Bulog siap rambah penjualan "online"
Rabu, 6 Juni 2018 12:15 WIB
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Pol Heru Winarko (kiri) berjabat tangan dengan mantan Kepala BNN Budi Waseso (kanan). (ANTARA FOTO)
Jakarta, (Antaranews Sumbar) - Perum Bulog siap mengembangkan sistem penjualan bahan kebutuhan pokok kepada masyarakat secara online atau dalam jaringan (daring) setelah sukses dengan toko-toko penyediaan komoditas pangan selama ini.
Dirut Perum Bulog Budi Waseso dalam acara pelepasan program "Giat Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga Pangan" di Jakarta, Rabu, mengatakan, penjualan secara 'online' ini untuk memenuhi kebutuhan warga yang menuntut adanya kemudahan dan kecepatan dalam memperoleh bahan pangan.
"Sekarang ini era belanja online masyarakat ingin yang praktis dan mudah. Masyarakat tidak mau kemana-mana untuk mendapatkan barang yang dibutuhkannya," katanya.
Menurut dia, dengan sistem penjualan secara online tersebut nantinya masyarakat yang memerlukan kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, daging tidak perlu lagi ke pasar namun bisa langsung memesan melalui gawai mereka.
Nantinya, lanjut Budi, untuk melakukan distribusi komoditas pangan ke konsumen yang melakukan pemesanan tersebut akan dilakukan kerja sama dengan penyedia layanan jasa ojek online.
Menyinggung realisasi sistem penjualan bahan pangan secara daring tersebut, pihaknya mengatakan, sebenarnya saat ini bisa dilakukan namun diharapkan mulai pekan depan.
Dirut Bulog menegaskan, meskipun pihaknya telah melakukan pengembangan sistem belanja secara online, namun penjualan bahan pangan secara konvensional tidak dihilangkan.
Pada kesempatan itu Budi juga mengungkapkan, Bulog siap melakukan terobosan dengan melakukan penjualan beras dalam kemasan saset seberat 200 gram dengan harga Rp2500/kemasan.
"Penjualan beras dengan ukuran saset 200 gram untuk menjamin ketersediaan beras kepada masyarakat," katanya.
Beras dalam kemasan 200 gram tersebut nantinya akan dipasok dari tiap daerah, sehingga rasanya bisa menyesuaikan lidah penikmatnya.
"Seluruh Indonesia dan akan mengikuti karakteristik daerah masing-masing ini kan beras lokal, kearifan lokal kalau Padang beras jenis pera, untuk Jawa beras pulen," jelasnya.
Budi mengatakan, penjualan beras dalam saset tersebut diharapkan dapat terwujud mulai pekan depan karena menunggu kesiapan divre-divre Bulog di daerah. (*)
Dirut Perum Bulog Budi Waseso dalam acara pelepasan program "Giat Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga Pangan" di Jakarta, Rabu, mengatakan, penjualan secara 'online' ini untuk memenuhi kebutuhan warga yang menuntut adanya kemudahan dan kecepatan dalam memperoleh bahan pangan.
"Sekarang ini era belanja online masyarakat ingin yang praktis dan mudah. Masyarakat tidak mau kemana-mana untuk mendapatkan barang yang dibutuhkannya," katanya.
Menurut dia, dengan sistem penjualan secara online tersebut nantinya masyarakat yang memerlukan kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, daging tidak perlu lagi ke pasar namun bisa langsung memesan melalui gawai mereka.
Nantinya, lanjut Budi, untuk melakukan distribusi komoditas pangan ke konsumen yang melakukan pemesanan tersebut akan dilakukan kerja sama dengan penyedia layanan jasa ojek online.
Menyinggung realisasi sistem penjualan bahan pangan secara daring tersebut, pihaknya mengatakan, sebenarnya saat ini bisa dilakukan namun diharapkan mulai pekan depan.
Dirut Bulog menegaskan, meskipun pihaknya telah melakukan pengembangan sistem belanja secara online, namun penjualan bahan pangan secara konvensional tidak dihilangkan.
Pada kesempatan itu Budi juga mengungkapkan, Bulog siap melakukan terobosan dengan melakukan penjualan beras dalam kemasan saset seberat 200 gram dengan harga Rp2500/kemasan.
"Penjualan beras dengan ukuran saset 200 gram untuk menjamin ketersediaan beras kepada masyarakat," katanya.
Beras dalam kemasan 200 gram tersebut nantinya akan dipasok dari tiap daerah, sehingga rasanya bisa menyesuaikan lidah penikmatnya.
"Seluruh Indonesia dan akan mengikuti karakteristik daerah masing-masing ini kan beras lokal, kearifan lokal kalau Padang beras jenis pera, untuk Jawa beras pulen," jelasnya.
Budi mengatakan, penjualan beras dalam saset tersebut diharapkan dapat terwujud mulai pekan depan karena menunggu kesiapan divre-divre Bulog di daerah. (*)
Pewarta : Subagyo
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Musim panen raya, Presiden minta Bulog serap gabah petani sebanyak-banyaknya
11 March 2023 15:35 WIB, 2023
Bulog usulkan anggaran pangan Rp19 triliun untuk ketersediaan pangan dan pengadaan cadangan beras
25 June 2020 14:30 WIB, 2020
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB
Harga emas Antam Selasa (10/02/2026) hari ini naik Rp14.000 menjadi Rp2,954 juta/gram
10 February 2026 10:00 WIB
Selasa (10/02/2026) hari ini emas UBS Rp2,993 juta/gr dan Galeri24 Rp2,979 juta/gr
10 February 2026 9:02 WIB
Harga emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Senin (09/02/2026) hari ini, simak daftarnya
09 February 2026 9:06 WIB
Minggu (08/02/2026) hari ini, Harga emas UBS Rp2,972 juta per gr, Galeri24 Rp2,958 juta per gr
08 February 2026 9:00 WIB