Menteri BUMN nilai harga tiket Garuda masih dalam tarif normal
Senin, 6 Mei 2019 6:43 WIB
Menteri BUMN Rini Soemarno menilai harga tiket pesawat dari Maskapai Garuda masih dianggap batasan normal. (Afut syafril)
Jakarta, (ANTARA) - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menilai harga tiket pesawat maskapai Garuda masih dalam taraf normal.
"Harganya itu masih berada di bagian batas atas, jadi masih normal. Ya kita tidak bisa menyuruh untuk menurunkan harga tiket sewenang-wenang, kan Garuda juga perusahaan publik," kata Rini usai groundbreaking di Kementerian BUMN, Jakarta, Minggu.
Perhitungan harga tiket, menurut Rini sudah memperhitungkan sesuai struktur dan sistem operasi perusahaan, sehingga batasan atas dianggap masih tidak menyalahi aturan.
Sebelumnya, Vice President Corporate Secretary PT Garuda Indonesia Ikhsan Rosan menyebut harga tiket Garuda merupakan harga kekinian saat ditanya mengenai harga tiket Lebaran 2019.
“Bagi kita poin yang sekarang itu adalah harga yang kekinian,” kata Ikhsan.
Untuk menutupi harga yang masih dinilai mahal tersebut, Ikhsan mengatakan akan menambah dari sisi peningkatan pelayanan.
“Bagi Garuda dengan harga yang sekarang kita berusaha meningkatkan pelayanan. Jadi kita bukan bermain di harga,” katanya.
Dihubungi terpisah, pakar penerbangan sekaligus President Director Aviatory Indonesia Ziva Narendra Arifin menjelaskan bahwa saat ini harga tiket pesawat menuju ke harga normal.
“Masyarakat mesti pahami penyesuaian ini kembali menuju jangkauan mendekati ke normal, sayangnya normalnya itu mahal dari yang kita terbiasa,” katanya.
Dia menambahkan bahwa komponen biaya operasional pesawat untuk menuju ke harga tiket harus melalui perjalanan yang panjang.
Dalam biaya operasional tersebut, terdapat biaya tetap, seperti biaya perawatan pesawat dan biaya variabel, yakni biaya pembelian bahan bakar.
“Tidak bisa kita pandang sebagai tiba-tiba naik dan menjadi mahal, biaya pengoperasian pesawat biaya operasional tidaklah murah dan mengandung banyak variabel,” katanya.
Selain itu, Ziva menambahkan, marjin keuntungan maskapai berbeda dengan bisnis yang lain.
“Bisnis maskapai berbeda dengan ‘retail’ yang bisa 100 persen, bisa 40 persen per tiket saja sudah untung sekali,” katanya. (*)
"Harganya itu masih berada di bagian batas atas, jadi masih normal. Ya kita tidak bisa menyuruh untuk menurunkan harga tiket sewenang-wenang, kan Garuda juga perusahaan publik," kata Rini usai groundbreaking di Kementerian BUMN, Jakarta, Minggu.
Perhitungan harga tiket, menurut Rini sudah memperhitungkan sesuai struktur dan sistem operasi perusahaan, sehingga batasan atas dianggap masih tidak menyalahi aturan.
Sebelumnya, Vice President Corporate Secretary PT Garuda Indonesia Ikhsan Rosan menyebut harga tiket Garuda merupakan harga kekinian saat ditanya mengenai harga tiket Lebaran 2019.
“Bagi kita poin yang sekarang itu adalah harga yang kekinian,” kata Ikhsan.
Untuk menutupi harga yang masih dinilai mahal tersebut, Ikhsan mengatakan akan menambah dari sisi peningkatan pelayanan.
“Bagi Garuda dengan harga yang sekarang kita berusaha meningkatkan pelayanan. Jadi kita bukan bermain di harga,” katanya.
Dihubungi terpisah, pakar penerbangan sekaligus President Director Aviatory Indonesia Ziva Narendra Arifin menjelaskan bahwa saat ini harga tiket pesawat menuju ke harga normal.
“Masyarakat mesti pahami penyesuaian ini kembali menuju jangkauan mendekati ke normal, sayangnya normalnya itu mahal dari yang kita terbiasa,” katanya.
Dia menambahkan bahwa komponen biaya operasional pesawat untuk menuju ke harga tiket harus melalui perjalanan yang panjang.
Dalam biaya operasional tersebut, terdapat biaya tetap, seperti biaya perawatan pesawat dan biaya variabel, yakni biaya pembelian bahan bakar.
“Tidak bisa kita pandang sebagai tiba-tiba naik dan menjadi mahal, biaya pengoperasian pesawat biaya operasional tidaklah murah dan mengandung banyak variabel,” katanya.
Selain itu, Ziva menambahkan, marjin keuntungan maskapai berbeda dengan bisnis yang lain.
“Bisnis maskapai berbeda dengan ‘retail’ yang bisa 100 persen, bisa 40 persen per tiket saja sudah untung sekali,” katanya. (*)
Pewarta : Afut Syafril Nursyirwan
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bayern Muenchen pastikan satu tiket babak 16 besar setelah taklukan USG 2-0
22 January 2026 6:19 WIB
Antusiasme tinggi, penjualan tiket KA masa libur Isra Mi'raj lebih 100 persen
19 January 2026 21:39 WIB
Ayo naik kereta api, KAI Divre II Sumbar masih sediakan 30 ribu tiket selama libur Nataru
31 December 2025 20:12 WIB
Kenapa Malut United turunkan harga tiket pertandingan lawan Semen Padang FC? ternyata ini alasannya
23 October 2025 13:21 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB
Harga emas Antam Selasa (10/02/2026) hari ini naik Rp14.000 menjadi Rp2,954 juta/gram
10 February 2026 10:00 WIB
Selasa (10/02/2026) hari ini emas UBS Rp2,993 juta/gr dan Galeri24 Rp2,979 juta/gr
10 February 2026 9:02 WIB
Harga emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Senin (09/02/2026) hari ini, simak daftarnya
09 February 2026 9:06 WIB
Minggu (08/02/2026) hari ini, Harga emas UBS Rp2,972 juta per gr, Galeri24 Rp2,958 juta per gr
08 February 2026 9:00 WIB
Sabtu (07/02/2026) hari ini emas UBS Rp2,961 juta/gr dan Galeri24 Rp2,946 juta/gr
07 February 2026 8:53 WIB