Samosir, Sumatera Utara, (Antara Sumbar) - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menggunakan teknologi kubah yang bekerja layaknya efek rumah kaca untuk menaikkan produksi benih ikan mas di Technopark Samosir hingga 25.000 persen.
"Persoalan yang dihadapi untuk menghasilkan benih ikan di Samosir adalah perbedaan suhu air antara siang dan malam yang begitu ekstrim. Sementara benih-benih ikan hanya mampu berkembang pada suhu yang stabil," kata Kepala Pusat Penelitian Limnologi LIPI Fauzan Ali kepada Antara saat berada di Technopark Samosir, Kecamatan Harian Boho, Samosir, Sumatera Utara, Senin.
Ia menjelaskan bahwa perbedaan suhu yang terlalu berfluktuasi antara siang hari yang mencapai hingga 27 derajat celsius dengan malam hari yang turun mencapai hingga 16 derajat celsius menjadi persoalan di Kabupaten Samosir.
Air kolam yang berada di luar ruang menjadi cepat panas ketika siang hari, dan berubah menjadi dingin dengan penurunan suhu hingga 11 derajat celsius pada malam hari membuat benih-benih ikan tidak berkembang baik di wilayah ini.
"Perubahan suhu air untuk mengembangkan benih ikan itu tidak boleh lebih dari lima derajat celsius, suhu pun harus dijaga supaya stabil," ujar Fauzan.
Selain perubahan suhu ekstrim persoalan lain yang dihadapi di wilayah technopark ini adalah angin yang sangat kencang yang datang sewaktu-waktu hingga mampu menerbangkan atap rumah. Kekuatan angin ini, menurut Fauzan, juga mempengaruhi benih-benih ikan yang dikembangkan di kolam luar ruangan.
Untuk itu, tim peneliti dari Limnologi LIPI menciptakan teknologi kubah yang terbuat dari polycarbonate dan rangka besi yang didesain sedemikian rupa untuk memastikan suhu air stabil dan angin tidak mengganggu benih di dalam kolam.
Fauzan yang ditemani teknisi litkayasa Limnologi Bambang Teguh menjelaskan bahwa polycarbonate yang transparan dan dipasang membentuk kubah dengan kemiringan sekitar 45 derajat membuat cahaya matahari tetap masuk ke dalam kubah, namun tidak membuat suhu air menjadi terlalu tinggi.
Saat malam tiba, ia mengatakan kubah tersebut juga mampu menahan suhu dalam ruangan tersebut tidak turun drastis dan tetap hangat sehingga suhu air tidak turun drastis.
"Jika pun ada perubahan suhu tidak drastis, dan bisa dijaga tidak lebih dari lima derajat celsius," ujar dia.
Kubah mulai dipasang 2015 setelah diujicobakan pada 2014 dengan memanfaatkan sebuah ruang yang dimodifikasi menjadi ruang tertutup di technopark berhasil meningkatkan jumlah benih ikan.
Saat kubah terpasang produksi benih saat technopark masih menjadi Balai Benih Ikan (BBI) hanya mampu mencapai 10.000 per tahun dapat meningkat menjadi 2,5 juta per tahun.
Dan tim Puslit Limnologi LIPI yang bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Samosir mengembangkan Technopark Samosir, menurut dia, menargetkan peningkatan produksi benih ikan mas dan ikan konsumsi lainnya seperti nila dan lele hingga lima juta per tahun dengan memanfaatkan 43 kolam ikan di lahan seluas tiga hektare (ha) milik di Kecamatan Harian Boho.
"Alasan kita mau meningkatkan produksi produksi hingga lima juta benih ikan karena baru satu persoalan yang dibenahi. Saya yakin lah kalau faktor lain dibenahi juga produksinya bisa lebih tinggi dari 2,5 juta benih per tahun," ujar dia. (*)