Pekanbaru, (Antara) - Pihak kepolisian menyatakan dua santri tewas yang terbakar di pondok pesantren Al Ihsan Boarding Schol (IBS) Kabupaten Kampar, Riau, diduga tengah berusaha melarikan diri dari kebakaran sehingga keduanya ditemukan di bawah tangga asrama.

         "Kita menemukan keduanya secara terpisah ditangga," kata Kepala Kepolisian Sektor Siak Hulu, Kompol Hermawi kepada Antara di Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru, Selasa.

         Ia mengatakan kemungkinan besar kedua korban yang bernama Musa Ali Mulhab (16) dan Arsadi Rabbani (16) tersebut mencoba untuk menyelamatkan diri saat kebakaran melanda asrama tempat mereka tinggal.

         Kompol Hermawi menjelaskan bahwa kedua korban bersama 30 santri laki-laki lainnya mendiami lantai dua asrama Madinah, namun keduanya tidak dapat menyelamatkan diri dikarenakan api menjalar sangat cepat.

         Sementara itu, saat ini kedua jenazah telah dikembalikan kepada orang tua masig-masing untuk selanjutnya dikebumikan ditempat mereka berasal.

         "Keluarga menjemput kedua korban untuk kemudian dikebumikan di tempat mereka berasal dimana Musa Ali Mulhab dimakamkan di Kecamatan Lima Puluh Kota Pekanbaru dan dan Arsadi Rabbani dipulangkan ke Desa Pandau Jawa Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar," jelas Hermawi.

         Sementara itu, hingga saat ini ia belum dapat memastikan punca kebakaran. "Kita tidak dapat berasumsi karena hingga saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab kebakaran," ujarnya.

         Lebih lanjut, kegiatan belajar dan mengajar di ponpes Al Ihsan terpaksa dihentikan sementara karena pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan serta pihak keluarga terus berdatangan mengunjungi santri.

         "Kegiatan belajar dan mengajar kita hentikan dulu karena saat ini orang tua santri berdatangan, dan pihak kepolisian melakukan investigasi," kata Humas Al Ihsan Boarding School, Ustadz Adi Wicaksono.

         Adi belum bisa memastikan sampai kapan proses belajar santri dihentikan. "Kita masih fokus untuk menyelesaikan pasca musibah dulu," ujarnya.