Lubuk Sikaping, (Antara) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman, Sumatera Barat (Sumbar), menganggarkan Rp20 miliar dalam APBD 2015, untuk Program Partisipatif Berbasis Nagari (P2BN). Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Kabupaten Pasaman, Yanni Habbaintis, di Lubuk Sikaping, Jumat, mengatakan anggaran untuk menunjang P2BN pada tahun 2015 meningkat dibanding tahun lalu yang berjumlah Rp15 miliar. "Kegiatan P2BN itu telah banyak manfaatnya bagi masyarakat di nagari, berbagai sarana dan prasarana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat telah dibenahi secara bertahap setiap tahun," ujarnya. Kegiatan P2BN, dinilai pemerintah daerah setempat tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan taraf ekonomi, namun juga berdampak pula pada pengurangan angka pengangguran di Pasaman. Dengan P2BN ini, masyarakat yang dulunya enggan membuka lahan tidur yang mereka miliki karena tidak adanya insfratruktur jalan untuk membawa hasil pertanian, sekarang dengan adanya kegiatan pembangunan seperti pembukaan jalan usaha tani, jalan perkebunan, dan lainnya, masyarakat akhirnya mau membuka lahan baru. "Besarnya realisasi fisik kegiatan P2BN Pasaman tahun 2014 tentunya tidak terlepas dari dukungan Pemkab Pasaman, terutama dalam bidang pengawasan terhadap program tersebut," jelasnya. Yanni menambahkan, seluruh kegiatan yang terlaksana dari program P2BN ini diharapkan bermanfaat untuk masyarakat Pasaman. Sehubungan dengan itu, tokoh masyarakat Nagari Jambak, Dt Rangkayo Basa (52), menyatakan, P2BN yang diluncurkan oleh Pemkab Pasaman, berdampak positif dalam mengangkat perekonomian masyarakat, sebab itu perlu terus dilanjutkan. Ia menambahkan P2BN mulai dari pembukaan jalan usaha tani, jalan perkebunan, saluran irigasi, pembangunan MDA dan sebagainya, berdampak pada pengembangan pemukiman masyarakat. (*/eko)

Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026