Jakarta, (Antara Sumbar) - Anggota Komisi XI DPR Heri Gunawan meminta pemerintah untuk memperhatikan sektor keuangan khususnya guna menjaga kepercayaan pasar atas kinerja perekonomian nasional.


        Dalam keterangan persnya yang diterima di Jakarta, Kamis, Heri mengatakan tantangan sektor keuangan akan lebih serius sehingga pemerintah perlu memastikan kebijakan yang tepat untuk menjaganya.


        Menurut wakil rakyat ini, bergejolaknya atau volatilitas pasar uang belum berpihak dan kepercayaan investor belum pulih. Sementara bila mengandalkan utang, kepercayaan kreditor pada Indonesia juga sedang merosot. Belum lagi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih di bawah 12 persen.


        "Saya berharap, pemerintah fokus pada rencana yang sungguh-sungguh untuk kembali memenangkan kepercayaan pasar," katanya.


        Heri berpendapat cetak biru pembenahan struktural keuangan akhirnya jadi keniscayaan untuk dongkrak ekonomi nasional agar bisa bersaing kembali.


        Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menekankan agar Indonesia tidak mengandalkan sektor ekspor-impor sebagai mesin pertumbuhan ekonomi pada 2017 karena lemahnya perdagangan internasional.


        "Satu catatan kita kalau bicara 'growth', tidak boleh mengandalkan pertumbuhan ekonomi dari faktor luar negeri," kata Sri Mulyani dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta Selatan, Rabu malam.


        Konsumsi rumah tangga yang tumbuh 5,1 persen pada 2016 diperkirakan masih bisa bertahan pada 2017, atau bahkan bisa tumbuh sedikit lebih besar.


        Sementara pertumbuhan PMTB 6,1 persen juga diperkirakan masih tetap bertahan dengan adanya dorongan dari kepercayaan pasar, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih relatif tinggi dibanding negara-negara G20, dan adanya aliran modal yang masuk dari hasil repatriasi program amnesti pajak.


        Berdasarkan beberapa hal tersebut Menteri Keuangan berpendapat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2017 realistis berada di kisaran 5,1-5,2 persen.  Sementara Komisi XI mengusulkan pertumbuhan ekonomi pada 2017 berada di level 5,05 persen. (*)