Jakarta, (Antara) - Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan C-Tech Labs melakukan kerja sama mengembangkan aplikasi pemindaian otak empat dimensi atau 4D.
Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan di Aula Fakultas Kedokteran dan Kesehatan (FKK) Universitas Muhammadiyah Jakarta, Rabu.
"Pemindaian 4D BrainECVT mampu mendeteksi properti dielektrik di dalam suatu objek, sehingga struktur anatomi abnormal bisa terdeteksi dan aktivitas fungsi sistem syaraf pusat mampu diamati secara non-invasif dengan kecepatan tinggi," ujar penemu pemindai 4D sekaligus C-Tech Group, Dr Warsito Purwo Taruno M Eng CEO.
Selain itu, 4D Brain ECVT bersifat mudah dibawa, aman, dan berbiaya murah. Perekaman bisa dilakukan secara sederhana tanpa membutuhkan tempat khusus, sehingga bisa dilakukan di berbagai tempat seperti poliklinik.
Alat itu diklaim dapat memindai otak dalam waktu tercepat di dunia, 1/2000 detik.
Upaya mendiagnosis adanya struktur sistem saraf
pusat yang bersifat abnormal menjadi lebih mudah sejak ditemukannya "computed tomography scan (CT-Scan) dan magnetic resonace imaging (MRI).
"Akan tetapi, metode ini memiliki berbagai kendala seperti tidak bersifat mudah dibawa, membutuhkan tempat khusus, dan berbiaya tinggi. Berbeda dengan 4D Brain ECVT, melalui pencitraan otak yang dilakukan secara non-invasif, alat ini mampu melihat struktur anatomi dan aktivitas fungsional sistem saraf pusat di manapun, murah, dan tak memiliki efek samping," tambah dia.
C-Tech Labs Edwar Technology adalah lembaga riset swasta yang didirikan oleh Warsito pada 2003.
Lembaga riset ini dikhususkan untuk pengembangan teknologi tomografi di dunia industri dan kesehatan.
"Pengembangan aplikasi instrumen pencitra aktivitas otak ini akan dilakukan di Jaringan Amal Muhammadiyah seluruh Indonesia dalam upaya meningkatkan daya saing dan martabat bangsa dalam pengembangan teknologi di kancah Internasional," kata Ketua PP Muhammadiyah, Syafiq A Mughni.
Dalam upaya peningkatan martabat bangsa, perlu kolaborasi penelitian dari berbagai bidang keilmuan. (*/jno)