Jualan Koran yang mulai tergerus zaman
Minggu, 10 November 2019 11:27 WIB
Gerai penjualan koran milik Nadral di RTH Imam Bonjol Padang (Antara/Atik Risalah)
Padang, (ANTARA) - Maraknya perkembangan media daring menyebabkan penjualan koran perlahan mulai surut tergerus zaman.
Akan tetapi fenomena itu tidak menyurutkan penjual koran untuk tetap menjalankan usaha tersebut.
Salah satunya yaitu gerai koran milik Nadral atau akrab disapa Metek , yang berlokasi di Jalan Bagindo Aziz Chan, di belakang kantor STO Telkom Padang.
Nadral yang sudah berjualan koran selama lebih dari 40 tahun itu mengakui saat ini dagangannya sepi pembeli.
Pelanggan ada, namun tidak seberapa dibandingkan dulu jauh menurun, katanya
Jika dulunya koran yang dipasok pada Nadral bisa mencapai 150 eksemplar ataupun lebih dalam sehari , saat ini koran yang dipasok kantor kepadanya hanya 30 koran.
Penjualan menurun, sehingga tidak banyak lagi koran yang dipasok," ujarnya.
“Penjualan koran merosot, oleng dan terombang-ambing ibarat kapal mau karam, katanya.
Pasokan koran di gerai Nadral kini hanya ada dari berasal dari beberapa surat kabar seperti Padang Ekspres, Kompas, Minang News, Khazanah, Singgalang, dan beberapa lainnya.
Pasokan koran tersebut ada yang ia jemput langsung ke kanto, namun juga ada yang mengantarkan langsung ke gerainya.
Koran yang ia jual memiliki harga yang bervarisi, mulai dari Rp4 ribu, Rp4.500 Rp9 ribu.
Soal keuntungan per hari yang ia dapat dari penjualan koran tidak bisa dipastikan. Hal tersebut karena tidak pastinya penjualan koran per harinya.
Tapi jika dihitung keuntungan yang ia dapatkan dari satu koran itu berkisar Rp1.000 hingga Rp1.500.
Ia juga mengatakan jika koran yang dijual tidak laku, maka koran tersebut masih bisa dikembalikan ke kantor.
Jika tidak bisa dikembalikan, maka risikonya akan berat. Mungkin saya menjualkan koran ini bisa sampai seharian, karena koran berlebih.
Kendati sudah berusia lanjut Nadral tetap bertahan karena bisa menjadi pengisi waktu di hari tuanya.
Ia mengatakan anaknya telah menyuruhnya berhenti, tapi ia tetap bersikukuh untuk berjualan. Baginya bekerja lebih baik daripada hanya berdiam diri di rumah.
Kesulitan yang ia temui ketika berjualan ketika datangnya hujan. Hal tersebut akan membuat koran-korannya basah, sehingga ia akan menutup gerainya
Akan tetapi fenomena itu tidak menyurutkan penjual koran untuk tetap menjalankan usaha tersebut.
Salah satunya yaitu gerai koran milik Nadral atau akrab disapa Metek , yang berlokasi di Jalan Bagindo Aziz Chan, di belakang kantor STO Telkom Padang.
Nadral yang sudah berjualan koran selama lebih dari 40 tahun itu mengakui saat ini dagangannya sepi pembeli.
Pelanggan ada, namun tidak seberapa dibandingkan dulu jauh menurun, katanya
Jika dulunya koran yang dipasok pada Nadral bisa mencapai 150 eksemplar ataupun lebih dalam sehari , saat ini koran yang dipasok kantor kepadanya hanya 30 koran.
Penjualan menurun, sehingga tidak banyak lagi koran yang dipasok," ujarnya.
“Penjualan koran merosot, oleng dan terombang-ambing ibarat kapal mau karam, katanya.
Pasokan koran di gerai Nadral kini hanya ada dari berasal dari beberapa surat kabar seperti Padang Ekspres, Kompas, Minang News, Khazanah, Singgalang, dan beberapa lainnya.
Pasokan koran tersebut ada yang ia jemput langsung ke kanto, namun juga ada yang mengantarkan langsung ke gerainya.
Koran yang ia jual memiliki harga yang bervarisi, mulai dari Rp4 ribu, Rp4.500 Rp9 ribu.
Soal keuntungan per hari yang ia dapat dari penjualan koran tidak bisa dipastikan. Hal tersebut karena tidak pastinya penjualan koran per harinya.
Tapi jika dihitung keuntungan yang ia dapatkan dari satu koran itu berkisar Rp1.000 hingga Rp1.500.
Ia juga mengatakan jika koran yang dijual tidak laku, maka koran tersebut masih bisa dikembalikan ke kantor.
Jika tidak bisa dikembalikan, maka risikonya akan berat. Mungkin saya menjualkan koran ini bisa sampai seharian, karena koran berlebih.
Kendati sudah berusia lanjut Nadral tetap bertahan karena bisa menjadi pengisi waktu di hari tuanya.
Ia mengatakan anaknya telah menyuruhnya berhenti, tapi ia tetap bersikukuh untuk berjualan. Baginya bekerja lebih baik daripada hanya berdiam diri di rumah.
Kesulitan yang ia temui ketika berjualan ketika datangnya hujan. Hal tersebut akan membuat koran-korannya basah, sehingga ia akan menutup gerainya
Pewarta : Atik Risalah
Editor : Ikhwan Wahyudi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Jemaah Naqsyabandiyah Padang laksanakan shalat rarawih pertama Senin malam
16 February 2026 21:44 WIB
Klasemen BRI Super League pekan ke-21, tanpa tanding Persib-Borneo tetap teratas
16 February 2026 20:44 WIB
Wako Fadly Amran perintahkan BPBD evakuasi 5 remaja terjebak di aliran Sungai Bangek
16 February 2026 18:31 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Kabar cabai rawit terkini, Bapanas sebut ongkos distribusi tentukan harga
16 February 2026 14:27 WIB
Harga emas batangan Antam turun Rp14.000 jadi Rp2,94 juta per gram, Senin (16/02/2026)
16 February 2026 9:21 WIB
Emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Senin (16/02/2025) hari ini tak bergerak
16 February 2026 8:40 WIB
Harga emas Antam Sabtu (14/02/2026) hari ini naik Rp50 ribu jadi Rp2,954 juta per gram
14 February 2026 9:44 WIB
Sabtu (14/02/2026) hari ini, emas UBS Rp2,961 juta per gr, Galeri24 Rp2,938 juta per gr
14 February 2026 6:25 WIB
Jumat (13/02/2026) pagi emas UBS Rp3,008 juta/gr dan Galeri24 Rp2,992 juta/gr
13 February 2026 8:29 WIB
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB