BPS: tarif angkutan udara yang tinggi sumbang inflasi November
Senin, 3 Desember 2018 13:26 WIB
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto. (Antara)
Jakarta, (Antara) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan tarif angkutan udara menjadi salah satu penyebab terjadinya inflasi pada November 2018 sebesar 0,27 persen.
"Penyebabnya tarif angkutan udara naik, andilnya ke inflasi 0,05 persen, karena banyak kegiatan akhir tahun," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam jumpa pers di Jakarta, Senin.
Suhariyanto mengatakan komoditas lainnya yang ikut menyumbang inflasi antara lain kenaikan harga bawang, BBM non subsidi, serta upah tukang bukan mandor.
Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi tertinggi terjadi pada kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,56 persen, diikuti kelompok kesehatan 0,36 persen.
Kemudian, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,25 persen, kelompok bahan makanan 0,24 persen, kelompok sandang 0,23 persen dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,20 persen.
"Kelompok bahan makanan tercatat rendah, karena harga-harga ada yang turun dan menyumbang deflasi seperti cabai merah, daging ayam ras, buah-buahan dan minyak goreng," katanya.
Terakhir, tambah Suhariyanto, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga mengalami inflasi pada November sebesar 0,05 persen.
Dalam kesempatan ini, inflasi inti tercatat sebesar 0,22 persen, inflasi harga diatur pemerintah mencapai 0,52 persen dan harga bergejolak sebesar 0,23 persen.
Dengan inflasi pada November tercatat sebesar 0,27 persen, maka inflasi tahun kalender Januari-November 2018 telah mencapai 2,5 persen dan inflasi tahun ke tahun (yoy) 3,23 persen.
Dari 82 kota IHK, sebanyak 70 kota mengalami inflasi dan 12 kota menyumbang deflasi pada November 2018. Inflasi tertinggi terjadi di Merauke sebesar 2,5 persen dan inflasi terendah di Balikapan sebesar 0,01 persen.
Sedangkan deflasi tertinggi di Medan sebesar 0,64 persen serta deflasi terendah di Pematangsiantar dan Pangkalpinang masing-masing 0,01 persen. (*)
"Penyebabnya tarif angkutan udara naik, andilnya ke inflasi 0,05 persen, karena banyak kegiatan akhir tahun," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam jumpa pers di Jakarta, Senin.
Suhariyanto mengatakan komoditas lainnya yang ikut menyumbang inflasi antara lain kenaikan harga bawang, BBM non subsidi, serta upah tukang bukan mandor.
Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi tertinggi terjadi pada kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,56 persen, diikuti kelompok kesehatan 0,36 persen.
Kemudian, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,25 persen, kelompok bahan makanan 0,24 persen, kelompok sandang 0,23 persen dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,20 persen.
"Kelompok bahan makanan tercatat rendah, karena harga-harga ada yang turun dan menyumbang deflasi seperti cabai merah, daging ayam ras, buah-buahan dan minyak goreng," katanya.
Terakhir, tambah Suhariyanto, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga mengalami inflasi pada November sebesar 0,05 persen.
Dalam kesempatan ini, inflasi inti tercatat sebesar 0,22 persen, inflasi harga diatur pemerintah mencapai 0,52 persen dan harga bergejolak sebesar 0,23 persen.
Dengan inflasi pada November tercatat sebesar 0,27 persen, maka inflasi tahun kalender Januari-November 2018 telah mencapai 2,5 persen dan inflasi tahun ke tahun (yoy) 3,23 persen.
Dari 82 kota IHK, sebanyak 70 kota mengalami inflasi dan 12 kota menyumbang deflasi pada November 2018. Inflasi tertinggi terjadi di Merauke sebesar 2,5 persen dan inflasi terendah di Balikapan sebesar 0,01 persen.
Sedangkan deflasi tertinggi di Medan sebesar 0,64 persen serta deflasi terendah di Pematangsiantar dan Pangkalpinang masing-masing 0,01 persen. (*)
Pewarta : Satyagraha
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BPS sebut kenaikan tarif pesawat penyumbang tertinggi inflasi Desember
02 January 2019 14:03 WIB, 2019
Telur ayam komoditas penyumbang terbesar inflasi, ini penyebabnya menurut BPS
01 August 2018 12:25 WIB, 2018
Jumlah Kunjungan Wisatawan Mancanegara November 2017 Turun 8,42 Persen
02 January 2018 16:39 WIB, 2018
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Jumat (13/02/2026) pagi emas UBS Rp3,008 juta/gr dan Galeri24 Rp2,992 juta/gr
13 February 2026 8:29 WIB
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB
Harga emas Antam Selasa (10/02/2026) hari ini naik Rp14.000 menjadi Rp2,954 juta/gram
10 February 2026 10:00 WIB
Selasa (10/02/2026) hari ini emas UBS Rp2,993 juta/gr dan Galeri24 Rp2,979 juta/gr
10 February 2026 9:02 WIB