Indonesia menuju "green avtur", berbahan minyak sawit
Senin, 12 Agustus 2019 17:14 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) memimpin rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (12/8/2019). Rapat kabinet terbatas tersebut membahas evaluasi pelaksanaan mandatori biodiesel. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/hp.
Jakarta (ANTARA) - Presiden Joko Widodo mengarahkan minyak sawit atau CPO untuk diolah menjadi bahan bakar berjenis "green avtur" (bahan bakar avtur yang ramah lingkungan).
"Saya melihat CPO ini, saya mendengar CPO ini juga bisa dibuat avtur. Tolong ini ditekuni lagi lebih dalam sehingga kalau itu bisa, pertama mengurangi impor avtur kita sehingga defisit neraca perdagangan, defisit neraca transaksi berjalan akan semakin baik," kata Presiden Jokowi dalam pembukaan rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta pada Senin.
Presiden juga meminta Pertamina untuk pemanfaatan CPO melalui 'co-processing' guna memproduksi green diesel maupun green gasoline di sejumlah kilang minyak PT Pertamina.
Dia juga mengarahkan perusahaan-perusahaan kelapa sawit dapat mendorong pemrosesan minyak sawit menjadi bahan bakar ramah lingkungan.
"Itu penting semua untuk melaksanakan ini dan kita harapkan juga mempercepat perkembangan industri 'green refinery' kita," jelas Presiden.
Presiden berharap penggunaan Biodiesel B20 pada Januari 2020 dapat berpindah ke B30.
"Dan selanjutnya nanti di akhir 2020 sudah meloncat lagi ke B50," kata Presiden.
Dalam rapat tersebut, Presiden menjelaskan implementasi penggunaan B20 dapat menghemat anggaran negara mengimpor BBM hingga 5,5 miliar dolar AS per tahun.
Penggunaan B20 juga dapat meningkatkan permintaan komoditas CPO dalam negeri.
Sementara itu, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mencatat penyerapan biodiesel dalam negeri sepanjang Januari-Juni 2019 mencapai 3,29 juta ton seiring mandatori Biodiesel 20 persen (B20).
Jumlah tersebut naik 144 persen dari periode sama 2018 yang hanya mampu menyerap sebesar 1,35 juta ton.
"Saya melihat CPO ini, saya mendengar CPO ini juga bisa dibuat avtur. Tolong ini ditekuni lagi lebih dalam sehingga kalau itu bisa, pertama mengurangi impor avtur kita sehingga defisit neraca perdagangan, defisit neraca transaksi berjalan akan semakin baik," kata Presiden Jokowi dalam pembukaan rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta pada Senin.
Presiden juga meminta Pertamina untuk pemanfaatan CPO melalui 'co-processing' guna memproduksi green diesel maupun green gasoline di sejumlah kilang minyak PT Pertamina.
Dia juga mengarahkan perusahaan-perusahaan kelapa sawit dapat mendorong pemrosesan minyak sawit menjadi bahan bakar ramah lingkungan.
"Itu penting semua untuk melaksanakan ini dan kita harapkan juga mempercepat perkembangan industri 'green refinery' kita," jelas Presiden.
Presiden berharap penggunaan Biodiesel B20 pada Januari 2020 dapat berpindah ke B30.
"Dan selanjutnya nanti di akhir 2020 sudah meloncat lagi ke B50," kata Presiden.
Dalam rapat tersebut, Presiden menjelaskan implementasi penggunaan B20 dapat menghemat anggaran negara mengimpor BBM hingga 5,5 miliar dolar AS per tahun.
Penggunaan B20 juga dapat meningkatkan permintaan komoditas CPO dalam negeri.
Sementara itu, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mencatat penyerapan biodiesel dalam negeri sepanjang Januari-Juni 2019 mencapai 3,29 juta ton seiring mandatori Biodiesel 20 persen (B20).
Jumlah tersebut naik 144 persen dari periode sama 2018 yang hanya mampu menyerap sebesar 1,35 juta ton.
Pewarta : Bayu Prasetyo
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
7 Tips Cerdas Belanja Sayur Online di BlibliFresh Untuk Sambut Bulan Puasa
13 February 2026 17:43 WIB
Wako Fadly Amran : Pemerintah salurkan Rp4,53 miliar untuk bantu rumah rusak ringan dan sedang akibat bencana di Padang
13 February 2026 12:10 WIB
KAI Divre II Sumbar Sediakan 31.168 Tempat Duduk untuk Libur Tahun Baru Imlek
13 February 2026 12:02 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Harga emas Antam Sabtu (14/02/2026) hari ini naik Rp50 ribu jadi Rp2,954 juta per gram
14 February 2026 9:44 WIB
Sabtu (14/02/2026) hari ini, emas UBS Rp2,961 juta per gr, Galeri24 Rp2,938 juta per gr
14 February 2026 6:25 WIB
Jumat (13/02/2026) pagi emas UBS Rp3,008 juta/gr dan Galeri24 Rp2,992 juta/gr
13 February 2026 8:29 WIB
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB