Pulau Punjung, (Antara Sumbar) - Warga di Nagari (Desa Adat) Gunung Salasiah, Kabupaten Dharmaraya, Sumatera Barat, mengharapkan pemerintah setempat segera melebarkan jalan yang menghubungkan dua Jorong (dusun) Sungai Bolik dan Kampung Surau.
"Pertumbuhan volume kendaraan saat ini sudah tidak seimbang dengan infrastruktur jalan, maka itu perlu dilakukan pelebaran untuk kenyamanan dan keamanan masyarakat ketika berkendara," kata Toko Masyarakat Lubuak Salasiah Mu'allimin Jba, di Pulau Punjung, Rabu (15/6) malam.
Harapan itu dikemukakan dihadapan Wakil Bupati Dharmasraya Amrizal saat Tim Safari Ramadhan yang di ketuai Wabup mengunjungi Masjid Muhamamadiyah Nurul Jaddid, di Nagari Lubauk Salasiah, Kecamatan Pulau Punjung, Rabu (15/6) malam.
Menurut mantan anggota legislatif periode 1999 hingga 2004 ini, perbaikan infrastruktur sudah tidak pernah dilakukan sejak jalan itu dibangun ketika Kabupaten Dharmasraya belum memekarkan dari Kabupaten Sijunjung.
"Pengaspalan ini dilakukan saat masih pemerintah Muaro Sijunjung, jadi ini sudah tidak seimbang dengan pertumbuhan ekonomi dan masyarakat itu sendiri," jelasnya
Menurut dia, harapan masyarakat tentu sejalan dengan visi dan misi pemerintah yang saat ini memprioritaskan pembangunan infrastruktur wilayah pinggiran.
Maka dari itu, lanjutnya, pemerintah setempat diminta konsisten dengan janji politik yang sampaikan agar harapan yang di gantungan masyarakat kepada bupati tidak menjadi angan semata.
"Kami nilai Jorong Kampung Surau juga berada jauh dari pusat pemerintahan," jelasnya
Wali Nagari (kepala desa adat) Lubuak Salasiah Jadir, mengusulkan perbaikan tiga jembatan yang kondisi sudah mulai rusak.
"Tiga jembatan saat ini masih terbuat dari kayu yang dibangu 15 tahun lalu, kami harap agar dibangun jembatan beton," tambahnya.
Menanggapi hal itu, menurut Amrizal aspirasi dan saran masyarakat menjadi catatan bagi pemerintah sebagai bahan evaluasi dalam pembangunan daerah kedepan.
"Secepatnya kita akan upayakan, namun tentu secara bertahap karena melihat ketersediaan anggaran yang ada," tambahnya.
Pada kunjungan itu Wabub menyerahkan bantuan uang tunai sebanyak Rp10 juta beserta Al-Quran, dan 12 bingkisan untuk anak yatim berupa tas dan alat belajar. (*)