Analis nilai penguatan Rupiah ditopang penurunan hasil obligasi AS
Senin, 26 November 2018 11:32 WIB
Nilai tukar rupiah (cc)
Jakarta, (Antaranews Sumbar) - Penguatan nilai tukar rupiah sebesar tujuh poin ke posisi Rp14.533 dibandingkan sebelumnya Rp14.540 per dolar, Senin pagi, ditopang oleh penurunan imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS).
Analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada di Jakarta, Senin, mengatakan bahwa pergerakan dolar AS cenderung tertahan terhadap sejumlah mata uang dunia, termasuk rupiah di tengah perayaan Thanksgiving.
"Pergerakan imbal hasil obligasi AS juga cenderung bergerak turun, sehingga menambah topangan bagi rupiah," katanya.
Dari dalam negeri, ia menambahkan, pelaku pasar uang masih mencermati defisit transaksi berjalan serta terkait revisi aturan Daftar Negatif Investasi (DNI) dalam Paket Kebijakan Ekonomi XVI.
"Meski demikian, situasi itu tidak menghalangi penguatan rupiah yang mampu memanfaatkan pelemahan sejumlah mata uang global," katanya. Reza mengharapkan sentimen dari dalam negeri tetap kondusif sehingga tidak menghalangi apresiasi rupiah.
Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail menambahkan nilai tukar rupiah yang bergerak menguat juga seiring harga minyak mentah dunia yang sedang berada dalam tren pelemahan.
"Turunnya harga minyak diperkirakan dapat membantu mengurangi defisit neraca migas," katanya. (*)
Analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada di Jakarta, Senin, mengatakan bahwa pergerakan dolar AS cenderung tertahan terhadap sejumlah mata uang dunia, termasuk rupiah di tengah perayaan Thanksgiving.
"Pergerakan imbal hasil obligasi AS juga cenderung bergerak turun, sehingga menambah topangan bagi rupiah," katanya.
Dari dalam negeri, ia menambahkan, pelaku pasar uang masih mencermati defisit transaksi berjalan serta terkait revisi aturan Daftar Negatif Investasi (DNI) dalam Paket Kebijakan Ekonomi XVI.
"Meski demikian, situasi itu tidak menghalangi penguatan rupiah yang mampu memanfaatkan pelemahan sejumlah mata uang global," katanya. Reza mengharapkan sentimen dari dalam negeri tetap kondusif sehingga tidak menghalangi apresiasi rupiah.
Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail menambahkan nilai tukar rupiah yang bergerak menguat juga seiring harga minyak mentah dunia yang sedang berada dalam tren pelemahan.
"Turunnya harga minyak diperkirakan dapat membantu mengurangi defisit neraca migas," katanya. (*)
Pewarta : Zubi Mahrofi
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bank Indonesia jajaki peluang pembelian obligasi melalui rekening rupiah-yen
25 August 2025 14:08 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Harga emas Antam Sabtu (14/02/2026) hari ini naik Rp50 ribu jadi Rp2,954 juta per gram
14 February 2026 9:44 WIB
Sabtu (14/02/2026) hari ini, emas UBS Rp2,961 juta per gr, Galeri24 Rp2,938 juta per gr
14 February 2026 6:25 WIB
Jumat (13/02/2026) pagi emas UBS Rp3,008 juta/gr dan Galeri24 Rp2,992 juta/gr
13 February 2026 8:29 WIB
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB