam terhadap yen, jatuh 1,1 persen pada 108,33 yen. Dolar juga melemah 0,6 persen terhadap franc Swiss, mata uang safe haven lainnya, menjadi 0,9566.
Euro menguat terhadap dolar meskipun data menunjukkan produksi industri Jerman jatuh paling dalam pada April karena pandemi memaksa perusahaan-perusahaan di ekonomi terbesar Eropa untuk mengurangi produksi.
Euro terakhir naik 0,2 persen pada 1,1303 dolar. Mata uang tunggal mencapai tertinggi tiga bulan 1,1384 dolar minggu lalu setelah Bank Sentral Eropa mengumumkan akan memperluas program stimulusnya.
Dolar Selandia Baru naik 0,8 persen terhadap greenback menjadi 0,6560 dolar, sebelumnya mencapai tertinggi 0,6564 dolar, yang te
rkuat sejak akhir Januari. Dolar Australia juga naik 0,7 persen menjadi 0,7017 dolar Australia, dengan dolar Kanada juga naik, diperdagangkan 0,4 persen lebih tinggi pada 1,3366 dolar Kanada per dolar AS.
Investor sekarang fokus pada pertemuan kebijakan Federal Reserve AS minggu ini. The Fed perlu menyeimbangkan tanda-tanda bahwa kejatuhan ekonomi dari pandemi telah melewati yang terburuk terhadap bukti bahwa virus itu sendiri belum terkendali. (*)
Mata uang safe-haven yen Jepang menguat terhadap dolar, membalikkan kerugian beberapa hari terakhir karena sentimen risiko naik seiring dengan meningkatnya harapan pemulihan ekonomi.
"Pelonggaran negatif ini telah ada sejak minggu terakhir Mei, khususnya spekulasi negatif AS-China," kata Kepala Strategi Valas Exchange Bank of Canada, Erik Bregar di Toronto.
Mata uang komoditas seperti dolar Australia, Selandia Baru, dan Kanada adalah tawaran bagus. Dolar Selandia Baru, misalnya, naik ke level tertinggi dalam empat bulan setelah Selandia Baru mengatakan telah menghentikan penularan virus corona di dalam negaranya.
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Arden pada Senin (8/6/2020) mengatakan negara itu akan mencabut semua tindakan pengendalian virus selain dari kontrol perbatasan, menjadikannya salah satu negara pertama yang melakukannya.
Tetapi ketika Amerika Serikat dan ekonomi di seluruh dunia dibuka kembali, ada keraguan yang merisaukan ke mana arah pemulihan.
"Inggris, misalnya, berencana untuk membuka kembali dan salah satu hal yang perlu dipertimbangkan adalah Brexit," kata Juan Perez, pedagang mata uang di Tempus Inc di Washington.
"Setelah kami menetapkan bahwa Brexit adalah salah satu dari masalah 2019 yang perlu diselesaikan, kita bisa melihat reli besar dalam euro berada di bawah tekanan karena pasar dapat fokus sekali lagi pada jenis kemitraan apa yang akan dimiliki Eropa dengan Inggris," dia menambahkan.
Dalam perdagangan sore indeks dolar turun 0,1 persen menjadi 96,641 dalam perdagangan berfluktuasi.
Dolar turun tajam terhadap yen, jatuh 1,1 persen pada 108,33 yen. Dolar juga melemah 0,6 persen terhadap franc Swiss, mata uang safe haven lainnya, menjadi 0,9566.
Euro menguat terhadap dolar meskipun data menunjukkan produksi industri Jerman jatuh paling dalam pada April karena pandemi memaksa perusahaan-perusahaan di ekonomi terbesar Eropa untuk mengurangi produksi.
Euro terakhir naik 0,2 persen pada 1,1303 dolar. Mata uang tunggal mencapai tertinggi tiga bulan 1,1384 dolar minggu lalu setelah Bank Sentral Eropa mengumumkan akan memperluas program stimulusnya.
Dolar Selandia Baru naik 0,8 persen terhadap greenback menjadi 0,6560 dolar, sebelumnya mencapai tertinggi 0,6564 dolar, yang te
rkuat sejak akhir Januari. Dolar Australia juga naik 0,7 persen menjadi 0,7017 dolar Australia, dengan dolar Kanada juga naik, diperdagangkan 0,4 persen lebih tinggi pada 1,3366 dolar Kanada per dolar AS.
Investor sekarang fokus pada pertemuan kebijakan Federal Reserve AS minggu ini. The Fed perlu menyeimbangkan tanda-tanda bahwa kejatuhan ekonomi dari pandemi telah melewati yang terburuk terhadap bukti bahwa virus itu sendiri belum terkendali. (*)
Pewarta : Apep Suhendar
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Padang Pariaman minta Semen Padang bantu percepatan pemulihan pascabencana
05 February 2026 14:29 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Kabar cabai rawit terkini, Bapanas sebut ongkos distribusi tentukan harga
16 February 2026 14:27 WIB
Harga emas batangan Antam turun Rp14.000 jadi Rp2,94 juta per gram, Senin (16/02/2026)
16 February 2026 9:21 WIB
Emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Senin (16/02/2025) hari ini tak bergerak
16 February 2026 8:40 WIB
Harga emas Antam Sabtu (14/02/2026) hari ini naik Rp50 ribu jadi Rp2,954 juta per gram
14 February 2026 9:44 WIB
Sabtu (14/02/2026) hari ini, emas UBS Rp2,961 juta per gr, Galeri24 Rp2,938 juta per gr
14 February 2026 6:25 WIB
Jumat (13/02/2026) pagi emas UBS Rp3,008 juta/gr dan Galeri24 Rp2,992 juta/gr
13 February 2026 8:29 WIB
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB