10 petugas medis ditugaskan menetap satu tahun di Asmat

id asmat,tenaga medis,klb campak,klb gizi buruk

Warga menggendong anaknya sebelum pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Agats, Kabupaten Asmat, Papua, Senin (22/1/2018). Jumlah anak penderita gizi buruk dan campak yang dirawat sebanyak 85 orang diantaranya di RSUD Agats 40 anak dan 45 anak di aula gereja Protestan Indonesia. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Jayapura (ANTARA News) - Dinas Kesehatan Provinsi Papua segera menempatkan 10 orang tenaga medis yang akan menetap selama setahun di Kabupaten Asmat untuk memulihkan kondisi kesehatan paskaterjadinya kejadian luar biasa (KLB) campak dan gizi buruk di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Aloysius Giyai, di Jayapura, Senin, mengatakan penempatan 10 tenaga medis di Asmat tersebut merupakan perintah Gubernur Papua Lukas Enembe.

"Hal ini dilakukan untuk melakukan pemulihan terhadap kondisi kesehatan warga terutama dan anak-anak yang terdampak campak dan gizi buruk," katanya.

Menurut Aloysius, selain penempatan di Asmat, pihaknya juga akan mengirim petugas medis ke Korowai, Deiyai dan beberapa daerah lainnya.

"Saya sendiri akan ke Asmat mendampingi para tenaga medis itu serta akan membawa logistik dan kebutuhan lainnya untuk masyarakat di sana, dan hal tersebut sudah yang keempat kalinya kami berikan pelayanan kesehatan," ujarnya.

Sesuai data lapangan, kata Aloysius, ternyata di Asmat tidak hanya masalah kesehatan saja, tetapi juga ada masalah lainnya yang memang membutuhkan perhatian serius semua pihak terkait.

"Sejauh ini tim masih lakukan validasi data di lapangan, tentu diharapkan kematian anak di Asmat ini tidak boleh terulang kembali," katanya lagi.

Dia berharap penanganan kesehatan yang dilakukan di Asmat dapat berjalan baik dan sesuai standar prosedur yang ditetapkan. 

Pewarta : Hendrina Dian Kandipi
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar