Padang, (Antaranews Sumbar) - Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Padang, Sumbar Yunisman mengatakan komitmen dari anggota koperasi akan menjadi faktor utama bagi kemajuan lembaga ekonomi tersebut.

"Koperasi yang kuat memiliki anggota yang hebat," ujarnya di Padang, Jumat.

Menurut dia komitmen ini misalnya dalam hal pembayaran iuran yang tepat waktu dan menyeluruh.

Kemudian dalam hal simpan pinjam, anggota juga tepat waktu dan disiplin dalam membayar cicilan.

Di samping itu saat ada rapat anggota, semuanya hadir dan berpendapat serta memunculkan ide untuk pengembangan koperasi ke depan.

Selain itu juga pengurus giat melakukan berbagai inovasi semisal untuk kegiatan sosial kemasyarakatan.

"Sejauh ini koperasi di pemerintahan atau instansi swasta dapat terjamin kelangsungannya karena adanya potongan dari upah, namun ini tetap harus ditingkatkan," kata dia.

Dia mencontohkan di Kopertis atau instansi perguruan tinggi juga dapat meningkatkan lembaga koperasinya.

Misalnya dalam hal peningkatan iyuran atau penambahan anggota, bila ini jadi komitmen maka Sisa Hasil Usaha dan asetnya bakal meningkat.

Bukan tidak mungkin nantinya koperasi akan berkembang dan sanggup mengakomodasi kepentingan anggota lebih disamping foto kopi, simpan pinjam atau cafe.

"Saat ini ada ribuan koperasi di Padang, namun sebagian memang perlu dimajukan lagi, dan ini bergantung kepengurusan dan anggota," katanya.

Di antara koperasi tersebut ujarnya sebagian kecil telah bergerak pada koperasi syariah dan sektor riil dengan aset yang telah mencapai ratusan juta bahkam miliaran rupiah.

Ini membuktikan dari masyarakat seperti pelaku UMKM, koperasi juga dapat maju.

Sementara itu sebelumnya Pemkot Padang menjadi salah satu pemerintahan daerah yang mendapat penghargaan terbaik dalam pembinaan dan pengembangan koperasi dan UMKM 2017 dari Kementerian pusat.

Penghargaan tersebut telah diterima Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Padang Yunisman dari Menteri Koperasi UKM RI Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga dalam rakornas koperasi di Yogyakarta Rabu (4/4). (*)