Jakarta, (ANTARA) - Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) membuka posko pengaduan korban dari Plaza UOB untuk menampung keluhan.
"Mulai hari ini kita mendirikan posko pengaduan untuk masyarakat terkait dengan Plaza UOB," kata Anggota POSSI, Ali Mochtar Ngabalin yang juga kader Partai Golkar di halaman Plaza UOB Jalan MH. Thamrin di Jakarta, Minggu.
Posko pengaduan tersebut di antaranya menampung keluhan sejumlah warga Kampung Baturaja, Kecamatan Kebon Melati, Tanah Abang yang menuntut pertanggungjawaban pihak pengelola gedung karena membuang air banjir ke kampung mereka, ucapnya.
"Pengaduan warga dari pembuangan air dari 'basement' yang sekarang sudah sebatas mata kaki di kampung mereka, kemudian para penyewa gedung yang tidak memperoleh akses dan adanya sejumlah harta benda, baik tamu-tamu ataupun mobil-mobilnya dan sekarang manajemen tidak membuka akses," ujar Ngabalin.
Pada Kamis (17/1) pukul 10.45 WIB tanggul di gedung yang dipasang hanyut karena datangnya air yang sangat deras dan "basement" 1 tertutup air hingga setinggi tiga meter.
Korban ditemukan tewas dua orang, yakni Abdul Arif Agus dan Haridianto Eko. Keduanya ditemukan di area "basement", satu di antara keduanya bertugas sebagai "cleaning service". Sedangkan yang selamat adalah dua teknisi, yakni Tri Susanto dan Tito Fitrianto. (*/wij)