Stimulus jumbo pemerintah AS bawa efek menguatnya Rupiah
Jumat, 27 Maret 2020 10:07 WIB
Ilustrasi: Karyawan menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di kantor sebuah bank di Jakarta (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/wsj).
Jakarta (ANTARA) - Stimulus jumbo yang akan digelontorkan oleh pemerintah Amerika Serikat (AS) membawa efek menguatnya nilai tukar (kurs) Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi.
Pada pukul 09.46 WIB, rupiah bergerak menguat 95 poin atau 0,58 persen menjadi Rp16.210 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.305 per dolar AS.
Kepala Riset Monex Investindo Futures di Jakarta, Jumat, mengatakan rupiah hari ini diprediksi terdorong oleh penguatan bursa saham AS pada Kamis (26/3) kemarin.
"Indeks saham AS yang menguat cukup besar kemarin karena optimisme stimulus pemerintah AS sebesar 2 triliun dolar AS untuk meredam dampak negatif wabah Corona terhadap perekonomian AS, bisa memberikan sentimen positif juga ke aset berisiko hari ini, termasuk ke rupiah," ujar Ariston.
Senat AS sendiri sudah menyetujui proposal stimulus tersebut, tinggal DPR AS yang dikuasai oleh Partai Demokrat yang akan memberikan persetujuan hari ini.
Sementara itu, DPR AS diperkirakan juga akan langsung menyetujui paket stimulus tersebut.
"Rupiah berpotensi bergerak menguat ke arah Rp16.000, dengan potensi resisten di Rp16.305/dolar hari ini," kata Ariston.
Sebelumnya, rupiah pada Kamis kemarin ditutup menguat 195 poin atau 1,18 persen menjadi Rp16.305 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.500 per dolar AS.
Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah hari ini akan kembali menguat di kisaran Rp16.220 per dolar AS hingga Rp16.430 per dolar AS.
Pada pukul 09.46 WIB, rupiah bergerak menguat 95 poin atau 0,58 persen menjadi Rp16.210 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.305 per dolar AS.
Kepala Riset Monex Investindo Futures di Jakarta, Jumat, mengatakan rupiah hari ini diprediksi terdorong oleh penguatan bursa saham AS pada Kamis (26/3) kemarin.
"Indeks saham AS yang menguat cukup besar kemarin karena optimisme stimulus pemerintah AS sebesar 2 triliun dolar AS untuk meredam dampak negatif wabah Corona terhadap perekonomian AS, bisa memberikan sentimen positif juga ke aset berisiko hari ini, termasuk ke rupiah," ujar Ariston.
Senat AS sendiri sudah menyetujui proposal stimulus tersebut, tinggal DPR AS yang dikuasai oleh Partai Demokrat yang akan memberikan persetujuan hari ini.
Sementara itu, DPR AS diperkirakan juga akan langsung menyetujui paket stimulus tersebut.
"Rupiah berpotensi bergerak menguat ke arah Rp16.000, dengan potensi resisten di Rp16.305/dolar hari ini," kata Ariston.
Sebelumnya, rupiah pada Kamis kemarin ditutup menguat 195 poin atau 1,18 persen menjadi Rp16.305 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.500 per dolar AS.
Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah hari ini akan kembali menguat di kisaran Rp16.220 per dolar AS hingga Rp16.430 per dolar AS.
Pewarta : Citro Atmoko
Editor : Hendra Agusta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Harga emas Antam Sabtu (14/02/2026) hari ini naik Rp50 ribu jadi Rp2,954 juta per gram
14 February 2026 9:44 WIB
Sabtu (14/02/2026) hari ini, emas UBS Rp2,961 juta per gr, Galeri24 Rp2,938 juta per gr
14 February 2026 6:25 WIB
Jumat (13/02/2026) pagi emas UBS Rp3,008 juta/gr dan Galeri24 Rp2,992 juta/gr
13 February 2026 8:29 WIB
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB