Padang, (Antara Sumbar) - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menilai wacana menghidupkan kembali jalur laut dari Tanjung Priok ke Teluk Bayur sebagai angkutan lebaran belum menjadi pilihan utama pemudik.
"Sebagai alternatif karena tiket pesawat yang melampung tinggi serta infrastruktur jalan yang belum maksimal, mungkin saja. Tetapi waktu tempuh jalur itu lumayan lama hingga belum dilirik pemudik," kata Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit di Padang, Rabu.
Menurutnya waktu tempuh dari Tanjung Priok - Teluk Bayur sekitar dua hari, belum lagi disambung jalur darat, perjalanan bisa menjadi tiga hari dua malam hingga kurang efisien dari segi waktu jika dibandingkan dengan jalur darat apalagi udara.
Penyeberangan Merak - Bekauheni juga relatif lancar hingga pemudik lebih senang menggunakan jalur darat dengan perhitungan ekonomis dan jalur udara dengan pertimbangan waktu tempuh.
Ia menyebut perbaikan infrastruktur jalan, terutama jalan nasional agar bisa dilewati dengan nyaman oleh pemudik lebih menjadi prioritas.
Demikian juga untuk menekan harga tiket pesawat Jakarta-Padang dan sebaliknya yang naik "gila-gilaan" saat mudik lebaran.
Untuk harga tiket tersebut, Pemprov Sumbar telah menyurati Garuda Indonesia agar tidak menggunakan tarif paling atas, karena maskapai itu adalah tolok ukur bagi maskapai lain dalam penetapan harga tiket.
Namun, harga tiket tetap saja melambung mulai H-10 lebaran.
Kepala Dinas Perhubungan Sumbar, Amran mengatakan tarif penumpang kelas ekonomi Padang-Jakarta sudah ditetapkan melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 14 tahun 2016 untuk Pesawat Jet di Lingkungan Otoritas Bandara Wilayah Padang.
Batas atas untuk Garuda Indonesia pada jalur Padang-Jakarta adalah Rp1.706.000 dan batas bawah Rp512.000.
"Jika harga tiket di atas ketentuan itu, maka patut dipertanyakan," tambahnya. (*)