Banding City telah didaftarkan oleh CAS
Rabu, 26 Februari 2020 20:04 WIB
Pemain Manchester City Ilkay Gundogan berebut bola dengan pemain Leicester City Christian Fuchs pada pertandingan Liga Inggris di stadion King Power, Minggu (23/2/2020) dini hari. City memenangi pertandingan melalui gol tunggal Gabriel Jesus pada menit 80. ANTARA FOTO/REUTERS/Eddie Keogh/pras.
Jakarta (ANTARA) - Upaya banding Manchester City terhadap skors dua tahun mereka dari kompetisi Eropa telah didaftarkan oleh Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS), demikian dilaporkan BBC.
Selain skors tersebut, sang juara bertahan Liga Inggris itu juga didenda 30 juta euro akibat "pelanggaran-pelanggaran serius" terhadap peraturan-peraturan finansial UEFA.
Ketua eksekutif City Ferran Soriano telah membantah tudingan-tudingan tersebut.
CAS mengatakan pihaknya belum dapat menginformasikan kapan masalah itu akan diselesaikan.
Prosedur arbitrase CAS meliputi penyerahan dokumen-dokumen dan "argumen" hukum antara pihak-pihak yang berseteru kepada juri, sedangkan panel arbitrator bersidang untuk mendengarkan banding.
Kamar juri independen Badan Kendali Finansial Klub (Club Financial Control Body) mengatakan pihaknya mendapati City melanggar peraturan dengan memanipulasi besaran penerimaan sponsor serta impasnya laporan keuangan pada tahun yang disebutkan.
CFCB juga mengatakan bahwa City menolak bekerja sama selama masa penyidikan.
Saat itu City menyatakan mereka "kecewa namun tidak terkejut" oleh keputusan "yang menghakimi" dan akan melakukan banding.
UEFA meluncurkan investigasi setelah surat kabar Jerman Der Spiegel mempublikasikan bocoran dokumen-dokumen pada November 2018, yang menggelembungkan nilai sponsor, sehingga menipu UEFA.
Laporan-laporan itu menuding bahwa City sengaja menipu UEFA, sehingga mereka dapat memenuhi peraturan Financial Fair Play (FFP).
Selain skors tersebut, sang juara bertahan Liga Inggris itu juga didenda 30 juta euro akibat "pelanggaran-pelanggaran serius" terhadap peraturan-peraturan finansial UEFA.
Ketua eksekutif City Ferran Soriano telah membantah tudingan-tudingan tersebut.
CAS mengatakan pihaknya belum dapat menginformasikan kapan masalah itu akan diselesaikan.
Prosedur arbitrase CAS meliputi penyerahan dokumen-dokumen dan "argumen" hukum antara pihak-pihak yang berseteru kepada juri, sedangkan panel arbitrator bersidang untuk mendengarkan banding.
Kamar juri independen Badan Kendali Finansial Klub (Club Financial Control Body) mengatakan pihaknya mendapati City melanggar peraturan dengan memanipulasi besaran penerimaan sponsor serta impasnya laporan keuangan pada tahun yang disebutkan.
CFCB juga mengatakan bahwa City menolak bekerja sama selama masa penyidikan.
Saat itu City menyatakan mereka "kecewa namun tidak terkejut" oleh keputusan "yang menghakimi" dan akan melakukan banding.
UEFA meluncurkan investigasi setelah surat kabar Jerman Der Spiegel mempublikasikan bocoran dokumen-dokumen pada November 2018, yang menggelembungkan nilai sponsor, sehingga menipu UEFA.
Laporan-laporan itu menuding bahwa City sengaja menipu UEFA, sehingga mereka dapat memenuhi peraturan Financial Fair Play (FFP).
Pewarta : A Rauf Andar Adipati
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bukittinggi Raih Prestasi Internasional, The 5th ASEAN Clean Tourist City Award di Filipina
01 February 2026 14:07 WIB
Terpopuler - Olahraga
Lihat Juga
Klasemen BRI Super League pekan ke-21 Jumat (13/2/2026), Malut pepet Persija, Semen Padang tetap ke-16
13 February 2026 21:24 WIB
Malut United jamu Persijap Jumat (13/2/2026) dan pengaruhnya ke posisi Semen Padang FC
13 February 2026 17:36 WIB
Persib vs Borneo batal bentrok di pekan ke-21, klasemen papan atas tak bergeser
12 February 2026 7:55 WIB