Padang, (AntaraSumbar) - Film pendek karya anak Minang dengan judul "Tekad Apak" cukup banyak ditonton meski baru sekitar sepekan terakhir dirilis di Youtube, yang sudah mencapai 63,535 kali tayang hingga 3 April 2016.


    Film yang diproduksi Ruang Production, mendapat tanggapan beragam dari masyarakat, tapi dominan memuji hadirnya film tersebut, karena sarat dengan ide kreatif dan inspiratif.


    Melihat dari ranting sementara di YouTube masih jauh meninggalkan tingkat sering ditayang atau ditonton film pendek lainnya yang berkaitan dengan Go-Video 2016 yang diadakan pengelola Gojek, yang sama-sama menjadikan fokus topiknya soal transportasi antar jemput di ibukota Indonesia tersebut.


    Salah seorang penggemar film pendek asal Padang, Yulisma (35) ketika diminta tanggapannya Minggu, mengaku melihat film pendek "Tekad Apak" begitu banyak muatan pesan di dalamnya, meskipun durasi cukup pendek.


    Mulanya hanya dapat cerita dari teman, tapi karena penasaran dan akhirnya memutar langsung filmnya di YouTube.


    "Menarik juga, diperlukan kreatif untuk membuat sebuah karya seperti ini. Sehingga menjadi banyak orang yang menontonnya," ujar perempuan dua anak itu.


    Menurut dia, menariknya anak-anak tersebut berani mengambil latar tokohnya dari Minangkabau dan cerita perjuangan dan keinginan anak muda minang merantau. 


Bahkan, tak kalah mengharukan perhatian sang bapak terhadap anak dalam pendidikan. Begitu pula dengan adanya moda transportasi modern yang dapat dipercaya dalam pelayanan masyarakat.


    "Yang menambah menariknya, karena menggunakan dialog bahasa Minang. Sehingga secara tidak langsung juga telah mempromosikan Minang," ujarnya.


    Manajer Produksi Ruang Production Seruni Puti Rahmita ketika dikonfirmasi via telepon genggamnya membenarkan tingkat tontonan film pendek "Tekad Apak" sudah mencapai 63 ribu lebih.


    Putri asal Minang itu, juga menyampaikan terima kasih atas apresiasi kepada masyarakat Indonesia yang sudah tergugah menonton film pendek yang sarat dengan pesan perjuangan dan kepercayaan terhadap moda transportasi.


    "Semoga pendek itu dapat meninspirasi bagi masyarakat di tanah air untuk terus selalu melahirkan karya-karya kratif dan inspiratif," kata Alumni Ilmu Komunikasi Universitas Andalas Padang itu.


    Film tersebut dirilis pada 26 Maret 2016. Sebuah film pendek berkisah tentang seorang bapak yang menembus Ibukota Jakarta, demi menyaksikan anaknya yang akan diwisuda di Universitas Indonesia.


    Berangkat dengan transportasi dari Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP) dari Padang, pria itu sampai di belantara Jakarta. Ia kehilangan dompet, dan tersesat lalu terdampar ke rumah makan Padang di ibukota. Kisah pun dimulai.


    Ia pun akhirnya bersua anaknya di kampus. Pertemuan yang mengharukan. Lelaki itu sampai ke kampus hebat itu diantar Gojek. Dompetnya yang hilang juga diantar.


    Niat hati memberi kejutan tapi sang bapak juga menemukan kejutan-kejutan di ibukota. Bagi yang ingin lebih jelasnya klik link https://youtu.be/ZE-AbTGLoic. Jangan lupa like dan share.***