Jumlah penganggur Solok Selatan berkurang 0,94 persen
Jumat, 24 Januari 2020 14:52 WIB
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Solok Selatan, Basrial. (Antara Sumbar/Erik IA)
Padang Aro (ANTARA) - Jumlah penganggur di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat pada 2019 berkurang 0,94 persen atau sebanyak 480 orang, sementara angkatan kerja sebanyak 86.284 orang.
"Angka penganggur akhir 2019 tercatat 4,94 persen dan target kami pada 2021 bisa ditekan hingga 3,75 persen," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Solok Selatan, Basrial, di Padang Aro, Jumat.
Berkurangnya penganggur di Solok Selatan pada 2019, katanya, karena berbagai program dari pemerintah serta penyerapan tenaga kerja oleh perusahaan.
Dia mengatakan, untuk mengurangi penganggur pihaknya terus berupaya melaksanakan pelatihan yang imbasnya bisa menyerap tenaga kerja dan membuka lapangan kerja.
Upaya tersebut, katanya, seperti bantuan Tenaga Kerja Mandiri (TKM), padat karya serta kerjasama dengan perusahaan agar lebih mengutamakan pekerja lokal.
"Melalui TKM akan tercipta UKM baru yang bisa menyerap tenaga kerja," katanya.
Dia menyebutkan, pada 2020 pemerintah sudah menyusun pelatihan TKM sebanyak 21 paket dengan berbagai bidang keahlian.
Pelatihan TKM 2020 dananya bersumber dari APBN 11 paket dan melalui APBD Kabupaten 10 paket dengan berbagai keterampilan seperti menjahit, tata boga mobiler dan lainnya.
Selama 2019 pihaknya melaksanakan 27 paket pelatihan TKM dan tahun ini jumlahnya berkurang menjadi 21 paket dan pihaknya yakin pada 2021 target 3,75 persen bisa tercapai.
Dia berharap, TKM yang sudah dilatih bisa memanfaatkan ilmunya untuk menciptakan lapangan kerja sendiri sehingga bermanfaat untuk peningkatan ekonomi.
"Masyarakat yang sudah dilatih akan memiliki keahlian untuk bisa membuat usaha mandiri untuk meningkatkan perekonomian mereka," ujarnya. (*)
"Angka penganggur akhir 2019 tercatat 4,94 persen dan target kami pada 2021 bisa ditekan hingga 3,75 persen," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Solok Selatan, Basrial, di Padang Aro, Jumat.
Berkurangnya penganggur di Solok Selatan pada 2019, katanya, karena berbagai program dari pemerintah serta penyerapan tenaga kerja oleh perusahaan.
Dia mengatakan, untuk mengurangi penganggur pihaknya terus berupaya melaksanakan pelatihan yang imbasnya bisa menyerap tenaga kerja dan membuka lapangan kerja.
Upaya tersebut, katanya, seperti bantuan Tenaga Kerja Mandiri (TKM), padat karya serta kerjasama dengan perusahaan agar lebih mengutamakan pekerja lokal.
"Melalui TKM akan tercipta UKM baru yang bisa menyerap tenaga kerja," katanya.
Dia menyebutkan, pada 2020 pemerintah sudah menyusun pelatihan TKM sebanyak 21 paket dengan berbagai bidang keahlian.
Pelatihan TKM 2020 dananya bersumber dari APBN 11 paket dan melalui APBD Kabupaten 10 paket dengan berbagai keterampilan seperti menjahit, tata boga mobiler dan lainnya.
Selama 2019 pihaknya melaksanakan 27 paket pelatihan TKM dan tahun ini jumlahnya berkurang menjadi 21 paket dan pihaknya yakin pada 2021 target 3,75 persen bisa tercapai.
Dia berharap, TKM yang sudah dilatih bisa memanfaatkan ilmunya untuk menciptakan lapangan kerja sendiri sehingga bermanfaat untuk peningkatan ekonomi.
"Masyarakat yang sudah dilatih akan memiliki keahlian untuk bisa membuat usaha mandiri untuk meningkatkan perekonomian mereka," ujarnya. (*)
Pewarta : Erik Ifansya Akbar
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Pasaman Barat perkuat mitigasi resiko hukum melalui kerja sama dengan kejaksaan
12 February 2026 16:46 WIB
KSOP: Pembangunan sisi darat Pelabuhan Teluk Tapang Air Bangis berdayakan tenaga kerja lokal
06 February 2026 4:39 WIB
Masyarakat manfaatkan PELATARAN ambil produk hasil roya tak perlu tunggu hari kerja
02 February 2026 13:33 WIB
SHE Challenge 2026, Komitmen PT Semen Padang Perkuat Budaya K3 di Tempat Kerja
31 January 2026 5:41 WIB
Jadi kawasan agrowisata favorit Kota Palu, kebun anggur Duyu bangkit bukti kerja GTRA
28 January 2026 18:00 WIB