Konsumsi bright gas di Sumbar naik
Rabu, 21 Maret 2018 15:46 WIB
Bright gas. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Padang, (Antaranews Sumbar) - Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I Branch Sumatera Barat menyatakan konsumsi gas non subsidi Bright Gas mengalami kenaikan dari 18.500 tabung pada Februari 2017 menjadi 43.039 tabung pada Februari 2018.
Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR I Rudi Ariffianto ketika dihubungi dari Padang, Rabu, menjelaskan, pada Februari 2017 realisasi penjualan Bright Gas ukuran 12 kg dan 5,5 kg sebanyak 18.850 tabung sedangkan pada Februari 2018 penjualan Bright Gas mencapai 43.039 tabung.
Penjualan sebanyak 43.039 tabung itu terdiri dari 22.312 tabung Bright Gas ukuran 5,5 kg dan 20.727 tabung berukuran 12 kg yang dijual di kawasan Sumatera Barat.
"Kami berharap tentu konsumsi gas non subsidi ini terus meningkat setiap bulannya," kata dia.
Terkait wacana konversi atau pemindahaan gas bersubsidi 3 kg yang biasa disebut gas melon ke gas non subsidi Bright Gas, pihaknya masih menunggu instruksi dari pemerintah.
"Apabila ada instruksi dilakukan konversi oleh pemerintah tentu akan kami laksanakan namun hingga saat ini belum ada," kata dia.
Sementara terkait rencana peluncuran Bright Gas berukuran 3 kilogram yang bertujuan menyukseskan program konversi dari gas bersubsidi ke gas non subsidi, pihaknya masih belum mendapat instruksi.
"Hal itu tentu butuh pendataan ulang dan kami belum menerima perintah melakukan hal tersebut. Kita tunggu saja arahan dari pemerintah terkait rencana tersebut," ujarnya.
Ia mengatakan PT Pertamina akan memperketat kanal distribusi penyaluran elpiji bersubsidi tiga kilogram mengantisipasi terjadinya pengoplosan karena dapat merugikan masyarakat selaku konsumen.
"Untuk agen maupun pangkalan dilakukan pencatatan terstruktur siapa yang menjadi konsumennya secara manual untuk kemudian dikirim ke Pertamina," kata dia.
Ia menyampaikan Pertamina berupaya memastikan pasokan elpiji tiga kilogram benar-benar sesuai target peruntukannya.
Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR I Rudi Ariffianto ketika dihubungi dari Padang, Rabu, menjelaskan, pada Februari 2017 realisasi penjualan Bright Gas ukuran 12 kg dan 5,5 kg sebanyak 18.850 tabung sedangkan pada Februari 2018 penjualan Bright Gas mencapai 43.039 tabung.
Penjualan sebanyak 43.039 tabung itu terdiri dari 22.312 tabung Bright Gas ukuran 5,5 kg dan 20.727 tabung berukuran 12 kg yang dijual di kawasan Sumatera Barat.
"Kami berharap tentu konsumsi gas non subsidi ini terus meningkat setiap bulannya," kata dia.
Terkait wacana konversi atau pemindahaan gas bersubsidi 3 kg yang biasa disebut gas melon ke gas non subsidi Bright Gas, pihaknya masih menunggu instruksi dari pemerintah.
"Apabila ada instruksi dilakukan konversi oleh pemerintah tentu akan kami laksanakan namun hingga saat ini belum ada," kata dia.
Sementara terkait rencana peluncuran Bright Gas berukuran 3 kilogram yang bertujuan menyukseskan program konversi dari gas bersubsidi ke gas non subsidi, pihaknya masih belum mendapat instruksi.
"Hal itu tentu butuh pendataan ulang dan kami belum menerima perintah melakukan hal tersebut. Kita tunggu saja arahan dari pemerintah terkait rencana tersebut," ujarnya.
Ia mengatakan PT Pertamina akan memperketat kanal distribusi penyaluran elpiji bersubsidi tiga kilogram mengantisipasi terjadinya pengoplosan karena dapat merugikan masyarakat selaku konsumen.
"Untuk agen maupun pangkalan dilakukan pencatatan terstruktur siapa yang menjadi konsumennya secara manual untuk kemudian dikirim ke Pertamina," kata dia.
Ia menyampaikan Pertamina berupaya memastikan pasokan elpiji tiga kilogram benar-benar sesuai target peruntukannya.
Pewarta : Mario S Nasution
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BRI Region 3 Padang salurkan 305 set kompor gas untuk korban bencana di Agam
28 January 2026 16:01 WIB
Ledakan tabung gas di Jakarta Barat, korban terlempar ke luar rumah hingga luka parah
07 January 2026 12:34 WIB
Pertamina Sumbagut tambah 66 ribu LPG subsidi untuk atasi lonjakan kebutuhan
05 September 2025 22:01 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Jumat (13/02/2026) pagi emas UBS Rp3,008 juta/gr dan Galeri24 Rp2,992 juta/gr
13 February 2026 8:29 WIB
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB
Harga emas Antam Selasa (10/02/2026) hari ini naik Rp14.000 menjadi Rp2,954 juta/gram
10 February 2026 10:00 WIB
Selasa (10/02/2026) hari ini emas UBS Rp2,993 juta/gr dan Galeri24 Rp2,979 juta/gr
10 February 2026 9:02 WIB