Jokowi minta peringkat kemudahan berbisnis minimal peringkat 50 dalam indeks EoDB
Kamis, 31 Oktober 2019 14:16 WIB
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia (tengah) dalam paparan realisasi investasi triwulan III 2019 di Jakarta, Kamis (31/10/2019). ANTARA/Ade Irma Junida
Jakarta, (ANTARA) - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebut Presiden Jokowi minta agar Indonesia minimal bisa menempati peringkat ke 50 dalam Indeks Kemudahan Berbisnis atau Ease of Doing Business (EoDB).
Target tersebut turun dari sebelumnya di mana Presiden Jokowi menargetkan untuk bisa mencapai peringkat ke 40 dalam survei yang dilakukan Grup Bank Dunia itu.
"Pak Presiden dalam arahan khusus kepada kami, beliau menyampaikan kepada kami minimal harus masuk di peringkat 50 dari 73," katanya dalam paparan realisasi investasi triwulan III 2019 di Jakarta, Kamis.
Untuk mencapai target yang baru itu, Bahlil mengaku akan berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
"Insya Allah kami akan berkoordinasi dengan Kemenko Perekonomian untuk sinkronisasi agar urusan kemudahan ini dilimpahkan kepada kita, untuk kita bekerja secara maksimal," katanya.
Mantan Ketua HIPMI itu menjelaskan revisi target itu dilakukan lantaran Indonesia masih tertahan di peringkat 73 selama dua tahun terakhir.
Meski demikian, peringkat Indonesia disebutnya masih mengalami perbaikan karena pada 2014, saat masih transisi pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono kepada Jokowi, peringkat Indonesia masih di angka 120 dari sekitar 190 negara yang disurvei.
Secara berurutan, peringkat Indonesia dalam Indeks Kemudahan Berbisnis (EoDB) terus mengalami perbaikan mulai dari peringkat 120 pada laporan Doing Business 2014, lalu naik ke peringkat 114 pada laporan 2015, peringkat 106 pada 2016, kemudian naik menjadi peringkat 91 pada 2017 dan meroket pada 2018 berada di urutan 72.
Dalam laporan Doing Business 2019, Indonesia turun peringkat menjadi 73 sedangkan di laporan terbarunya untuk Doing Business 2020 yang baru diluncurkan pekan lalu, peringkat Indonesia tetap meski skor yang dinaik mengalami sedikit peningkatan. (*)
Target tersebut turun dari sebelumnya di mana Presiden Jokowi menargetkan untuk bisa mencapai peringkat ke 40 dalam survei yang dilakukan Grup Bank Dunia itu.
"Pak Presiden dalam arahan khusus kepada kami, beliau menyampaikan kepada kami minimal harus masuk di peringkat 50 dari 73," katanya dalam paparan realisasi investasi triwulan III 2019 di Jakarta, Kamis.
Untuk mencapai target yang baru itu, Bahlil mengaku akan berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
"Insya Allah kami akan berkoordinasi dengan Kemenko Perekonomian untuk sinkronisasi agar urusan kemudahan ini dilimpahkan kepada kita, untuk kita bekerja secara maksimal," katanya.
Mantan Ketua HIPMI itu menjelaskan revisi target itu dilakukan lantaran Indonesia masih tertahan di peringkat 73 selama dua tahun terakhir.
Meski demikian, peringkat Indonesia disebutnya masih mengalami perbaikan karena pada 2014, saat masih transisi pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono kepada Jokowi, peringkat Indonesia masih di angka 120 dari sekitar 190 negara yang disurvei.
Secara berurutan, peringkat Indonesia dalam Indeks Kemudahan Berbisnis (EoDB) terus mengalami perbaikan mulai dari peringkat 120 pada laporan Doing Business 2014, lalu naik ke peringkat 114 pada laporan 2015, peringkat 106 pada 2016, kemudian naik menjadi peringkat 91 pada 2017 dan meroket pada 2018 berada di urutan 72.
Dalam laporan Doing Business 2019, Indonesia turun peringkat menjadi 73 sedangkan di laporan terbarunya untuk Doing Business 2020 yang baru diluncurkan pekan lalu, peringkat Indonesia tetap meski skor yang dinaik mengalami sedikit peningkatan. (*)
Pewarta : Ade irma Junida
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Hari ini Rabu (31/12/2025), harga emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian kompak anjlok
31 December 2025 9:10 WIB
PT Semen Padang Teken Perjanjian Beasiswa BANGSA Angkatan II PNP, Perkuat Investasi SDM 23 Anak Nagari
20 December 2025 8:14 WIB
Integrasi NIB dan NOP di Kota Pekalongan, Wamen Ossy: Pertanahan, perpajakan, tata ruang, dan investasi jadi punya fondasi kokoh
19 December 2025 9:43 WIB
Menteri Nusron pastikan keseimbangan kebijakan ketahanan pangan dan investasi berjalan beriringan
11 December 2025 17:59 WIB
Pariaman susun dokumen tata ruang pastikan investasi selaras prinsip kelestarian lingkungan
17 November 2025 17:41 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Kabar cabai rawit terkini, Bapanas sebut ongkos distribusi tentukan harga
16 February 2026 14:27 WIB
Harga emas batangan Antam turun Rp14.000 jadi Rp2,94 juta per gram, Senin (16/02/2026)
16 February 2026 9:21 WIB
Emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Senin (16/02/2025) hari ini tak bergerak
16 February 2026 8:40 WIB
Harga emas Antam Sabtu (14/02/2026) hari ini naik Rp50 ribu jadi Rp2,954 juta per gram
14 February 2026 9:44 WIB
Sabtu (14/02/2026) hari ini, emas UBS Rp2,961 juta per gr, Galeri24 Rp2,938 juta per gr
14 February 2026 6:25 WIB
Jumat (13/02/2026) pagi emas UBS Rp3,008 juta/gr dan Galeri24 Rp2,992 juta/gr
13 February 2026 8:29 WIB
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB