Sekjen MUI nilai Gus Sholah sosok ulama-cendekiawan yang negarawan
Senin, 3 Februari 2020 6:26 WIB
Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Anwar Abbas. (FOTO ANTARA/Anom Prihantoro/am.)
Jakarta, (ANTARA) - Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mengatakan almarhum KH Salahuddin "Gus Holah" Wahid adalah seorang ulama dan cendekiawan yang negarawan.
"Beliau dalam banyak hal selalu tampak lebih mengedepankan kepentingan umat dan bangsanya," katanya saat dihubungi dari Jakarta, Senin.
Anwar Abbas yang juga Ketua PP Muhammadiyah itu mengatakan sosok Gus Sholah sangat risau dengan orang dan pihak-pihak yang belum memahami dengan baik soal Pancasila terutama dari kalangan umat Islam.
Maka, kata dia, Gus Sholah sering menegaskan Pancasila itu tidak bertentangan dengan agama Islam malahan sangat berkaitan erat.
"Salah satu tugas dan kewajiban mulia yang harus dilakukan oleh umat Islam menurut Gus Sholah adalah mengisi, mempertahankan serta memperjuangkan Pancasila sebagai dasar negara karena dengan itu persatuan dan kesatuan bangsa akan bisa ditegakkan dan diwujudkan," katanya.
Gus Sholah, kata dia, dikenal pula sebagai pribadi yang cinta damai dan menghindari keributan.
Oleh karena itu, katanya, Gus Sholah sangat mendorong dan mendambakan tegaknya sikap bertoleransi yang tinggi di tengah masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurut dia, Gus Sholah sangat sadar bahwa untuk tegak dan terwujudnya kehidupan yang penuh toleransi tersebut jelas tidak mudah.
Dalam pandangan Gus Sholah hidup dengan sikap saling menghormati dan atau bertoleransi menjadi sesuatu yang sangat penting untuk terus digelorakan dan disosialisasikan di tengah kehidupan sampai kapanpun, demikian Anwar Abbas. (*)
"Beliau dalam banyak hal selalu tampak lebih mengedepankan kepentingan umat dan bangsanya," katanya saat dihubungi dari Jakarta, Senin.
Anwar Abbas yang juga Ketua PP Muhammadiyah itu mengatakan sosok Gus Sholah sangat risau dengan orang dan pihak-pihak yang belum memahami dengan baik soal Pancasila terutama dari kalangan umat Islam.
Maka, kata dia, Gus Sholah sering menegaskan Pancasila itu tidak bertentangan dengan agama Islam malahan sangat berkaitan erat.
"Salah satu tugas dan kewajiban mulia yang harus dilakukan oleh umat Islam menurut Gus Sholah adalah mengisi, mempertahankan serta memperjuangkan Pancasila sebagai dasar negara karena dengan itu persatuan dan kesatuan bangsa akan bisa ditegakkan dan diwujudkan," katanya.
Gus Sholah, kata dia, dikenal pula sebagai pribadi yang cinta damai dan menghindari keributan.
Oleh karena itu, katanya, Gus Sholah sangat mendorong dan mendambakan tegaknya sikap bertoleransi yang tinggi di tengah masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurut dia, Gus Sholah sangat sadar bahwa untuk tegak dan terwujudnya kehidupan yang penuh toleransi tersebut jelas tidak mudah.
Dalam pandangan Gus Sholah hidup dengan sikap saling menghormati dan atau bertoleransi menjadi sesuatu yang sangat penting untuk terus digelorakan dan disosialisasikan di tengah kehidupan sampai kapanpun, demikian Anwar Abbas. (*)
Pewarta : Anom Prihantoro
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Presiden melayat ke rumah duka Gus Sholah, sebut Gus Sholah cendekiawan panutan semua pihak
03 February 2020 9:47 WIB, 2020
MPR RI ikut berduka atas wafatnya Gus Sholah, seperti ini sosok Gus Sholah di mata Bambang Soesatyo
03 February 2020 6:32 WIB, 2020
Di mata Wamenag, sosok Gus Sholah sebagai figur yang tidak segan membela yang benar
03 February 2020 6:25 WIB, 2020
Irfan Wahid sebut kondisi terakhir Gus Sholah alami komplikasi sakit jantung
03 February 2020 6:24 WIB, 2020
Gus Ipul nilai sikap Gus Sholah dalam menghargai perbedaan patut diteladani
03 February 2020 6:13 WIB, 2020