Padang, (Antara) - Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan terus memantau upaya untuk mengevakuasi warganya dari Yaman yang dilakukan Kementerian Luar Negeri RI. "Kami sudah datang langsung ke Kemenlu dan memantau pesawat yang mengevakuasi WNI dari Yaman. Namun belum ada satupun warga Sumbar yang tiba di Tanah Air," katanya di Padang, Kamis. Meski demikian menurutnya nama-nama warga Sumbar yang sebagian besar adalah mahasiswa sudah terdata oleh Kemenlu. "Sekarang proses evakuasi sedang diusahakan oleh Kemenlu," ujarnya. Menurutnya Kemenlu tengah berupaya mengeluarkan 89 Warga Negara Indonesia(WNI), termasuk 25 warga Sumbar yang masih terjebak di dalam asrama Arbithah Attarbiyyah Al Islamiyyah Wamarookizuhaa Atta'limiyyah di Crytar, Aden, Yaman. "Departemen Luar Negeri (Deplu) sudah melakukan komunikasi atau kontak dengan para WNI tersebut yang masih terkurung di asrama. Tinggal mencari waktu yang tepat untuk evakuasi," katanya. Terkait kesehatan warga Sumbar yang masih berada di Yaman, Irwan mengatakan telah mendapatakan informasi bahwa semua dalam kondisi sehat. "Hanya saja, memang ada beberapa di antara para mahasiswa asal Sumbar ini mengalami stres akibat cemas terjebak dalam situasi perang. Kami telah menunjuk seorang petugas untuk terus memantau perkembangan di Kemenlu. Kami pantau terus keadaan warga Sumbar di Yaman," katanya. Sebelumnya, orang tua salah seorang mahasiswa Sumbar di Yaman, Edi Asman Karim (54) mengatakan masih bisa berkomunikasi lewat sosial media dengan anaknya Asyam Hafizh (20) yang masih berada di Yaman. "Keadaan anak saya masih aman di asrama kampusnya. Namun, dia tidak bisa keluar untuk evakuasi karena jalan menuju titik evakuasi harus melewati daerah yang dikuasai pemberontak," katanya. Dia berharap, pemerintah bisa segera melakukan evakuasi terhadap anaknya. (*/jno)

Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026