Kiat Eko Yuli tetap bugar dan latihan saat puasa Ramadan
Jumat, 24 April 2020 6:22 WIB
Lifter putra Indonesia Eko Yuli Irawan berlatih saat menjalani pemusatan latihan nasional (Pelatnas) Angkat Besi di Mess Kwini, Jakarta, Selasa (7/1/2020). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/pd
Jakarta, (ANTARA) - Lifter putra Indonesia Eko Yuli Irawan mengaku tetap menjalani latihan seperti biasanya meski dirinya pada saat yang sama juga menunaikan ibadah wajib puasa di bulan Ramadan.
"Latihan masih normal seperti biasa," ungkap Eko saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Kamis.
Dengan adanya penundaan Olimpiade 2020 Tokyo dan PON Papua selama setahun, peraih medali perak Olimpiade 2016 Rio de Janeiro itu mengungkapkan, pola latihan akan lebih ringan daripada biasanya.
Beban yang diangkat pun tidak akan seberat biasanya. Eko yang tengah berusaha meningkatkan total angkatannya dari 306 kg menjadi 310 kg itu mengatakan porsi beban kali ini cukup dilakukan 80 persen saja.
"Latihannya gak seberat biasanya. Paling sekitar 80 persen saja bebannya sambil maintain gerakan tekniknya. Selebihnya lebih fokus latihan penguatan otot dan latihan strength-nya saja," ujar peraih medali emas Asian Games 2018 itu.
Di saat sebagian cabang olahraga lain memilih meliburkan sementara kegiatan pelatnas akibat kondisi pandemi yang kian mengkhawatirkan, angkat besi masih tetap rutin menjalani jadwal latihan yang ketat seperti biasanya, yakni lima hari dalam sepekan yang dilakukan pada pagi dan sore hari di Mess Kwini, Jakarta Pusat.
Penundaan Olimpiade 2020 Tokyo juga sama sekali tak menghentikan para lifter nasional untuk terus berlatih. Apalagi PB PABBSI juga menargetkan untuk menambah perwakilannya ke pesta olahraga empat tahunan tersebut yang penyelenggaraannya diundur ke Juli tahun depan. (*)
"Latihan masih normal seperti biasa," ungkap Eko saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Kamis.
Dengan adanya penundaan Olimpiade 2020 Tokyo dan PON Papua selama setahun, peraih medali perak Olimpiade 2016 Rio de Janeiro itu mengungkapkan, pola latihan akan lebih ringan daripada biasanya.
Beban yang diangkat pun tidak akan seberat biasanya. Eko yang tengah berusaha meningkatkan total angkatannya dari 306 kg menjadi 310 kg itu mengatakan porsi beban kali ini cukup dilakukan 80 persen saja.
"Latihannya gak seberat biasanya. Paling sekitar 80 persen saja bebannya sambil maintain gerakan tekniknya. Selebihnya lebih fokus latihan penguatan otot dan latihan strength-nya saja," ujar peraih medali emas Asian Games 2018 itu.
Di saat sebagian cabang olahraga lain memilih meliburkan sementara kegiatan pelatnas akibat kondisi pandemi yang kian mengkhawatirkan, angkat besi masih tetap rutin menjalani jadwal latihan yang ketat seperti biasanya, yakni lima hari dalam sepekan yang dilakukan pada pagi dan sore hari di Mess Kwini, Jakarta Pusat.
Penundaan Olimpiade 2020 Tokyo juga sama sekali tak menghentikan para lifter nasional untuk terus berlatih. Apalagi PB PABBSI juga menargetkan untuk menambah perwakilannya ke pesta olahraga empat tahunan tersebut yang penyelenggaraannya diundur ke Juli tahun depan. (*)
Pewarta : Shofi Ayudiana
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Eko Yuli raih medali perak angkatan snatch di IWF Grand Prix II 2023
07 December 2023 8:52 WIB, 2023
Lifter Ricko dan Eko Yuli mulai perburuan medali Asian Games Hangzhou
01 October 2023 5:11 WIB, 2023
Berikut jadwal SEA Games 2021, giliran Eko Yuli Irawan yang berburu emas hari ini
20 May 2022 6:32 WIB, 2022
Merasa tak lagi muda, Eko Yuli justru bersyukur atas penundaan Olimpiade, ini alasannya
08 May 2020 5:53 WIB, 2020
Lifter andalan Indonesia Eko Yuli turunkan berat badan jelang SEA Games 2019
28 November 2019 5:46 WIB, 2019
Terpopuler - Olahraga
Lihat Juga
Malut United jamu Persijap Jumat (13/2/2026) dan pengaruhnya ke posisi Semen Padang FC
13 February 2026 17:36 WIB
Persib vs Borneo batal bentrok di pekan ke-21, klasemen papan atas tak bergeser
12 February 2026 7:55 WIB