Mabes Polri kirim anggota bantu identifikasi korban kebakaran Langkat

id Kebakaran pabrik perakitan mancis di Langkat,Kebakaran di Langkat,Korban kebakaran pabrik perakitan mancis di Langkat,Mabes Polri ,Mabes Polri kirim t

Konferensi pers terkait kebakaran pabrik perakitan mancis di Langkat, di RS Bhayangkara Medan (Antara Sumut/Nur Aprilliana Br Sitorus)

Medan (ANTARA) - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumatera Utara mendapat bantuan dari Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri) dalam penangangan korban kebakaran pabrik perakitan mancis di Kabupaten Langkat.

 

Sebanyak tujuh orang yang merupakan tenaga ahli forensik dan tenaga ahli DNA dikirim guna membantu menuntaskan proses identifikasi korban dalam waktu yang tidak terlalu lama.

 

Kabid Dokkes Polda Sumut Kombes Pol dr Sahat Harianja, yang juga Ketua Tim Identifikasi Korban di RS Bhayangkara Medan, Sabtu (22/6) malam, mengatakan dengan bantuan dari Mabes Polri, diharapkan proses identifikasi korban dapat segera terselesaikan.

 

"Mudah-mudahan dengan kehadiran teman-teman dari Mabes Polri bisa mempercepat proses identifikasi korban, sehingga para keluarga tidak terlalu lama menunggu hasil identifikasi," katanya, saat konferensi pers di RS Bhayangkara Medan.

Baca juga: Polda Sumut amankan tiga tersangka peristiwa kebakaran pabrik mancis

Mengenai kendala dalam proses identifikasi korban, Ia mengaku kesulitan terjadi karena kondisi korban sangat sulit dikenali secara visual.

 

"Tetapi kita bisa identifikasi melalui sidik jari dan gigi. Mudah-mudahan semuanya bisa teridentifikasi," ujarnya

 

Saat ini tercatat sebanyak tujuh dari 30 korban kebakaran pabrik perakitan mancis Jalan Tengku Amir Hamzah, Desa Sambirejo, Kabupaten Langkat, sudah teridentifikasi dan dikembalikan kepada pihak keluarga.

Baca juga: Tujuh korban kebakaran teridentifikasi akan diserahkan ke keluarga

Baca juga: Pemda harus bertanggungjawab atas kebakaran pabrik mancis di Langkat

 


Pewarta : Nur Aprilliana Br. Sitorus
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar