Harga emas 'rebound' 39 dolar, dipicu peningkatan permintaan 'safe haven'
Rabu, 18 Maret 2020 6:22 WIB
Ilustrasi - Emas batang yang harganya terdongkrak akibat dampak dari epidemi virus corona. ANTARA Foto/ Ist
Chicago, (ANTARA) - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange menguat pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), rebound dari penurunan lima hari berturut-turut karena investor berbondong-bondong ke logam mulia sebagai tempat berlindung setelah penyebaran wabah virus corona makin meluas dan mengakibatkan penutupan banyak negara.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April, melonjak naik 39,3 dolar AS atau 2,64 persen, menjadi ditutup pada 1.525,8 dolar AS per ounce. Emas berjangka merosot 30,2 dolar AS atau 1,99 persen menjadi 1.486,5 dolar AS per ounce sehari sebelumnya.
“Fakta bahwa The Fed melangkah masuk, mereka mengeluarkan lebih banyak likuiditas di pasar, telah membantu emas untuk diperdagangkan lebih tinggi. Emas mulai bertindak seperti seharusnya," kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures, seperti dikutip oleh Reuters.
Emas menghapus kerugian sebelumnya dan melonjak lebih dari dua persen setelah The Fed mengatakan akan meluncurkan kembali pembelian utang jangka pendek perusahaan seperti ketika terjadi krisis keuangan, guna mencairkan pasar kredit yang tegang akibat pandemi virus corona.
“Emas punya banyak faktor fundamental di belakangnya untuk membantu mendorongnya lebih tinggi. Plus, Anda memang memiliki aspek teknikal mengingat penarikan yang kami miliki selama dua hari terakhir,” kata Michael Matousek, kepala pedagang di Investor Global AS.
"Ini adalah peluang besar bagi orang untuk masuk ke pasar emas."
Emas juga mendapat dukungan ketika laporan penjualan ritel yang dirilis oleh Departemen Perdagangan AS pada Selasa (17/3/2020) menunjukkan penjualan ritel turun 0,5 persen, lebih buruk dari perkiraan pada Februari, sebagai akibat wabah virus corona.
Namun, para analis mencatat bahwa laporan produksi industri yang dirilis oleh Federal Reserve AS menunjukkan peningkatan lebih baik dari perkiraan sebesar 0,6 persen pada Februari. Selain itu, ada peningkatan lowongan pekerjaan, tujuh juta pekerjaan terbuka pada Januari, dibandingkan dengan periode sebelumnya ketika hanya ada 6,6 juta pekerjaan terbuka, menurut sebuah laporan yang dirilis Departemen Tenaga Kerja AS.
Namun kenaikan emas lebih lanjut tertahan, karena Dow Jones Industrial Average AS naik 714,02 poin atau 3,54 persen, ke level 20.902,54 pada pukul 17.55 GMT. Indeks dolar AS yang naik 1,53 poin atau 1,56 persen ke level 99,60, juga negatif terhadap emas.
Sementara itu, logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun 32,1 sen atau 2,5 persen, menjadi ditutup pada 12,495 dolar per ounce. Platinum untuk pengiriman April naik 7,6 dolar AS atau 1,16 persen, menjadi menetap pada 665,3 dolar AS per ounce. (*)
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April, melonjak naik 39,3 dolar AS atau 2,64 persen, menjadi ditutup pada 1.525,8 dolar AS per ounce. Emas berjangka merosot 30,2 dolar AS atau 1,99 persen menjadi 1.486,5 dolar AS per ounce sehari sebelumnya.
“Fakta bahwa The Fed melangkah masuk, mereka mengeluarkan lebih banyak likuiditas di pasar, telah membantu emas untuk diperdagangkan lebih tinggi. Emas mulai bertindak seperti seharusnya," kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures, seperti dikutip oleh Reuters.
Emas menghapus kerugian sebelumnya dan melonjak lebih dari dua persen setelah The Fed mengatakan akan meluncurkan kembali pembelian utang jangka pendek perusahaan seperti ketika terjadi krisis keuangan, guna mencairkan pasar kredit yang tegang akibat pandemi virus corona.
“Emas punya banyak faktor fundamental di belakangnya untuk membantu mendorongnya lebih tinggi. Plus, Anda memang memiliki aspek teknikal mengingat penarikan yang kami miliki selama dua hari terakhir,” kata Michael Matousek, kepala pedagang di Investor Global AS.
"Ini adalah peluang besar bagi orang untuk masuk ke pasar emas."
Emas juga mendapat dukungan ketika laporan penjualan ritel yang dirilis oleh Departemen Perdagangan AS pada Selasa (17/3/2020) menunjukkan penjualan ritel turun 0,5 persen, lebih buruk dari perkiraan pada Februari, sebagai akibat wabah virus corona.
Namun, para analis mencatat bahwa laporan produksi industri yang dirilis oleh Federal Reserve AS menunjukkan peningkatan lebih baik dari perkiraan sebesar 0,6 persen pada Februari. Selain itu, ada peningkatan lowongan pekerjaan, tujuh juta pekerjaan terbuka pada Januari, dibandingkan dengan periode sebelumnya ketika hanya ada 6,6 juta pekerjaan terbuka, menurut sebuah laporan yang dirilis Departemen Tenaga Kerja AS.
Namun kenaikan emas lebih lanjut tertahan, karena Dow Jones Industrial Average AS naik 714,02 poin atau 3,54 persen, ke level 20.902,54 pada pukul 17.55 GMT. Indeks dolar AS yang naik 1,53 poin atau 1,56 persen ke level 99,60, juga negatif terhadap emas.
Sementara itu, logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun 32,1 sen atau 2,5 persen, menjadi ditutup pada 12,495 dolar per ounce. Platinum untuk pengiriman April naik 7,6 dolar AS atau 1,16 persen, menjadi menetap pada 665,3 dolar AS per ounce. (*)
Pewarta : Apep Suhendar
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sabtu (14/02/2026) hari ini, emas UBS Rp2,961 juta per gr, Galeri24 Rp2,938 juta per gr
14 February 2026 6:25 WIB
Jumat (13/02/2026) pagi emas UBS Rp3,008 juta/gr dan Galeri24 Rp2,992 juta/gr
13 February 2026 8:29 WIB
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB
Harga emas Antam Selasa (10/02/2026) hari ini naik Rp14.000 menjadi Rp2,954 juta/gram
10 February 2026 10:00 WIB
Selasa (10/02/2026) hari ini emas UBS Rp2,993 juta/gr dan Galeri24 Rp2,979 juta/gr
10 February 2026 9:02 WIB
Harga emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Senin (09/02/2026) hari ini, simak daftarnya
09 February 2026 9:06 WIB
Terpopuler - Olahraga
Lihat Juga
Klasemen BRI Super League pekan ke-21 Jumat (13/2/2026), Malut pepet Persija, Semen Padang tetap ke-16
13 February 2026 21:24 WIB
Malut United jamu Persijap Jumat (13/2/2026) dan pengaruhnya ke posisi Semen Padang FC
13 February 2026 17:36 WIB
Persib vs Borneo batal bentrok di pekan ke-21, klasemen papan atas tak bergeser
12 February 2026 7:55 WIB