BEI: nilai transaksi saham warga Sumbar capai Rp6,2 triliun
Kamis, 3 Januari 2019 14:22 WIB
Seorang investor memantau layar pergerakan harga saham di Padang, Sumatera Barat. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)
Padang, (Antaranews Sumbar) - Bursa Efek Indonesia perwakilan Sumbar mencatat nilai transaksi saham warga memiliki KTP Sumatera Barat sepanjang 2018 mencapai Rp6,2 triliun.
"Transaksi tertinggi terjadi pada Januari 2018 mencapai Rp1,2 triliun dengan jumlah lot 22.834.538," kata Kepala BEI perwakilan Sumbar Early Saputra di Padang, Kamis.
BEI mencatat jumlah warga asal Sumbar yang berinvestasi saham di pasar modal mengalami penambahan 4.485 orang selama periode Januari hingga Desember 2018 atau meningkat 51,41 persen menjadi 13.209 dan merupakan angka tertinggi sejak 2012.
"Ini dipicu oleh peningkatan kinerja emiten yang tercatat di BEI sehingga berpengaruh positif terhadap minat masyarakat berinvestasi," kata dia.
Menurutnya walaupun pada 2018 secara umum harga saham banyak yang turun, namun kenaikan laba yang signifikan dari emiten yang tercatat di BEI, menjadi daya tarik bagi para investor.
"Ini seperti barang bagus, namun harganya sedang diskon, ketika rupiah melemah 9,9 persen di periode Januari-September 2018, ternyata laba emiten ini secara umum naik 15,9 persen apalagi kalau rupiah menguat, mungkin akan lebih baik lagi kinerja emiten-emiten tersebut," katanya.
Ia menilai hal ini yang menjadi katalis positif kenapa semakin banyak masyarakat umum menjadi investor, karena tidak sekadar melihat harga saham yang naik turun, tapi juga fakta laba Emiten yang naik signifikan.
Sebelumnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Barat mengajak masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal untuk mengambil manfaat dari peluang yang ditawarkan oleh industri Pasar Modal.
"Masyarakat dapat menanamkan dananya dan mengambil keuntungan di pasar modal lewat instrumen saham, obligasi ritel atau ORI, sukuk, reksadana serta instrumen efek lainnya," kata Pelaksana Tugas Kepala Kantor OJK Sumbar Darwisman.
Menurutnya orang-orang yang unggul secara finansial di dunia merupakan para pemilik saham atas perusahaan yang tercatat di bursa efek.
Ia menuturkan kepemilikan atas saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia menciptakan keuntungan secara finansial bagi pemegang saham bersangkutan.
Ia menambahkan pasar modal dapat menjadi salah satu alternatif jitu dalam pengembangan pembangunan ekonomi di Indonesia karena keberadaannya yang semakin berkembang dan kebutuhan perusahaan terhadap modal dapat terealisasi lewat pasar modal. (*)
"Transaksi tertinggi terjadi pada Januari 2018 mencapai Rp1,2 triliun dengan jumlah lot 22.834.538," kata Kepala BEI perwakilan Sumbar Early Saputra di Padang, Kamis.
BEI mencatat jumlah warga asal Sumbar yang berinvestasi saham di pasar modal mengalami penambahan 4.485 orang selama periode Januari hingga Desember 2018 atau meningkat 51,41 persen menjadi 13.209 dan merupakan angka tertinggi sejak 2012.
"Ini dipicu oleh peningkatan kinerja emiten yang tercatat di BEI sehingga berpengaruh positif terhadap minat masyarakat berinvestasi," kata dia.
Menurutnya walaupun pada 2018 secara umum harga saham banyak yang turun, namun kenaikan laba yang signifikan dari emiten yang tercatat di BEI, menjadi daya tarik bagi para investor.
"Ini seperti barang bagus, namun harganya sedang diskon, ketika rupiah melemah 9,9 persen di periode Januari-September 2018, ternyata laba emiten ini secara umum naik 15,9 persen apalagi kalau rupiah menguat, mungkin akan lebih baik lagi kinerja emiten-emiten tersebut," katanya.
Ia menilai hal ini yang menjadi katalis positif kenapa semakin banyak masyarakat umum menjadi investor, karena tidak sekadar melihat harga saham yang naik turun, tapi juga fakta laba Emiten yang naik signifikan.
Sebelumnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Barat mengajak masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal untuk mengambil manfaat dari peluang yang ditawarkan oleh industri Pasar Modal.
"Masyarakat dapat menanamkan dananya dan mengambil keuntungan di pasar modal lewat instrumen saham, obligasi ritel atau ORI, sukuk, reksadana serta instrumen efek lainnya," kata Pelaksana Tugas Kepala Kantor OJK Sumbar Darwisman.
Menurutnya orang-orang yang unggul secara finansial di dunia merupakan para pemilik saham atas perusahaan yang tercatat di bursa efek.
Ia menuturkan kepemilikan atas saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia menciptakan keuntungan secara finansial bagi pemegang saham bersangkutan.
Ia menambahkan pasar modal dapat menjadi salah satu alternatif jitu dalam pengembangan pembangunan ekonomi di Indonesia karena keberadaannya yang semakin berkembang dan kebutuhan perusahaan terhadap modal dapat terealisasi lewat pasar modal. (*)
Pewarta : Ikhwan Wahyudi
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB
Harga emas Antam Selasa (10/02/2026) hari ini naik Rp14.000 menjadi Rp2,954 juta/gram
10 February 2026 10:00 WIB
Selasa (10/02/2026) hari ini emas UBS Rp2,993 juta/gr dan Galeri24 Rp2,979 juta/gr
10 February 2026 9:02 WIB
Harga emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Senin (09/02/2026) hari ini, simak daftarnya
09 February 2026 9:06 WIB
Minggu (08/02/2026) hari ini, Harga emas UBS Rp2,972 juta per gr, Galeri24 Rp2,958 juta per gr
08 February 2026 9:00 WIB