AS tambahkan India ke sengketa tarif baja di WTO
Jumat, 5 Juli 2019 6:26 WIB
Amerika Serikat menambahkan India ke sengketa tarif baja di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). (Foto: Istimewa)
Jenewa, (ANTARA) - Amerika Serikat telah mengadu di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) tentang tarif-tarif India yang diberlakukan sebagai tanggapan terhadap atas tarif baja dan aluminium AS tahun lalu, laporan WTO menyebutkan Kamis (4/7).
Perselisihan tersebut menyusul pengaduan serupa terhadap China, Uni Eropa, dan lainnya, yang membalas dengan cara yang sama, dengan mengatakan tarif AS pada dasarnya adalah langkah-langkah "perlindungan" yang harus disertai dengan pemotongan keseimbangan hambatan perdagangan pada barang-barang lainnya.
Sementara itu, Amerika Serikat mengatakan bahwa pengenaan tarif baja dan aluminium tersebut bukan bentuk perlindungan.
Sebelumnya, Pada Juni tahun lalu, AS memberlakukan tarif 25 persen terhadap impor baja dan 10 persen pada impor aluminium dari Meksiko, Kanada, dan Uni Eropa.
WTO sepakat membentuk panel di Badan Penyelesaian Sengketa (DSB) untuk menyelidiki tarif AS terhadap impor baja dan aluminium yang masuk ke negaranya.
China dan Uni Eropa (UE) bersama Meksiko, Norwegia, Rusia, Kanada, dan Turki sebelumnya memprotes langkah-langkah Washington demi kepentingan ekonomi negaranya.
Pada kesempatan yang sama, India dan Swiss mengajukan permintaan pertama mereka untuk panel serupa guna memutuskan tarif impor baja dan aluminium yang ditetapkan AS.
Seperti tujuh anggota lainnya, India dan Swiss berpendapat bahwa tindakan AS tersebut bukan untuk alasan keamanan nasional, melainkan pembenaran untuk menerapkan tarif impor terhadap barang-barang yang masuk ke AS.
Sementara itu, AS berpendapat bahwa pembentukan empat panel merupakan tindakan pembalasan yang diberlakukan oleh Kanada, China, UE, dan Meksiko. (*)
Perselisihan tersebut menyusul pengaduan serupa terhadap China, Uni Eropa, dan lainnya, yang membalas dengan cara yang sama, dengan mengatakan tarif AS pada dasarnya adalah langkah-langkah "perlindungan" yang harus disertai dengan pemotongan keseimbangan hambatan perdagangan pada barang-barang lainnya.
Sementara itu, Amerika Serikat mengatakan bahwa pengenaan tarif baja dan aluminium tersebut bukan bentuk perlindungan.
Sebelumnya, Pada Juni tahun lalu, AS memberlakukan tarif 25 persen terhadap impor baja dan 10 persen pada impor aluminium dari Meksiko, Kanada, dan Uni Eropa.
WTO sepakat membentuk panel di Badan Penyelesaian Sengketa (DSB) untuk menyelidiki tarif AS terhadap impor baja dan aluminium yang masuk ke negaranya.
China dan Uni Eropa (UE) bersama Meksiko, Norwegia, Rusia, Kanada, dan Turki sebelumnya memprotes langkah-langkah Washington demi kepentingan ekonomi negaranya.
Pada kesempatan yang sama, India dan Swiss mengajukan permintaan pertama mereka untuk panel serupa guna memutuskan tarif impor baja dan aluminium yang ditetapkan AS.
Seperti tujuh anggota lainnya, India dan Swiss berpendapat bahwa tindakan AS tersebut bukan untuk alasan keamanan nasional, melainkan pembenaran untuk menerapkan tarif impor terhadap barang-barang yang masuk ke AS.
Sementara itu, AS berpendapat bahwa pembentukan empat panel merupakan tindakan pembalasan yang diberlakukan oleh Kanada, China, UE, dan Meksiko. (*)
Pewarta : Apep Suhendar
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Utamakan daya beli masyarakat, Pemerintah jaga tarif listrik tetap terjangkau sepanjang 2025
29 September 2025 17:13 WIB
Pemudik Padang ke Pelembang sudah bisa gunakan Tol Tempino-Simpang Ness di Jambi
14 September 2025 12:31 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Kabar cabai rawit terkini, Bapanas sebut ongkos distribusi tentukan harga
16 February 2026 14:27 WIB
Harga emas batangan Antam turun Rp14.000 jadi Rp2,94 juta per gram, Senin (16/02/2026)
16 February 2026 9:21 WIB
Emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Senin (16/02/2025) hari ini tak bergerak
16 February 2026 8:40 WIB
Harga emas Antam Sabtu (14/02/2026) hari ini naik Rp50 ribu jadi Rp2,954 juta per gram
14 February 2026 9:44 WIB
Sabtu (14/02/2026) hari ini, emas UBS Rp2,961 juta per gr, Galeri24 Rp2,938 juta per gr
14 February 2026 6:25 WIB
Jumat (13/02/2026) pagi emas UBS Rp3,008 juta/gr dan Galeri24 Rp2,992 juta/gr
13 February 2026 8:29 WIB
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB