Pemerintah serap Rp6,35 triliun dari lelang Sukuk
Selasa, 17 April 2018 21:02 WIB
Ilustrasi. (acronymsandslang.com)
Jakarta, (Antaranews Sumbar) - Pemerintah menyerap dana Rp6,35 triliun dari lelang tujuh seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada Selasa, dengan total penawaran yang masuk sebesar Rp10,1 triliun.
Keterangan pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan yang diterima di Jakarta, Selasa, menyebutkan jumlah dana diserap masih dibawah target indikatif sebesar Rp8 triliun.
Jumlah yang dimenangkan untuk seri SPNS04102018 mencapai Rp2,1 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 4,32563 persen dan imbalan secara diskonto.
Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 4 Oktober 2018 sebesar Rp4,31 triliun dengan imbal hasil terendah yang masuk 4,28125 persen dan tertinggi 5,75 persen.
Jumlah dimenangkan untuk seri PBS016 sebesar Rp2,71 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,12653 persen dan tingkat imbalan 6,25 persen.
Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Maret 2020 ini mencapai Rp2,73 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 6,03125 persen dan tertinggi 6,5 persen.
Untuk seri PBS002, jumlah dimenangkan mencapai Rp0,6 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,44974 persen dan tingkat imbalan 5,45 persen.
Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Januari 2022 ini mencapai Rp0,845 triliun, dengan imbal hasil terendah masuk 6,34375 persen dan tertinggi 6,625 persen.
Untuk seri PBS012, jumlah dimenangkan mencapai Rp0,41 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,44944 persen dan tingkat imbalan 8,875 persen.
Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 November 2031 ini mencapai Rp0,5 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 7,3125 persen dan tertinggi 7,6875 persen.
Untuk seri PBS004, jumlah dimenangkan mencapai Rp0,52 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,65183 persen dan tingkat imbalan 6,1 persen.
Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Februari 2037 ini mencapai Rp0,52 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 7,625 persen dan tertinggi 7,75 persen.
Pemerintah tidak memenangkan lelang untuk seri PBS017 meski penawaran masuk mencapai Rp0,025 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 6,71875 persen dan imbal hasil tertinggi 6,8125 persen.
Pemerintah juga tidak memenangkan lelang untuk seri PBS015 meski penawaran masuk mencapai Rp1,2 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 7,78125 persen dan imbal hasil tertinggi 7,9375 persen.
Sebelumnya, pemerintah menyerap dana sebesar Rp6,78 triliun dari lelang tujuh seri Surat Berharga Syariah Negara pada Selasa (3/4) dengan total penawaran yang masuk sebesar Rp11,1 triliun. (*)
Keterangan pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan yang diterima di Jakarta, Selasa, menyebutkan jumlah dana diserap masih dibawah target indikatif sebesar Rp8 triliun.
Jumlah yang dimenangkan untuk seri SPNS04102018 mencapai Rp2,1 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 4,32563 persen dan imbalan secara diskonto.
Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 4 Oktober 2018 sebesar Rp4,31 triliun dengan imbal hasil terendah yang masuk 4,28125 persen dan tertinggi 5,75 persen.
Jumlah dimenangkan untuk seri PBS016 sebesar Rp2,71 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,12653 persen dan tingkat imbalan 6,25 persen.
Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Maret 2020 ini mencapai Rp2,73 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 6,03125 persen dan tertinggi 6,5 persen.
Untuk seri PBS002, jumlah dimenangkan mencapai Rp0,6 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,44974 persen dan tingkat imbalan 5,45 persen.
Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Januari 2022 ini mencapai Rp0,845 triliun, dengan imbal hasil terendah masuk 6,34375 persen dan tertinggi 6,625 persen.
Untuk seri PBS012, jumlah dimenangkan mencapai Rp0,41 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,44944 persen dan tingkat imbalan 8,875 persen.
Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 November 2031 ini mencapai Rp0,5 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 7,3125 persen dan tertinggi 7,6875 persen.
Untuk seri PBS004, jumlah dimenangkan mencapai Rp0,52 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,65183 persen dan tingkat imbalan 6,1 persen.
Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Februari 2037 ini mencapai Rp0,52 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 7,625 persen dan tertinggi 7,75 persen.
Pemerintah tidak memenangkan lelang untuk seri PBS017 meski penawaran masuk mencapai Rp0,025 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 6,71875 persen dan imbal hasil tertinggi 6,8125 persen.
Pemerintah juga tidak memenangkan lelang untuk seri PBS015 meski penawaran masuk mencapai Rp1,2 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 7,78125 persen dan imbal hasil tertinggi 7,9375 persen.
Sebelumnya, pemerintah menyerap dana sebesar Rp6,78 triliun dari lelang tujuh seri Surat Berharga Syariah Negara pada Selasa (3/4) dengan total penawaran yang masuk sebesar Rp11,1 triliun. (*)
Pewarta : Satyagraha
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemerintah Pertimbangkan Penerbitan Sukuk Proyek Berdenominasi Dolar
12 December 2014 6:10 WIB, 2014
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB
Harga emas Antam Selasa (10/02/2026) hari ini naik Rp14.000 menjadi Rp2,954 juta/gram
10 February 2026 10:00 WIB
Selasa (10/02/2026) hari ini emas UBS Rp2,993 juta/gr dan Galeri24 Rp2,979 juta/gr
10 February 2026 9:02 WIB
Harga emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Senin (09/02/2026) hari ini, simak daftarnya
09 February 2026 9:06 WIB
Minggu (08/02/2026) hari ini, Harga emas UBS Rp2,972 juta per gr, Galeri24 Rp2,958 juta per gr
08 February 2026 9:00 WIB