Pisang kepok tak berjantung siap dikembangkan di Solok
Kamis, 6 Februari 2020 19:11 WIB
Pisang kepok tanjung hasil budi daya di Solok. (Antara/Ikhwan Wahyudi)
Solok, (ANTARA) - Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian membantu pengembangan pisang kepok tanjung yang merupakan salah satu komoditas pertanian bernilai ekspor di Nagari Salayo, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.
"Balitbangtan memiliki varietas pisang Kepok Tanjung yang mempunyai keunggulan tidak berjantung sehingga terhindar dari penyakit layu bakteri yang ditularkan oleh serangga vektor yang hinggap pada bunga jantan," kata Kepala Puslitbang Hortikultura Kementan Hardiyanto di Solok, Kamis pada panen perdana pisang kepok tanjung di Kelompok Tani Serba Usaha.
Menurut dia bobot tandan pisang kepok tanjung tersebut mencapai 50 sampai 60 kilogram per tandan, dengan jumlah sisir 9 hingga 17 per tandan.
Ia menyebutkan bobot buah rata-rata mencapai 200 gram per buah buah dan kandungan gula sampai 30° brix, karbohidrat 31,5 gram per 100 gram sehingga cocok untuk olahan tepung pisang.
Ia menyampaikan pengembangan pisang kepok anjung telah dimulai di Nagari Selayo sejak 2017 di jorong Lurah Nan Tigo sebagai dalam rangka membangkitkan kembali Selayo sebagai sentra pisang .
Saat ini telah ditanam pisang kepok tanjung seluas hampir dua hektare dengan 1.800 batang produktif.
Dari populasi ini dapat menghasilkan benih untuk pengembangan areal sebanyak 5.000 benih secara mandiri untuk perluasan areal.
Ia mengatakan pisang kepok tanjung berpotensi untuk ekspor produk olahan terutama tepung pisang mengisi pasar Jepang.
Saat ini dibutuhkan tepung pisang hingga 10 ton per bulan, untuk memenuhi kapasitas produksi tepung tersebut setidaknya diperlukan pisang segar sebanyak 50 sampai 60 ton per bulan, oleh sebab itu pengembangan pisang kepok tanjung ini perlu didukung dalam rangka menyukseskan gerakan tiga kali ekspor komoditas pertanian. kata dia.
Sementara Direktur Buah dan Florikultura Ditjen Hortikultura Kementan Liferdi menyampaikan pisang kepok tanjung tidak memiliki jantung dan dalam satu batang semua bunganya menjadi buah, sehingga tak menyisakan jantung.
sejalan dengan itu Bupati Solok Gusmal menceritakan sebelumnya pisang kepok sudah pernah dibudidayakan masyarakat setempat puluhan tahun silam.
Namun karena ada serangan hama masyarakat akhirnya meninggalkannya, katanya.
Akan tetapi sejak ada inovasi dari Kementan penanaman pisang kepok tanjung kembali menggeliat dan hasilnya dipasarkan hingga ke Kalimantan, ujarnya.
Berdasarkan catatan Balitbu Kementan Selayo, Kabupaten Solok merupakan sentra produksi pisang kepok di Sumatera Barat.
Sampai 1986 populasi pisang kepok di Selayo menurun drastis karena serangan penyakit layu bakteri dan penyakit Layu Fusarium. Pada tahun 1990 boleh dikatakan bahwa sekitar 90 persen pisang kepok tersebut sudah punah.
"Balitbangtan memiliki varietas pisang Kepok Tanjung yang mempunyai keunggulan tidak berjantung sehingga terhindar dari penyakit layu bakteri yang ditularkan oleh serangga vektor yang hinggap pada bunga jantan," kata Kepala Puslitbang Hortikultura Kementan Hardiyanto di Solok, Kamis pada panen perdana pisang kepok tanjung di Kelompok Tani Serba Usaha.
Menurut dia bobot tandan pisang kepok tanjung tersebut mencapai 50 sampai 60 kilogram per tandan, dengan jumlah sisir 9 hingga 17 per tandan.
Ia menyebutkan bobot buah rata-rata mencapai 200 gram per buah buah dan kandungan gula sampai 30° brix, karbohidrat 31,5 gram per 100 gram sehingga cocok untuk olahan tepung pisang.
Ia menyampaikan pengembangan pisang kepok anjung telah dimulai di Nagari Selayo sejak 2017 di jorong Lurah Nan Tigo sebagai dalam rangka membangkitkan kembali Selayo sebagai sentra pisang .
Saat ini telah ditanam pisang kepok tanjung seluas hampir dua hektare dengan 1.800 batang produktif.
Dari populasi ini dapat menghasilkan benih untuk pengembangan areal sebanyak 5.000 benih secara mandiri untuk perluasan areal.
Ia mengatakan pisang kepok tanjung berpotensi untuk ekspor produk olahan terutama tepung pisang mengisi pasar Jepang.
Saat ini dibutuhkan tepung pisang hingga 10 ton per bulan, untuk memenuhi kapasitas produksi tepung tersebut setidaknya diperlukan pisang segar sebanyak 50 sampai 60 ton per bulan, oleh sebab itu pengembangan pisang kepok tanjung ini perlu didukung dalam rangka menyukseskan gerakan tiga kali ekspor komoditas pertanian. kata dia.
Sementara Direktur Buah dan Florikultura Ditjen Hortikultura Kementan Liferdi menyampaikan pisang kepok tanjung tidak memiliki jantung dan dalam satu batang semua bunganya menjadi buah, sehingga tak menyisakan jantung.
sejalan dengan itu Bupati Solok Gusmal menceritakan sebelumnya pisang kepok sudah pernah dibudidayakan masyarakat setempat puluhan tahun silam.
Namun karena ada serangan hama masyarakat akhirnya meninggalkannya, katanya.
Akan tetapi sejak ada inovasi dari Kementan penanaman pisang kepok tanjung kembali menggeliat dan hasilnya dipasarkan hingga ke Kalimantan, ujarnya.
Berdasarkan catatan Balitbu Kementan Selayo, Kabupaten Solok merupakan sentra produksi pisang kepok di Sumatera Barat.
Sampai 1986 populasi pisang kepok di Selayo menurun drastis karena serangan penyakit layu bakteri dan penyakit Layu Fusarium. Pada tahun 1990 boleh dikatakan bahwa sekitar 90 persen pisang kepok tersebut sudah punah.
Pewarta : Ikhwan Wahyudi
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Jemaah Naqsyabandiyah Padang laksanakan shalat rarawih pertama Senin malam
16 February 2026 21:44 WIB
Klasemen BRI Super League pekan ke-21, tanpa tanding Persib-Borneo tetap teratas
16 February 2026 20:44 WIB
Wako Fadly Amran perintahkan BPBD evakuasi 5 remaja terjebak di aliran Sungai Bangek
16 February 2026 18:31 WIB
Semen Padang FC teredam agresivitas bek Arema, Dejan paparkan taktik lawan
16 February 2026 6:44 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Kabar cabai rawit terkini, Bapanas sebut ongkos distribusi tentukan harga
16 February 2026 14:27 WIB
Harga emas batangan Antam turun Rp14.000 jadi Rp2,94 juta per gram, Senin (16/02/2026)
16 February 2026 9:21 WIB
Emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Senin (16/02/2025) hari ini tak bergerak
16 February 2026 8:40 WIB
Harga emas Antam Sabtu (14/02/2026) hari ini naik Rp50 ribu jadi Rp2,954 juta per gram
14 February 2026 9:44 WIB
Sabtu (14/02/2026) hari ini, emas UBS Rp2,961 juta per gr, Galeri24 Rp2,938 juta per gr
14 February 2026 6:25 WIB
Jumat (13/02/2026) pagi emas UBS Rp3,008 juta/gr dan Galeri24 Rp2,992 juta/gr
13 February 2026 8:29 WIB
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB