Padang, (ANTARA) - Sebanyak 13 tim futsal memastikan diri mengikuti turnamen Rafhely Cup IX yang akan digelar pada 21 hingga 27 Juli 2019 di lapangan Rafhely Futsal Bypass Kota Padang, Sumatera Barat.

Ketua Panitia Rhafely Cup IX Yosrizal melalui keterangan persnya di Padang, Minggu mengatakan 13 tim tersebut terdiri dari tujuh tim dari perwakilan provinsi yang akan mengikuti ajang Pra PON dan PON 2020 seperti tim PON Papua, pra PON Sulut, pra PON Jateng, pra PON Lampung, pra PON Riau, pra PON Sumut dan tim pra PON Sumbar.

"Kita memang memutuskan untuk mengutamakan peserta dari tim-tim pra PON di seluruh Indonesia. Ini baik bagi persiapan tim pra PON Sumbar dalam mengukur kekuatan sebelum tampil di ajang perebutan tiket lolos ke PON Papua 2020, yang rencananya sekitar September 2019," katanya

Kemudian dua tim dari Sumatera Barat, GEN18 Pdg Pariaman dan Limapuluh Kota. Kemudian dua tim dari luar Sumbar yaitu tim Petro Pali Palembang dan tim Bengkulu. Sementara untuk tim profesional yakni IPC Pelindo dan satu tim dari Malaysia yaitu Leonis FC Malaysia.

“Masih ada tiga slot lagi dan kami masih menunggu. Ketiga slot tersebut terdiri dari satu tim dari Sumbar, tim profesional nasional dan satu tim dari luar negeri,” katanya.

Ia mengatakan 16 tim tersebut akan berebut menjadi yang terbaik di turnamen yang menjadi iven di kalender tahunan Asosiasi Provinsi (AFP) dan Federasi Futsal Indonesia yang memperebutkan total hadiah sebesar Rp100 juta

Sementara tuan rumah Rafhely FC yang namanya menjadi brand turnamen yang didukung sponsor utama SPECS, dipastikan absen.

Ketua Asosiasi Futsal Sumbar yang juga pemilik tim Rafhely FC Yasman Yanusar mengatakan dirinya dan pengurus fokus dulu untuk persiapan tim Futsal Pra PON Sumbar yang tengah mengincar lolos ke ajang PON 2020 di Papua mendatang.

Menurut dia pada PON 2012 Sumbar mencatat sejarah Provinsi pertama peraih emas futsal yang baru dipertandingkan saat itu dan hasilnya pada PON 2016 Sumbar langsung lolos PON karena status pemegang medali emas.

"Namun anak-anak gagal di Jawa Barat dan akibatnya kita mesti mulai lagi dari tahapan Pra PON. Jalannya panjang mulai dari kerja keras dan harus fokus. Kita tak ingin tenggelam lebih dalam. Apalagi sampai absen di Papua nanti," kata dia.