Cagliari akan larang suporter bertindak rasis datang ke stadion
Kamis, 5 September 2019 6:47 WIB
Penyerang Inter Milan Romelu Lukaku mengeksekusi tendangan penalti untuk mencetak gol ke gawang Cagliari dalam lanjutan Liga Italia di Stadion Sardegna Arena, Cagliari, Italia, Minggu (1/9/2019) setempat. ANTARA/Twitter/Inter/pri (Twitter/Inter/)
Jakarta, (ANTARA) - Cagliari menyatakan bersumpah akan menginvestigasi dan melarang suporter yang bertindak rasis untuk datang ke stadion saat mendukung tim.
"Dukungan penuh kami berikan kepada Romelu Lukaku dan akan terus memperkuat komitmen menghapus segala tindakan terburuk yang merusak sepakbola dan dunia kita secara umum," ujar pernyataan Caglari yang dikutip Sky Sports, Kamis.
Romelu Lukaku pada Senin (2/9/2019) menjadi korban nyanyian rasis pendukung Cagliari yang menirukan suara monyet sebelum penyerang asal Belgia itu mengeksekusi penalti.
Pihak klub menyatakan bahwa Cagliari menentang dengan tegas tindakan tak terpuji. Tindakan Rasis bertentangan dengan semangat yang diusung klub.
Maka dari itu, Cagliari meminta seluruh pihak terkait seperti Federasi Sepakbola Italia (FIGC), polisi, dan pihak keamanan lainnya untuk ikut membantu dalam proses investigasi ini.
"Cagliari Calcio meminta bantuannya untuk memenangkan pertempuran yang melibatkan semua orang. Tidak ada yang dikecualikan," katanya.
Lukaku bukanlah orang pertama yang mendapatkan perlakuan rasis dari suporter Cagliari, sebelumnya Moise Kean, dan Sulley Muntari pun mengalami hal serupa.
Sementara itu, Presiden Cagliari Tommaso Giulini berharap timnya tidak dijatuhi skors terkait insiden tersebut. Ia meminta maaf terhadap Lukaku secara khusus dan publik sepakbola pada umumnya atas tindakan yang dilakukan suporter.
"Cagliari sama sekali bukan kota yang rasis. Saya meminta maaf untuk citra kami ini yang telah menyebar luas. Saya harap kami tidak diskors," ujar Giulini kepada Radio Popolare. (*)
"Dukungan penuh kami berikan kepada Romelu Lukaku dan akan terus memperkuat komitmen menghapus segala tindakan terburuk yang merusak sepakbola dan dunia kita secara umum," ujar pernyataan Caglari yang dikutip Sky Sports, Kamis.
Romelu Lukaku pada Senin (2/9/2019) menjadi korban nyanyian rasis pendukung Cagliari yang menirukan suara monyet sebelum penyerang asal Belgia itu mengeksekusi penalti.
Pihak klub menyatakan bahwa Cagliari menentang dengan tegas tindakan tak terpuji. Tindakan Rasis bertentangan dengan semangat yang diusung klub.
Maka dari itu, Cagliari meminta seluruh pihak terkait seperti Federasi Sepakbola Italia (FIGC), polisi, dan pihak keamanan lainnya untuk ikut membantu dalam proses investigasi ini.
"Cagliari Calcio meminta bantuannya untuk memenangkan pertempuran yang melibatkan semua orang. Tidak ada yang dikecualikan," katanya.
Lukaku bukanlah orang pertama yang mendapatkan perlakuan rasis dari suporter Cagliari, sebelumnya Moise Kean, dan Sulley Muntari pun mengalami hal serupa.
Sementara itu, Presiden Cagliari Tommaso Giulini berharap timnya tidak dijatuhi skors terkait insiden tersebut. Ia meminta maaf terhadap Lukaku secara khusus dan publik sepakbola pada umumnya atas tindakan yang dilakukan suporter.
"Cagliari sama sekali bukan kota yang rasis. Saya meminta maaf untuk citra kami ini yang telah menyebar luas. Saya harap kami tidak diskors," ujar Giulini kepada Radio Popolare. (*)
Pewarta : Asep Firmansyah
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gol Lukaku antarkan Napoli kembali ke puncak usai kalahkan AS Roma 1-0
25 November 2024 5:00 WIB, 2024
Belgia mulai Kualifikasi Piala Eropa 2024 dengan kemenangan 3-0 atas Swedia
25 March 2023 9:17 WIB, 2023
Meski belum fit secara medis, Lukaku sudah masuk skuad Piala Dunia Belgia
11 November 2022 6:00 WIB, 2022
Terpopuler - Olahraga
Lihat Juga
Klasemen BRI Super Legue pekan ke-21, Sabtu (14/2/2026), edisi tuan rumah kalah
14 February 2026 21:28 WIB
Klasemen BRI Super League pekan ke-21 Jumat (13/2/2026), Malut pepet Persija, Semen Padang tetap ke-16
13 February 2026 21:24 WIB