Jakarta, (ANTARA) - Organisasi Universal Taekwondo Indonesia Profesional (UTI Pro) resmi terbentuk di 33 provinsi di tanah air, ditandai dengan pelantikan kepengurusan, Jumat malam. Pelantikan dilakukan Plt Ketua Umum Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) Haryo Yuniarto disaksikan pembina Uti Pro, Lioe Nam Khiong dan Presiden Akademi Taekwondo World Taekwondo Federations (WTF), Dr Yang Jin Suk. Sebelum pelantikan, pengukuhan dan penandatanganan surat keputusan dilakukan Ketua Uti Pro, Ngatino bersama Ketua UTI Pro 33 provinsi. Haryo Yuniarto dalam kesempatan tersebut membantah berbagai friksi yang menyatakan organisasi olahraga profesional itu prematur. "UTI Pro tidak prematur dan bukan "anak haram" seperti tudingan banyak kalangan. Organisasi ini sah dan diakui pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga sebagai badan yang mampu melahirkan taekwondoin Indonesia berkualitas dan mampu meraih prestasi gemilang di dunia internasional," katanya. Dia mengakui, sejak awal pembentukan organisasi yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas pembinaan serta kesejahteraan atlet cabang olahraga keras tersebut, dianggap prematur oleh sejumlah kalangan. UTI Pro, menurutnya, merupakan bagian tidak terpisahkan dalam pembinaan olahraga taekwondo di tanah air dengan sasaran utama melahirkan atlet yang mampu berbicara atau mengukir prestasi di tingkat internasional. Haryo Yuniarto, menambahkan telah melakukan pengkajian baik dari sisi sosial maupun regulasi dan aspek hukum, dan tidak ditemukan pelanggaran dalam pembentukan UTI Pro. "Aturannya maupun visi UTI Pro sangat jelas dan sesuai dengan UU No.3 tahun 2005 tentang sistem keolahragaan nasional serta direstui dan terdaftar pada Kementerian Pemuda dan Olahraga," katanya. Perbaiki hubungan Kendati demikian, Haryo Yuniarto berharap pimpinan UTI Pro maupun YUTI dapat bekerja untuk memperbaiki harmonisasi hubungan dengan pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), agar dapat bergandengan tangan meningkatkan pembinaan cabang olahraga keras tersebut. "UTI Pro maupun Yayasan Universal Taekwondo Indonesia (YUTI) yang telah terbentuk sejak dua tahun lalu, bukan menjadi tandingan PBTI tetapi bergandengan tangan bersama meningkatkan pembinaan berkualitas maupun kesejahteraan atlet, pelatih maupun wasit," katanya. Pengurus UTI Pro dan YUTI baik di pusat maupun daerah juga diminta untuk mendendam terhadap oknum-oknum yang mendsolimi organisasi ini di sejumlah daerah, tetapi terus bekerja keras untuk mengangkat nama bangsa dan negara di kancah olahraga internasional melalui cabang taekwondo. "BOPI juga tidak akan pernah berhenti memberi dukungan bagi UTI Pro untuk bekerja keras mencapai prestasi puncak dengan melahirkan taekwondoin berkualitas yang mampu meraih prestasi di dunia internasional, seperti yang diukir petinju Chris John saat ini," ujarnya menandaskan. (*/sun)

Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026