ASEAN diminta tingkatkan kerja sama penanggulangan bencana

id penanggulangan bencana,asean,ktt asean ke-33,joko widodo,retno marsudi

Presiden Joko Widodo usai menghadiri pertemuan pleno KTT Ke-33 ASEAN di Pusat Konvensi Suntec pada Selasa malam (13/11/2018). (Bayu Prasetyo)

Singapura (ANTARA News) - Presiden Joko Widodo menekankan Perhimpunan Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN) untuk meningkatkan kerja sama dengan Jepang dalam penanggulangan bencana. 

"Dalam KTT ke-21 ASEAN-Jepang, Presiden memfokuskan kepada satu isu bencana karena dalam tiga dekade terakhir ini 40 persen bencana terjadi di asia. Di mana 90 persen menyebabkan korban jiwa dan 50 persen menyebabkan memberikan dampak terhadap ekonomi," ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam jumpa pers di Suntec Convention Centre, Singapura pada Rabu. 

Presiden mengungkapkan data PBB tahun ini memprediksi kerugian ekonomi akibat bencana di kawasan ini mencapai lebih dari USD160 miliar per tahun hingga 2030.
   
"Jadi ini merupakan jumlah yang cukup besar," ujar Menteri Retno.

Presiden mengatakan persoalan bencana ini sangat dirasakan oleh Indonesia. Indonesia mengalami bencana gempa bumi dan tsunami di Lombok, Sulawesi Tengah serta lainnya.

 "Presiden mengatakan bahwa bencana alam tidak bisa dicegah tetapi kita bisa meminalisir korban dan juga memastikan bahwa ada yang sumber yang dapat dipakai untuk mendukung bangkitnya wilayah terkena bencana," kata dia.

 Karena itu penting bagi ASEAN untuk meningkatkan kerjasama antara lain di penguatan mekanisme peringatan dini, pembangunan infrastruktur yang tahan bencana, pembentukan pendanaan rekonstruksi, rehabilitasi pasca bencana, serta penguatan bantuan kemanusiaan (AHA Centre) tentang penanggulangan bencana.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyampaikan dukungan bagi perdamaian Korea Selatan dan Korea Utara saat KTT Ke-20 ASEAN-Korea Selatan di Singapura.

"Di tengah banyak ketidakpastian, muncul beberapa harapan. Antara lain harapan akan terwujudnya Semenanjung Korea yang aman dan stabil. Harapan baru tersebut tidak akan terjadi jika tidak terdapat tekad kuat Presiden Moon untuk mengupayakan perdamaian," kata Presiden pada Rabu di Pusat Konvensi Suntec.

Menurut Presiden, Indonesia menyambut baik perkembangan proses perdamaian di Semenanjung Korea dan hal itu sangat diapresiasi oleh dunia.

Indonesia adalah negara yang bersahabat baik dengan dua Korea, yakni Korea Selatan dan Korea Utara sejak puluhan tahun lalu.

"Indonesia mendukung sepenuhnya proses perdamaian ini. Pesan dukungan ini telah disampaikan secara konsisten antara lain pada saat pertemuan saya dengan PM Korea Selatan dan Utusan Khusus Korea Utara menjelang pembukaan Asian Games 18 Agustus lalu," demikian Presiden.

Baca juga: Menko PMK dampingi Presiden pada pertemuan bilateral dengan Jepang
 

Pewarta : Azis Kurmala
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar