"Nostalgila" ala Luhut dan Prabowo
Jumat, 8 November 2019 19:06 WIB
Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, dan Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan, memberi keterangan kepada pers, di Jakarta, Jumat. ANTARA/Ade Junida
Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan, menyebut pertemuannya dengan Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, Kamis petang (7/11), sebagai ajang untuk "bernostalgila".
"Masak saya harus cerita ke kamu, kita bernostalgila," kata Pandjaitan sambil tertawa menjawab pertanyaan awak media, di Jakarta, Jumat. Keduanya merupakan perwira TNI AD yang pada masa dinas aktifnya menghabiskan karir mereka di Komando Pasukan Khusus TNI AD.
Di antara medan bhakti legendaris Komando Pasukan Khusus TNI AD yang terjadi pada masa-masa aktif mereka adalah pembebasan sandera di pesawat terbang Garuda Indonesia, Woyla, nomor penerbangan GA 201, di Bandara Internasional Don Mueang, Bangkok, pada 28 Maret 1981.
Ia tidak menjelaskan lebih jauh soal pertemuannya dengan juniornya di Akademi Militer itu.
Prabowo, seusai pertemuannya dengan Pandjaitan, Kamis, mengaku datang untuk meminta masukan soal masalah pertahanan.
Prabowo yang datang ke kantor Pandjaitan di Gedung BPPT, Jakarta, Kamis (7/11), mengatakan Pandjaitan itu adalah seniornya baik di TNI maupun di pemerintahan.
"Beliau senior saya, beliau juga menko di bidang maritim. Tentunya saya minta saran, minta pemikiran beliau," katanya.
Prabowo memang sedang melakukan safari, alias berkunjung ke semua menteri. Menurut dia, kunjungan itu dia lakukan untuk menggali masukan di bidang pertahanan yang kini jadi tanggung jawabnya.
"Saya sedang keliling ke semua menteri, ke semua satu-satu nanti saya minta masukan masalah pertahanan," katanya.
"Masak saya harus cerita ke kamu, kita bernostalgila," kata Pandjaitan sambil tertawa menjawab pertanyaan awak media, di Jakarta, Jumat. Keduanya merupakan perwira TNI AD yang pada masa dinas aktifnya menghabiskan karir mereka di Komando Pasukan Khusus TNI AD.
Di antara medan bhakti legendaris Komando Pasukan Khusus TNI AD yang terjadi pada masa-masa aktif mereka adalah pembebasan sandera di pesawat terbang Garuda Indonesia, Woyla, nomor penerbangan GA 201, di Bandara Internasional Don Mueang, Bangkok, pada 28 Maret 1981.
Ia tidak menjelaskan lebih jauh soal pertemuannya dengan juniornya di Akademi Militer itu.
Prabowo, seusai pertemuannya dengan Pandjaitan, Kamis, mengaku datang untuk meminta masukan soal masalah pertahanan.
Prabowo yang datang ke kantor Pandjaitan di Gedung BPPT, Jakarta, Kamis (7/11), mengatakan Pandjaitan itu adalah seniornya baik di TNI maupun di pemerintahan.
"Beliau senior saya, beliau juga menko di bidang maritim. Tentunya saya minta saran, minta pemikiran beliau," katanya.
Prabowo memang sedang melakukan safari, alias berkunjung ke semua menteri. Menurut dia, kunjungan itu dia lakukan untuk menggali masukan di bidang pertahanan yang kini jadi tanggung jawabnya.
"Saya sedang keliling ke semua menteri, ke semua satu-satu nanti saya minta masukan masalah pertahanan," katanya.
Pewarta : Ade Junida
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Polresta Padang gagalkan aksi tawuran di Jl By Pass, seorang pelajar diamankan
11 September 2026 16:15 WIB