Kemendikbud distibusikan 268.381 APD untuk RS Pendidikan
Minggu, 31 Mei 2020 9:47 WIB
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud menyerahkan bantuan satu set peralatan polymerase chain reaction (PCR) beserta alat pelindung diri (APD) kepada UGM di Balairung UGM, Kamis. ANTARA/HO-Humas UGM
Jakarta (ANTARA) - Pelaksana tugas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Prof Nizam mengatakan, pihaknya telah mendistribusikan sebanyak 268.381 Alat Pelindung Diri (APD) dan 16 set alat Polymerase Chain Reaction (PCR) pada rumah sakit pendidikan.
"Realokasi anggaran Kemendikbud juga diimplementasikan dalam wujud APD dengan total yang didistribusikan sejumlah 268.381 yang di dalamnya sudah termasuk face shield, masker medis, sarung tangan dan lain-lain, kemudian ada juga 16 set PCR, dan pengadaan reagen test," ujar Nizam dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu.
Dia menambahkan pihaknya mendukung perguruan tinggi bergotong-royong melawan pandemi COVID-19. Hal tersebut terlihat dari mobilisasi 15.000 relawan mahasiswa kesehatan untuk menjadi motor Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE).
Kemendikbud melakukan realokasi anggaran hingga Rp405 milyar untuk memperkuat rumah sakit pendidikan dan fakultas kedokteran PTN dan PTS. Melalui program tersebut, kemampuan tes PCR untuk COVID-19 secara nasional bertambah sebesar 7.000 sampel per hari. Hal itu sejalan dan mendukung target yang diminta Presiden Jokowi untuk bisa melakukan tes 10.000 sampel per hari secara nasional.
Kemendikbud melakukan pelaksanaan kerja sama dengan rumah sakit pendidikan PTN/PTS, FK PTN dan PTS, RSUP dan RSUD. Implementasi pelaksanaan tersebut adalah pengiriman alat-alat kesehatan maupun APD yang mencakup 34 provinsi.
Sesditjen Dikti Paristiyanti Nurwardani menjelaskan, penyaluran APD itu berdasarkan wilayah yang jumlah terkonfirmasi positif COVID-19 dari tingkat level yang paling tinggi ke tingkat terendah secara proporsional, dengan mempertimbangkan keterjangkauan lokasi geografis serta kesulitan ketersediaan APD antardaerah yang berbeda- beda.
"Untuk rumah sakit pendidikan PTN/PTS dan FK PTN /PTS langsung disalurkan menggunakan ekspedisi lokal dan diterimakan sesuai alamat yang dituju di dalam surat perjalanannya, dan dilengkapi dengan surat pengantar dan dokumen BAST. Untuk Tujuan RSUD disalurkan melalui PTN/PTS terdekat dengan RSUD, kemudian PTN/ PTS tersebut membantu penyalurannya kepada RSUD yang dituju," katanya.
Paritiyanti menambahkan sejumlah perguruan tinggi juga membantu penyaluran ke RSUD terdekat di wilayahnya untuk mempercepat sinergitas antarinstansi pemerintah didaerah masing masing dan bergotong-royong dalam melaksanakan percepatan penanggulangan COVID-19.
Dengan demikian, diharapkan hal itu membantu masyarakat, terutama masyarakat di daerah untuk secara bersama-sama menanggulangi COVID-19.
"Realokasi anggaran Kemendikbud juga diimplementasikan dalam wujud APD dengan total yang didistribusikan sejumlah 268.381 yang di dalamnya sudah termasuk face shield, masker medis, sarung tangan dan lain-lain, kemudian ada juga 16 set PCR, dan pengadaan reagen test," ujar Nizam dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu.
Dia menambahkan pihaknya mendukung perguruan tinggi bergotong-royong melawan pandemi COVID-19. Hal tersebut terlihat dari mobilisasi 15.000 relawan mahasiswa kesehatan untuk menjadi motor Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE).
Kemendikbud melakukan realokasi anggaran hingga Rp405 milyar untuk memperkuat rumah sakit pendidikan dan fakultas kedokteran PTN dan PTS. Melalui program tersebut, kemampuan tes PCR untuk COVID-19 secara nasional bertambah sebesar 7.000 sampel per hari. Hal itu sejalan dan mendukung target yang diminta Presiden Jokowi untuk bisa melakukan tes 10.000 sampel per hari secara nasional.
Kemendikbud melakukan pelaksanaan kerja sama dengan rumah sakit pendidikan PTN/PTS, FK PTN dan PTS, RSUP dan RSUD. Implementasi pelaksanaan tersebut adalah pengiriman alat-alat kesehatan maupun APD yang mencakup 34 provinsi.
Sesditjen Dikti Paristiyanti Nurwardani menjelaskan, penyaluran APD itu berdasarkan wilayah yang jumlah terkonfirmasi positif COVID-19 dari tingkat level yang paling tinggi ke tingkat terendah secara proporsional, dengan mempertimbangkan keterjangkauan lokasi geografis serta kesulitan ketersediaan APD antardaerah yang berbeda- beda.
"Untuk rumah sakit pendidikan PTN/PTS dan FK PTN /PTS langsung disalurkan menggunakan ekspedisi lokal dan diterimakan sesuai alamat yang dituju di dalam surat perjalanannya, dan dilengkapi dengan surat pengantar dan dokumen BAST. Untuk Tujuan RSUD disalurkan melalui PTN/PTS terdekat dengan RSUD, kemudian PTN/ PTS tersebut membantu penyalurannya kepada RSUD yang dituju," katanya.
Paritiyanti menambahkan sejumlah perguruan tinggi juga membantu penyaluran ke RSUD terdekat di wilayahnya untuk mempercepat sinergitas antarinstansi pemerintah didaerah masing masing dan bergotong-royong dalam melaksanakan percepatan penanggulangan COVID-19.
Dengan demikian, diharapkan hal itu membantu masyarakat, terutama masyarakat di daerah untuk secara bersama-sama menanggulangi COVID-19.
Pewarta : Indriani
Editor : Miko Elfisha
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BRI Peduli salurkan TJSL untuk pengadaan sarana penunjang UMKM Sigek Art Silungkang Duo
12 February 2026 19:14 WIB
TP PKK Pusat salurkan 500 paket bantuan ke warga terdampak bencana di Agam
06 February 2026 17:16 WIB
Wako Solok tinjau dan salurkan bantuan korban kebakaran di Simpang Rumbio
05 February 2026 19:43 WIB
Kemensos salurkan bansos penanganan pascabencana dan bansos reguler untuk Aceh, Sumut dan Sumbar
31 January 2026 10:59 WIB
BRI Region 3 Padang salurkan bantuan air bersih bagi korban kekeringan pascabanjir di Padang
30 January 2026 15:30 WIB
BRI Region 3 Padang salurkan 305 set kompor gas untuk korban bencana di Agam
28 January 2026 16:01 WIB