Masterplan pengembangan KEK Bukit Ameh Mandeh Final
Selasa, 22 Oktober 2019 22:48 WIB
Suasana rapat finalisasi rancangan masterplan pengembangan KEK Bukit Ameh, KWBT Mandeh. (Antara Sumbar/Istimewa)
Painan (ANTARA) - Masterplan atau rencana induk pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bukit Ameh, Kawasan Wisata Bahari Terpadu (KWBT) Mandeh, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat final.
"Pada prinsipnya masterplan pengembangan yang disusun sudah memenuhi persyaratan," kata Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni usai menghadiri rapat finalisasi rancangan masterplan pengembangan KEK Bukit Ameh di Jakarta dihubungi di Painan, Selasa.
Kendati demikian, tambahnya, terdapat beberapa masukan dari peserta rapat untuk perbaikan namun tidak berpengaruh pada tahapan berikutnya.
Ia menyebutkan masterplan pengembangan yang telah difinalisasi akan digunakan sebagai pedoman untuk menyusun bisnis plan atau rencana bisnis oleh pihak pemrakarsa.
"Penyusunan bisnis plan ditargetkan selesai dalam jangka waktu satu bulan, dan paling lama Januari 2020 proposal usulan KEK sudah disampaikan kepada Dewan KEK di Jakarta," kata dia.
Rapat finalisasi tersebut digelar di ruang rapat gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jakarta Pusat antara Kementerian Pariwisata, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan.
Rapat tersebut dihadiri Ketua Tim Percepatan KEK pariwisata, Azwir, Asisten Deputi Infrastruktur dan Ekosistem, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Indra Ni Tua, dan Kepala Bidang Perancangan Destinasi Pariwisata, Abduh Rahman.
Sementara dari Provinsi Sumatera Barat hadir pejabat Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Penanaman modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Maswar Dedi.
Sedangkan dari Pemerintah Pesisir Selatan, selain dihadiri oleh Bupati Hendrajoni, juga hadir Asisten Perekonomian, Mimi Ryarti Zainul, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan olahraga, Hadi Susilo, dan Camat Koto XI Tarusan, Deny Anggara. (*)
"Pada prinsipnya masterplan pengembangan yang disusun sudah memenuhi persyaratan," kata Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni usai menghadiri rapat finalisasi rancangan masterplan pengembangan KEK Bukit Ameh di Jakarta dihubungi di Painan, Selasa.
Kendati demikian, tambahnya, terdapat beberapa masukan dari peserta rapat untuk perbaikan namun tidak berpengaruh pada tahapan berikutnya.
Ia menyebutkan masterplan pengembangan yang telah difinalisasi akan digunakan sebagai pedoman untuk menyusun bisnis plan atau rencana bisnis oleh pihak pemrakarsa.
"Penyusunan bisnis plan ditargetkan selesai dalam jangka waktu satu bulan, dan paling lama Januari 2020 proposal usulan KEK sudah disampaikan kepada Dewan KEK di Jakarta," kata dia.
Rapat finalisasi tersebut digelar di ruang rapat gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jakarta Pusat antara Kementerian Pariwisata, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan.
Rapat tersebut dihadiri Ketua Tim Percepatan KEK pariwisata, Azwir, Asisten Deputi Infrastruktur dan Ekosistem, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Indra Ni Tua, dan Kepala Bidang Perancangan Destinasi Pariwisata, Abduh Rahman.
Sementara dari Provinsi Sumatera Barat hadir pejabat Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Penanaman modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Maswar Dedi.
Sedangkan dari Pemerintah Pesisir Selatan, selain dihadiri oleh Bupati Hendrajoni, juga hadir Asisten Perekonomian, Mimi Ryarti Zainul, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan olahraga, Hadi Susilo, dan Camat Koto XI Tarusan, Deny Anggara. (*)
Pewarta : Ant/rilis
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Jejak harapan di Lambung Bukit, dari rumah bocor, Alamsyurkini miliki rumah impian
07 April 2026 10:47 WIB
Syukuran Ulang Tahun Perusahaan, PTBA Salurkan 550 Paket Sembako Untuk Warga Sawahlunto
25 February 2026 11:28 WIB
Kirim 2,3 ton bantuan, Heli Caracal TNI AU tembus lereng bukit Nagari Sungai Limau Pesisir Selatan
19 December 2025 21:36 WIB
Terpopuler - Pariwisata
Lihat Juga
Wahana permainan mulai dibangun di objek wisata Pariaman semarakkan Piaman Barayo
28 February 2026 15:56 WIB