Jakarta, (Antara) - Kelas Inspirasi yang diprakarsai Gerakan Indonesia Mengajar dan diselenggarakan pada Rabu (20/2) berhasil mendorong ribuan murid di 58 sekolah dasar yang ada di Jakarta untuk menambah wawasan mereka. "Animo murid-murid SD sangat positif. Bahkan di salah satu sd, ada murid yang bercita-cita menjadi peneliti obat setelah dikunjungi profesional yang bekerja di bidang itu. Alasannya ingin mengobati adiknya yang sakit," ujar seorang anggota Indonesia Mengajar Shally Pristine di Jakarta, Senin. Selama ini, kata Shally, cita-cita anak-anak hanya sebatas dokter, pilot dan sebagainya. Setelah didatangkan para profesional, maka wawasan anak-anak tersebut semakin bertambah dan mempunyai pilihan cita-cita yang lain. Sebanyak 137 SD negeri di enam kota yakni Jakarta, Bandung, Solo, Yogyakarta, Surabaya, dan Pekanbaru berpartisipasi dalam pelaksanaan kelas inspirasi. Sementara itu, sebanyak 2.166 praktisi profesional dari seluruh Indonesia telah mendaftarkan dirinya untuk bisa berpartisipasi dalam Kelas Inspirasi. Di Jakarta, terpilih 596 pengajar dari 1.068 pendaftar yang akan diterjunkan ke 58 SD negeri yang berasal dari berbagai profesi, misalnya dokter, musisi, diplomat, insinyur, pimpinan perusahaan, dan figur publik. Diantaranya adalah Direktur Utama Bank DKI Eko Budi Wiyono, Managing Director Standard Chartered Benjamin Soemartopo, CEO Schlumberger Ahmad Yuniarto, peneliti LIPI Ikrar Nusa Bakti, penulis buku best seller A. Fuadi, presenter wisata kuliner Bondan Winarno, Putri Indonesia 2008 Zivanna Letisha, dan Duta Besar untuk ASEAN IG Ngurah Swajaya. Kegiatan tersebut, kata dia, sepenuhnya bersifat kerelawanan dan mensyaratkan pengorbanan dengan meminta relawan cuti pada hari mengajar itu. "Tujuannya ganda, selain menjadi ajang berbagi semangat berjuang mencapai cita-cita dan pengetahuan profesi; kegiatan ini juga menjadi kesempatan silaturahim antara penggerak pendidikan di sekolah dengan dunia professional." Sebelumnya, kelas itu dilakukan di Jakarta. Shally mengatakan ke depannya, kelas tersebut dapat terus dilakukan. "Indonesia Mengajar hanya menginisiasi. Jadi kalaupun ada yang mau mengadakan, dipersilahkan," tukas dia. (*/sun)

Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026